
ARA
Aku bahagia karena sekarang sesibuk apapun Pram selalu menyempatkan diri untuk menghubungiku.
Tadi sore walaupun Pram masih ada acara dengan bosnya, Pram menyempatkan diri menghubungiku. I love you Pram....
Kata Pram, acaranya akan berakhir hari ini.
Pulang dari toko, aku membuka sosial media Pram. Namun ternyata gak ada postingan baru. Aku ingin liat acara Tafakur alam yang diikuti Pram.
Kemudian aku mengirimkan pesan ke Pram. Aku mengirim sebuah puisi yang pernah dikirim padaku beberapa waktu yang lalu. Puisi yang yang dikutip Pram dari sebuah kumpulan puisi cinta sederhana.
" Aku mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu ...
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.."
Aku senang sekali ternyata pesan yang kukirim langsung dibaca. Namun aku heran kok Pram gak membalas pesanku. Aku tunggu balasan Pram. Namun ternyata Pran tak juga membalas pesanku. Aku mulai panik.
"Jangan-jangan mbak Pipin yang membaca pesanku." Pikirku Aku bingung karena aku tak mungkin menarik kembali pesanku karena sudah dibaca. Akhirnya aku pasrah.
Aku terdiam, hati dan pikiranku kacau. "Akan ada badai besar, yaa Tuhanku...."bathinku.
Tak berapa lama ada telpon masuk dari nomor yang tidak aku kenal. Aku tak menerima panggilannya. Aku diam dan bingung.
__ADS_1
Tak berapa lama masuk lagi panggilan dari nomor yang sama, namun aku tolak. Lalu masuklah pesan.
"Hai kamu, dasar perempuan setan yaaa. Kamu gak punya malu. Apa maumu hah??"
" Sekarang katakan apa maumu!!!"
"Kamu perempuan tak tahu malu. Kamu benar-benar gak punya malu."
Aku membaca pesan yang masuk dari nomor yang tak kukenal.Tak terasa air mataku menetes. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku bingung. Aku sudah membuat kesalahan besar yang bisa membuat kehidupan Pram hancur berantakan. Aku menangis.
Masuk lagi panggilan dari nomor yang sama namun aku tetap menolaknya.
Kemudian masuk pesan lagi dari nomor yang tadi.
Ternyata Pipin yang menghubungiku. "Aku menghancurkan segalanya Tuhan..." Jeritku dalam hati.
Aku putuskan untuk membalas pesan mbak Pipin.
"Yaa mbak... Maafkan aku."
"Aku salah. Maafkan aku mbak."
"Maaf katamu. Enak aja. Sekarang aku akan bongkar semuanya di suamimu. Biar kamu juga hancur sekalian!!! Kamu gak tahu malu."
__ADS_1
" Maafkan aku mbak Pin, aku janji akan lupakan Pram. Tapi tolong jangan katakan semua ini ke suamiku. Ini tidak seperti yang mbak pikirkan."
"Enak aja! aaku benci sama kamu."
"Silahkan mbak maki-maki saya, tapi tolong jangan bilang ke suamiku. Please ..." Aku memohon.
"Aku tetap akan katakan semua ini ke suamimu. Biar kamu juga hancur!"
Aku menangis, aku pasrah. Aku menunggu apa yang akan terjadi sekarang. "Tuhan, bantu aku...Kumohon..."Pintaku dalam hati kuberdoa.
Tak berapa lama suamiku masuk ke kamar dan duduk di sebelahku. Suamiku menatapku penuh amarah.
Berarti mbak Pipin benar-benar memberi tahu suamiku. Aku menarik nafas dan menenangkan hati dan pikiranku.
Aku masih memgang handphone ku. Aku kemudian memblokir nomor mbak Pipin. Aku hapus semua pesan-pesannya.
.
"Ma ..Aku mau ngomong."" Kata suamiku.
"Ya Pa...Aku dengarkan..." Kataku dan tertunduk.
"Kenapa kamu lakukan ini Ma... Aku gak habis pikir. Kamu gak punya malu Ma..."
__ADS_1