
Setelah suamiku tahu hubunganku dengan Pram, hubunganku dengan suamiku biasa aja.
Tapi suamiku berubah. Dia lebih perhatian padaku, dan menunjukkan rasa sayangnya padaku.
Saat semua itu terbuka, aku sudah pasrah dengan keadaan rumah tanggaku. Bahkan aku bersikap tegas kalau suamiku memaksa untuk memberitahukan Mamaku, aku memutuskan untuk pulang ke orangtuaku. Aku memilih berpisah, kalau memang harus seperti itu.
Namun akhirnya suamiku mengikuti keinginanku dan tidak mempermasalahkan lagi hubunganku dengan Pram. Karena dia berfikir hubunganku dengan Pram benar-benar berakhir.
Aku lagi di toko sendirian sambil menyiapkan orderan yang akan aku kirim.
Tiba-tiba masuk pesan dari nomor yang tak kukenal.
Aku membaca pesan yang masuk itu.
"Ara... ini aku, Pram..."
Aku lega akhirnya Pram menghubungiku, aku sangat mengkhawatirkannya. Aku langsung menjawabnya.
"Iya Pram... "
"Aku mau telpon, bisa?" Kata Pram.
__ADS_1
"Iya Pram..."
Kemudian masuk panggilan dari Pram dan aku langsung menerima panggilannya. Karena sudah hampir seminggu Pram gak ada kabarnya.
"Ara ..., gimana keadaanmu? Aku sangat khawatir Ar, tapi aku gak bisa berbuat apa-apa..."
"Pram... Maafin aku... Aku sungguh-sungguh minta maaf yang sebesar-besarnya Pram. Aku sudah membuat posisimu semakin sulit di sana. Maafin aku." Aku pun langsung menangis.
"Sudahlah Ara ku... Gak apa-apa. Ini semua sudah jalan Nya. Memang Tuhan menginginkan semuanya terbongkar. Aku gak masalah dengan keadaanku. Namun Aku sangat mengkhawatirkan mu."
"Aku baik-baik saja Pram. Kamu sendiri gimana keadaanmu?" Tanyaku.
" Sayaangku... Aku sayang banget ma kamu Ar... Aku gak tenang beberapa hari ini. Pipin menceritakan semuanya padaku, dia ngamuk-ngamuk. Tapi aku sudah pasrah Ar. Pipin berfikir kamupun harus hancur rumah tanggamu."
"Ara... Kamu bener baik-baik saja kan... Dia gak jyakitin kamu kan???" Tanya Pram dengan nada khawatir.
"Aku sungguh gak apa-apa Pram. Aku baik-baik saja." Kataku menenangkan Pram.
"Aku mau lihat kamu Ar..."
"Iya Pram, aku juga pingin liat kamu. " Kataku.
__ADS_1
Kemudian Pram mengalihkan panggilannya menjadi panggilan video.
"Sayangku... I love you... Kamu agak kurus Ar..." Kata Pram sambil memperhatikan wajahku.
Aku tersenyum dan menghapus air mataku.
"Aku baik-baik saja sayangku .. I love you... Kamu baik-baik saja kan..." Kataku.
Pram mengangguk, namun aku melihatnya menangis.
"Kenapa kamu kok nangis Pram?"
Pram hanya menggeleng.
" Pram... Kamu kenapa? Kamu lelah Yaa dengan keadaan ini? Yaa Pram?? Jawabin aku." Aku menangis lagi.
Kami berdua menangis.
"I love you Ara... Aku sangat mencintaimu... Aku gak pernah mikirin diriku Ar... Aku khawatir dengan keadaanmu. Aku ingin kamu selalu baik-baik saja. Aku ingin kamu selalu bahagia. Tapi hubungan ini bisa membahayakanmu Ar. Aku khawatir Ar. Aku takut terjadi apa-apa dengan kamu. Aku gak akan memaafkan diriku kalau sampai terjadi apa-apa denganmu." Pram menangis lagi.
Baru kali ini aku melihat menangis seperti ini. Aku semakin sedih melihatnya.
__ADS_1
"Ara... Aku bahagia melihatmu baik-baik saja. Tapi aku takut kalau sampai suatu saat tiba-tiba suamimu melakukan hal-hal yang aku takutkan."
"Gak sayang... Aku yakin itu tak akan terjadi. Tapi Pram, apapun yang terjadi, aku ikhlas Pram. I love you..."