
Setahun kemudian....
"Pa... Semua sudah siap kan ..." Kataku pada suamiku.
"Iya Ma... Tiket kita berempat sudah masuk ke dalam tas Papa. Semua sudah beres Ma... Papa dah check in online."
"Syukurlah Pa....Mama panggil anak-anak dulu yaa..."
Suamiku mengangguk.
Hari ini kami akan pergi mengunjungi anak-anakku yang kuliah di kota X. Aldi akan wisuda 3 hari lagi. Jadi suamiku mengajak kami sekalian berlibur.
Setelah semua siap,kami berangkat.
Perjalanan udara hanya butuh waktu setengah jam, kami sudah sampai di kota X.
Aldi dan Arjun sudah menyambut kami di bandara. Kemudian Aldi mengajak kami makan siang di sebuah warung rumah makan Padang. Dan kami langsung memesan makanan.
" Gimana tadi perjalanannya Ma?" Tanya Arjun yang duduk di dekatku.
" Lancar aja Arjun, cuma adek Arini agak tadi agak rewel mungkin pusing karena mabuk perjalanan udara."
"Ooh .. Adek pusing tadi yaa?" Kata Aldi sambil mentoel pipi Arini. Arini cemberut dan mengangguk.
__ADS_1
Tak berapa lama makanan yang kami pesan sudah tersedia. Dan kamipun menyantapnya sambil ngobrol-ngobrol.
Setelah selesai makan, kami melanjutkan mencari hotel yang letaknya tidak terlalu jauh dari kampus Aldi.
Setelah memesan kamar, kami masuk dan beristirahat. Karena Azka dan Arini tampak lelah.
Sore harinya kami diajak berkeliling ke wisata taman bunga yang letaknya tidak terlalu jauh dengan hotel.
Malampun tiba, kami sudah di hotel . Beristirahat sejenak untuk hari yang sangat melelahkan.
Dua hari berlalu, tibalah hari ini yang sangat kami nantikan. Yaitu Aldi akan di wisuda.
Perataan wisuda di kampus Aldi sangat meriah. Aku bersyukur Aldi lulus dengan predikat cumlaude. Itu prestasi yang sangat membanggakan.
Esok harinya kami check out dari hotel dan mengajak anak-anak melanjutkan perjalanan kami ke daerah Pram.
Suamiku sudah janjian dengan Pram akan bertemu.
Pram menelpon suamiku, memberi selamat atas keberhasilan Aldi. Dan mbak Pipin menelponku juga menanyakan posisi kami saat ini dan tak lupa memberiku selamat atas prestasi Aldi.
"Wah hebat anakmu Dek... Cumlaude... Sepertinya gen dari kamu yaa Dek. Pinter..." Kata Pipin di telepon.
Aku tertawa. " iya mbak... Aku bersyukur banget dengan prestasi Aldi. Tapi kata siapa aku pintar?"
__ADS_1
" Sudah pasti dari Pram lah... Semua tentang kamu sudah mbak tahu dari Pram."
" Iih Pram tu melebih-lebihkan aja kok mbak, aku biasa aja. Cuma dewi keberuntungan lagi bersamaku."
"Ara, mbak tahu kamu selalu merendah. Awas lho jangan sampe kamu tu merendah tapi meninggikan mutu yaa .."
Aku tertawa...
" Ara ... Berarti nanti sore kamu dah sampe di tempatku yaa... Mau mbak masakan apa?" Tanya Pipin.
" Apa yaa ... Sudahlah mbak, gak perlu repot-repot. Yang penting kita bisa ketemu, Ara sangat seneng kok."
"Iyaa, mbak juga seneng banget Ar. Tapi mbak pingin masakin kamu. Kesukaanmu apa?"
" Gitu yaa mbak? Kalau begitu, Ara pingin cicip masakan mbak gulai ayam mbak aja. Soalnya waktu kita telponan kapan tu, mbak bilang lagi masakin anak-anak gulai ayam. Waktu tu kok Ara jadi pingin, cuma Ara gak bisa buat. He he he..."
" Ooh gulai ayam to.... Oke dah, nanti mbak masakin gulai ayam yaa... Tapi smoga kamu suka yaa Dek."
" Makasi banget mbak... Maaf jadi ngerepotin yaa..."
"Gak repot lah. Itu buatkan mudah dan cepat. Setengah jam aja mateng kok. Oke dah kalau begitu, sampai ketemu nanti yaa..."
Karena lelah, akhirnya aku dan anak-anakku yang cewek tertidur. Suamkui dan Aldi masih terjaga, sementara Arjun sudah mulai mengantuk, siap-siap tidur.
__ADS_1