Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Ara kepikiran Pram


__ADS_3

ARA


Aku menyiapkan makan malam untuk keluargaku. Aku dibantu Azka.


"Ma... Sayurnya dipotong seperti ini Ma?" Tanya Azka sambil menunjukkan wortel yang sudah dipotongnya.


,Aku mengangguk dan lanjut mengulek sambal.


'Nanti kentangnya dipotong dadu juga ya Az, kalau buncisnya cukup potong 2 cm aja, dikira-kira aja."


" Iya Ma." Azka mengikuti apa yang aku suruh.


Akhirnya aktivitas masak-memasak kami selesai juga. Sekarang aku menata makanan yang sudah matang. Setelah semua siap, aku menyuruh Azka memanggil semuanya untuk makan bersama.


Setelah kumpul semua, kami mulai menyantap hidangan yang ada. Arini duduk dekat aku, karena aku masih membantunya makan.


"Ma... malam ini hidangannya enak-enak semua. Semua rasanya mantap..." Kata suamiku memuji masakan ku..


"Aldi mau tambah lauknya Nak..." Kataku melihat piring Aldi yang sudah gak ada lauknya.


Aldi mengangguk," Makasi Ma..." Aku memberikan lauk ayam goreng untuk Aldi, kemudian aku tersenyum.


Aldi melanjutkan makannya. Sedangkan Arjun menambah sayur saja.


"Azka ma Arini gak nambah sayang..." Tanyaku.


"Gak Ma... Aku tadi dah makan kue, jadi gak muat ne perutku kalo nambah nasi lagi." Jawab Azka.

__ADS_1


"Kalo Arini, tambah kerupuk aja Ma." Kata Arini.


Aku mengambilkan Arini kerupuk.


Setelah selesai makan, suami dan anak-anakku ngobrol-ngobrol di teras. Dan aku membersihkan dan mencuci piring-piring dan gelas. Setelah semua beres, aku bergabung ma anak-anak dan suamiku di teras.


"Anak-anakku... nanti tidurnya jangan terlalu malem yaa.. Biar besok bisa berangkat sekolah tepat waktu." Kata suamiku mengingatkan anak-anakku.


Semua mengangguk. Kemudian satu persatu anak-anakku masuk meninggalkan teras.


Tinggallah aku berdua dengan suamiku.


Suamiku menceritakan bos baru nya dan kegiatan nya tadi siang waktu periksa keadaan jalan di desa x.


"Ma... Bisa tolong buatin aku kopi?" Kata suamiku sambil memegang handphone nya. Aku ke dapur menyiapkan secangkir kopi untuk suamiku.


"Iya sayang... Mama bawain kopi Papa dulu yaa, Adek tunggu Mama di kamar yaa sayang..."


"Iya Ma... Mama jangan ngobrol ma Papa lama-lama yaa... ntr adek ngantuk duluan..." Kata adek sambil menuju kamarnya. Aku mengangguk.


Aku menyuguhkan kopi ke suamiku. "Pa... Aku masuk kamar dulu yaa...Adek minta diajarin PR nya Pa... " Kataku pada suamiku.


Suamiku mengangguk, aku menuju kamar Arini.


"Mama... Arini sudah mulai ngantuk Ma...Boleh adek bobok Ma? " Pinta Arini manja.


"Sayang... Adek kerjain PR nya dulu bentar yaa, kan Mama mau bantuin... Jadi nanti adek ngerjain PR nya gak lama... " Kataku membujuk Arini. Maklum Arini anak paling kecil jadi bawaannya manja dan kadang suka merajuk.

__ADS_1


Arini masih merajuk manja. Tapi setelah aku bujuk, akhirnya Arini mau juga ngerjain PR nya.


Skitar setengah jam PR Arini beres juga. Kemudian Arini bobok, karena memang dari tadi Arini sudah menguap terus.


Aku membereskan PR Arini, dan aku membantunya memasukkan buku-buku pelajarannya besok sesuai dengan jadwalnya.


Dari tadi handphone ku bunyi terus, ada notifikasi pesan masuk. Aku duduk rebahan di tempat tidur, sambil membuka HP ku.


Satu-satu pesan yang masuk aku balas. Kemudian mataku tertuju pada group SMA Bio. Aku melihat chatting teman-teman tadi siang.


Aku melihat kontak Pram, kemudian kubuka profilnya... Tiba-tiba hatiku berdegup kencang, entah perasaan apa. Aku memperhatikan semua bagian-bagian wajahnya yang berubah.


Banyak pertanyaan yang ada dalam pikiranku, Pram sekarang tinggal di mana? Menikah dengan siapa? Punya putra putri berapa? Hmmm... Aku menghela nafas panjang...


Aku menutup HP ku dan bersiap-siap untuk tidur.


Tak berapa lama suamiku masuk kamar, dan mengajakku tidur.


"Ma... Aku ngantuk banget, kita tidur dah yuk..."kata suamiku.


"Iya Pa, tapi Mama mau lihat anak-anak dulu sebentar, Mama mau cek supaya semua segera tidur." Kataku sambil beranjak dari tempat tidurku.


Setelah aku cek kamar anak-anakku, kemudian aku balik ke kamar lagi dan bersiap-siap untuk tidur.


Suamiku memelukku dan mencium rambutku, karena aku posisinya membelakangi suamiku. Suamiku sepertinya ada hasrat karena gak juga segera tidur. Aku diciumi terus dari tadi. Aku mengerti gelagatnya.


"Bang... Aku ngantuk banget, bisa besok aja yaa..." Pintaku.

__ADS_1


"Hmmm... Gitu yaa... Iya sudah, sekarang kita tidur dah yaa..." Kata suamiku sambil memelukku lagi. Tak berapa lama kemudian akhirnya aku dan suamiku tertidur, mungkin karena aktivitas kita di siang hari yang padat membuat kami benar-benar mengantuk.


__ADS_2