SPD (Sales Penjual Daster)

SPD (Sales Penjual Daster)
187. Belajar


__ADS_3

Liliana nampak sedang berbelanja di mini market. Tak lama kemudian, seorang pria juga berbelanja di sebelah Liliana.


"Bagaimana?"tanya Liliana yang mengetahui siapa pria yang ada di sebelahnya itu tanpa menoleh pada pria itu. Begitu pun dengan pria itu yang juga tidak menoleh pada Liliana. Seolah-olah mereka sedang tidak mengobrol dan tidak saling mengenal.


"Tuan tidak menemui wanita manapun selain kliennya, nyonya. Gelagat Tuan pada para klien perempuan itu juga biasa saja. Tuan juga tidak pergi kemana-mana selain ke kantor, menemui klien dan ke tempat-tempat yang memang tuan ada pekerjaan di sana. Intinya, Tuan tidak menemui siapapun yang tidak ada kaitannya dengan bisnis. Baik itu pria maupun wanita. Tidak ada yang diperlakukan spesial oleh Tuan. Berinvestasi pun hanya pada perusahaan yang memiliki prospek baik,"jelas pria itu.


"Aku masih penasaran. Tolong selidiki lebih detail lagi. Aku sangat yakin dia menyembunyikan sesuatu dari ku,"ucap Liliana tanpa menoleh sedikitpun pada pria itu. Masih tetap memilih-milih apa yang hendak dibelinya.


"Baik, nyonya,"sahut pria itu kemudian mengambil beberapa barang, lalu pergi ke kasir.


"Siapa yang dipanggil Tuan muda oleh Saman itu? Berapa usianya kira-kira? Sudah puluhan tahun aku menikah dengan papa, tapi dia tidak pernah menunjukkan gelagat aneh seperti orang yang berselingkuh. Selalu bersikap seperti biasanya. Aku tidak yakin papa berselingkuh dari aku. Tapi, dari pembicaraan papa dengan Saman, jelas-jelas papa memiliki putra lain selain kedua putraku,"gumam Liliana dalam hati sangat penasaran dengan orang yang disebut Buston sebagai putranya. Hingga Liliana menyewa seorang detektif untuk menyelidiki suaminya sendiri.


Di sisi lain.


"Cie..cie.. yang mau ngedate. Pakai parfum nya di semprot secukupnya aja, ya, bro! Jangan diguyur di badan,"ujar Toyib saat melihat Diky siap-siap mau pergi dengan Wulan.


"Jangan sirik, bro! Karena situ cuma bisa ngedate sama temen Mabar via online. Kalau aku, ya.. minimal bisa.. " peluk.. cium.. peluk.. cium.. muach.. muach.. muach..."ucap Diky menyanyikan lagu salah satu iklan.


"Siapa yang sirik? Situ cuma bisa "peluk.. cium.. peluk.. cium.. muach.. muach.. muach.. Aku sebentar lagi bisa "Kawin... kawin...."ucap Toyib menirukan lagu milik Erie Susan.


"Sialan, kamu, Yib! Lama-lama aku garap juga itu si Wulan. Nikah belakangan, kawin aja duluan biar bisa cepetan nikah,"gerutu Diky yang memang sudah ngebet kawin, eh salah,, nikah maksudnya. Eh, mungkin dia duanya.


"Woles bro!. Woles..! Nikah dulu baru kawin. Biar halal,"ujar Toyib kemudian bernyanyi.


"Wulan, kusebut namamu selalu..Teringat setiap waktu..Terukir dalam hatiku


Wulan, hadirlah dalam anganku...Menjelma lah dalam mimpiku


Agar terubat rasa rindu...Yang telah lama membeku..."


"Diam, Yib! Suara kamu kayak panci sama wajan di pukul! Bikin sakit telinga!"ketus Diky saat Toyib melantunkan lagu Wulan.

__ADS_1


"Sialan kamu, Dik. Gini-gini setiap aku naik panggung selalu ramai yang menyoraki aku,"


"Iya.. percaya! Percaya! Pasti banyak banget, 'kan, yang nyoraki kamu saat kamu ada di atas panggung? Tapi bukan nyoraki karena suara kamu bagus. Melainkan menyoraki kamu buat turun dari panggung karena suara kamu menganggu gendang telinga mereka semua,"sambar Diky.


"Ya, enggak lah! Nggak salah lagi maksudnya,"sahut Toyib kemudian terkekeh.


"Dasar! Malah bangga lagi,"gumam Diky geleng-geleng kepala dengan tingkah sahabatnya yang absurd itu.


"Sudah, ah! Lama-lama aku telat ketemu sama Wulan gara-gara kamu,"ujar Diky yang sudah siap berangkat ngedate dengan Wulan.


Pemuda itu keluar dari kamarnya diikuti Toyib yang masih saja melantunkan lagu Wulan milik Iwan dengan suara cemprengnya.


"Cie.. cie.. cie . yang mau ngedate! Entar pulang bawain martabak telur dong, babang!"pinta Ayana.


"Beres!"sahut Diky cepat.


"Nggak boleh! Kamu kemarin dari beli, Ay. Itu minyaknya banyak banget, Ay!"cegah Dimas.


"Enggak! Kemarin kamu sudah makan dua loyang sendirian,"sahut Dimas kukuh pada pendiriannya. Sedangkan Diky sedang menunggu sepasang suami-isteri itu bernegosiasi.


Ayana lalu menarik leher Dimas agar menunduk, kemudian berbisik,"Entar aku bakar lemaknya sama kakak. Aku yang diatas biar lemaknya kebakar semua. Kalau nggak diijinkan, malam ini kakak nggak dapat jatah,"ucap Ayana kemudian kembali duduk dengan santai.


"Okey, satu loyang aja,"ucap Dimas pasrah.


"Okey, deal! Aku berangkat! Bye!"ucap Diky dengan langkah lebar seraya bersiul-siul.


"Dasar kasmaran!"gumam Toyib tersenyum tipis seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.


"Sekarang kalian berdua. Sini! Aku ajari kalian Baga caranya jual beli saham. Yib, kamu harus bisa jual beli saham sendiri. Agar kedepannya, kamu tidak perlu lagi menjadi sales pakaian keliling. Agar masa depan anak-anak kamu kelak terjamin. Dan kamu , Ay. Kamu akan sekolah di bisnis management, 'kan, kamu juga harus bisa jual beli saham,"ujar Dimas membuat Toyib dan Ayana membulatkan mata mereka.


"Kami?"tanya Ayana dan Toyib bersamaan.

__ADS_1


"Iya. Kalian! Kamu, Yib. Dari pada kamu main game online ngabisin duit buat beli top up. Mendingan kamu belajar gimana caranya jual beli saham yang bisa menghasilkan keuntungan. Dan kamu, Ay. Kita sebagai orang tua, kelak harus menjadi orang tua yang cerdas. Karena sebelum anak-anak kita belajar di luar sana menempuh pendidikan formal, kitalah yang akan mendidik mereka. Dan walaupun anak kita nanti sudah belajar di luar sana, tetap saja mereka memerlukan bimbingan dari kita sebagai orang tuanya. Jadi, kamu juga harus menjadi ibu yang cerdas,"ujar Dimas panjang lebar.


Mendengar perkataan Dimas yang memang benar adanya, akhirnya Toyib dan Ayana pun mulai belajar caranya melakukan jual beli saham dari Dimas.


Sedangkan Diky, setelah menempuh perjalanan beberapa menit membelah kemacetan, akhirnya Diky sampai juga di rumah calon mertuanya.


Pak Parman dan Bu Lastri pun menyambut calon menantu mereka dengan hangat. Setelah mengobrol sebentar dengan Pak Parman dan Bu Lastri, Diky pun mengajak Wulan jalan-jalan.


"Malam ini kita mau ke mana?"tanya Diky pada Wulan yang sedang di boncengnya.


"Terserah Abang, saja!"sahut Wulan yang memeluk perut Diky. Karena Diky mengancam akan mencium Wulan, jika Wulan tidak memeluknya.


"Okey, kalau begitu, kita nonton ajaa dulu,"ujar Diky memutuskan. Pria itu melajukan motornya sedikit lebih kencang. Hingga Wulan tanpa sadar memeluk Diky lebih erat.


...🌸❤️🌸...


Notebook :


•Woles diadopsi dari bahasa Inggris yang berarti Slow. Banyak yang membalikkannya menjadi Wols dan dipermudah dan dijadikan lebih kekinian yang dibaca menjadi Woles. Woles adalah Santai atau jangan terlalu terburu-buru. Misalkan contohnya, "Woles Aja kawan" (Santai aja kawan).


•Arti absurd dalam kamus bahasa Inggris, mengandung kata sifat yang memiliki arti tidak masuk akal, mustahil, lucu, konyol, bahkan menggelikan. Sedangkan arti absurd di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat diartikan dengan tidak masuk akal ataupun mustahil.


Negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain


Top up game adalah aktivitas pengisian atau pembelian mata uang in-game atau mengisi ulang mata uang in-game untuk kebutuhan transaksi in-game. Para gamer pasti pernah melakukan top up game online. Pemain ML, misalnya, melakukan top up agar bisa bertransaksi dengan diamond.


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2