Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Puisi untuk Ara


__ADS_3

Aku sampai di kantor sekitar 20 menit. Aku mencari kunci kantor di saku jaket, dan pintu pun berhasil kubuka.


Aku melihat Andre di mejanya sedang mengutak-atik komputernya. Aku menyapanya..


"Malem Dre... "Kataku.


Andre menoleh dan membalas sapaan ku kemudian melanjutkan fokus ke komputernya.


Aku menuju meja kerjaku, dan mulai mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh pak Amin, bos ku. Aku menyetel musik, lagu lawas Sheila on Seven. Sesekali aku ikut menyanyikan lagunya kalau kebetulan aku hafal liriknya.


Tiba-tiba pak Amin datang, kemudian menyapa aku dan Andre.


"Bagaimana proyek perusahaan CV x Pak Pram...Sudah rampungkan? " Pak Imam ke meja kerjaku sambil memperhatikan apa yang sedang aku kerjakan.


" Belum Pak, lagi sedikit. Aku masih menyusun data-datanya, soalnya data-data perusahaan CV x itu agak amburadul jadi harus dirapihkan dulu baru bisa disusun." Kataku menjelaskan kepada pak Amin sambil memperlihatkan data-data perusahaan yang dimaksud.

__ADS_1


Pak Amin memperhatikan data-data yang aku tunjukkan, kemudian manggut-manggut tanda mengerti.


"Menurut saya, sebaiknya datanya nanti dirapikan pakai program X aja Pak Pram, jadi bisa cepet beres dan tidak makan waktu lama." Kata Pak Imam memberikan arahan.


Aku mengangguk setuju.


Kemudian pak Amin menuju meja Andre dan memperhatikan apa yang dikerjakan Andre. Kemudian aku mendengar mereka diskusi tentang proyek yang ditangani Andre.


Malampun semakin larut, kami bertiga masih membahas proyek-proyek yang ditangani perusahaan kami. Tak berapa lama mas Gion datang. Rame dah diskusinya.


Aku kemudian ke dapur membuat kopi untuk kami berempat. Kantorku ini lumayan besar bangunannya, jadi ada dapur, dan ada 2 kamar kosong yang satunya untuk Andre dan satunya lagi jadi kamarku untuk beristirahat. Dan ada 3 ruangan besar yang dijadikan kantor.


Aku menyuguhkan kopi yang sudah aku buat, dan ada gorengan yang dibawa mas Gion jadi camilannya.


Kami berpindah tempat ke ruang rapat, karena mejanya di situ lebih besar, dan tempatnya lebih luas kalau mau diskusi.

__ADS_1


Kami memang lebih sering diskusinya malam hari, karena kami masing-masing mempunyai kegiatan bisnis sendiri di luar pada siang harinya. Kecuali ada keharusan beetemu dengan klien di siang hari baru kami kumpul. Namun sudah ada staf- staf yang lain yang harus standbay di kantor pada pagi sampai sore harinya.


Kami saking asyiknya diskusi, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Kemudian Pak Amin dan mas Gion pamit pulang, dan Andre masuk ke kamarnya karena sudah mengantuk.


Tinggallah aku sendiri, sekarang aku di meja kerjaku membuka laptop ku. Aku belum bisa tidur. Pikiranku masih terpusat ke Ara. Aku sudah berusaha mengalihkan perhatianku, namun selalu gagal.


Aku kembali membuka media sosial X yang diikuti Ara. Aku membuka semua yang ada di situ. Aku melihat ada foto Ara dan keluarganya lagi pergi liburan ke sebuah daerah wisata X. Aku melihat senyum teduh Ara, aku memperhatikan ketulusan wajah Ara.


Ara masih seperti yang dulu, sederhana, teduh, sabar, keibuan dan penuh ketulusan...


Tiba-tiba aku terbayang akan senyum yang selalu kudapat waktu di kelas dulu di SMA. Terbayang jelas wajah polos Ara, keluguannya, dan tawa kecilnya. "Ara... gadis pujaanku..." Batinku.


Entah mengapa, aku terdorong membuat puisi untuk Ara. Aku rangkai kata demi kata yang keluar dari lubuk hatiku yang paling dalam. Aku tulis sepenuh hati, dan sangat mengena di hatiku. Aku benar-benar ingin menumpahkan semua isi hatiku yang belum sempat aku ungkap dan aku tumpahkan waktu itu.


Setelah hampir setengah jam, akhirnya aku berhasil merampungkan sebuah puisi untuk Ara. Dengan sedikit keberanian aku mengirimkan puisi itu ke pesan pribadi untuk Ara di media Sosial X.

__ADS_1


Ara tahu kalau aku suka membuat puisi dari dulu, di SMA. Tapi aku belum sempat memperlihatkan semua puisiku padanya, aku tak tahu apa alasannya.


Setelah puisi itu aku kirim, aku lanjut mengerjakan tugas-tugas. Dan entah jam berapa aku tak tahu tiba-tiba aku sudah tertidur dalam posisi duduk di kursi kerjaku.


__ADS_2