
Ara duduk di taman sambil memandang bunga mawar putih yang ada di dekatnya. "Cantik sekali bunga ini, sayang kalo dipetik," gumamnya dalam hati. Tak terasa sudah hampir setengah jam Ara duduk dengan pikiran yang terbang entah ke mana, gak jelas. Yang pasti Ara lagi kecewa, pingin teriak sekeras-kerasnya..
Ara kecewa, knapa Papa harus menikah lagi, apa kurangnya mama. Mama cantik, sabar, dan sangat pandai memasak.. Apa kurangnya mama Pa???? pertanyaan itu terus berulang di kepala Ara. Yaah.. Ara menghela nafas panjang.. Mungkin memang ini yang harus terjadi, yaaa sudahlah,, toh mama gak keberatan papa nikah lagi,,
Mungkin memang ini sudah jalannya, sudah takdir mama. Ara hanya bisa berdoa smoga papa tetep sayang sama Ara dan mama. Gak terasa hari sudah mulai gelap, Ara buru2 pulang takut ntar mama khawatir.
Ara slalu inget pesan mama "Ara,klo pergi harus ijin ma mama atau papa yaa, dan Ara harus pulang sebelum magrib." Ara pergi meninggalkan taman dengan hati gak seruet tadi, setelah lihat bunga dan kupu2 putih yang berterbangan hatinya lebih terhibur. Rumah Ara letaknya gak jauh dari taman, jalan kaki bisa nyampe skitar 15 menit lah. Ara jalan sambil sesekali melihat ke langit yang mulai gelap. Tiba-tiba terdengar ada orang yang memangil namanya dari belakang.
"Ara..." Ara berbalik memutar tubuhnya.
__ADS_1
"Ooh kamu. Kamu dari mana, Pram?" Tanya Ara. Pramuji adalah temen sekelas Ara yang biasa Ara panggil Pram, Ara sekarang duduk di kelas XII. Pram salah satu teman yang sangat perhatian ma Ara, orangnya baik dan luwes kalo bergaul.
"Aku baru pulang dari rumah Budi. Trus kulihat kamu duduk di taman sendiri pas mau kuhampiri, eh kamu dah pulang, jadi aku berlari mengejarmu," kata Pram sambil mengatur nafasnya.
"Ooh gitu..." Ara menjawab sambil tersenyum, kasian melihat Pram yang masih terengah-engah.
"Kamu kenapa Ar? matamu agak sembab, kamu sakitkah?" tanya Pram khawatir
Pram memperhatikan Ara baik2, dalam hati Pram ingin bertanya tapi takut dikira lancang, jadi Pram cuma manggut2 aja. "Yaaa.. tapi kamu baik2 aja kan?" tanya Pram lagi..
__ADS_1
Ara cuma mengangguk.
Gak terasa Ara sudah hampir sampai di rumah. "Pram, udah yaa aku dah sampai rumah, kita ketemu besok di sekolah." kata Ara. Pram hanya mengangguk sambil tersenyum..
PRAM
Aku akan pulang karena hari dah hampir malam. saat melewati taman gak sengaja mataku tertuju melihat seorang gadis duduk di taman sambil menutup wajahnya. Aku merasa tak asing dengan gadis itu. Setelah kudekati, oh ternyata benar dia Ara. Aku langsung mengejarnya.
Ara adalah gadis pujaanku, yang sangat aku kagumi. Kami satu kelas. Ara termasuk gadis pendiam, lugu dan gak macem2 penampilannya. Sejak pertama kali masuk kelas itu, Ara dah berhasil menyita perhatianku. Aku sangat kagum padanya, tapi gak tahu kenapa saat di hadapannya aku seperti kehabisan kata. Yaah Ara, gadis sederhana yang mampu membuatku tak berdaya saat berdekatan dengannya. Beda klo aku bertemu dengan teman2 cewek yang lain, aku biasa aja dan aku ngobrolnya ngalir aja gak ada rasa canggung dan gugup.
__ADS_1
Sering saat pelajaran berlangsung, aku kadang gak fokus karena entah kenapa pandangan mataku sering tertuju pada Ara. Palagi saat mo deket jam pulang, jam2 ngantuk eh ternyata saat tersadar entah kenapa pandangan mataku langsung tertuju pada Ara. Ara, kusangat mengagumimu. Kuberharap suatu saat nanti aku bisa mendekatinya.