Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Titah Raja


__ADS_3

Pagi-pagi aku sudah mencoba mandi dengan air hangat. Aku belum bisa ke toko. Badanku masih lemas.


Aku duduk di depan cermin sambil memperhatikan wajah dan badanku yang tampak kurus dn pucat.


"Ma... Papa antar anak-anak sekolah dulu yaa. Mama pingin di beliin apa? Biar Papa sekalian keluar. "Kata Suamiku.


"Mama gak pingin apa-apa Pa... Hati-hati di jalan yaa Pa."


Suamiku tersenyum dan mencium rambutku.


"Papa jalan dulu yaa..."


"Iya Pa..."


Kemudian suamiku mrngantar anak-anak sekolah.


Aku melihat pesan-pesan yang masuk dan membalasnya. Kemudian aku menelpon Siti untuk menanyakan keadaan toko.


Aku bersyukur ada Siti. Saat aku sedang sakit seperti ini kehadiran Siti sangat membantu.


Setelah selesai menelpon Siti, aku mencoba merebahkan badanku. Aku merasa lelah dan badanku masih juga belum fit. Aku mengirim pesan ke Pram.


Aku menanyakan kabarnya. Pram langsung menelponku.


" Iyaa Pram.. Gimana kabarmu Pram?"


"Aku sehat Sayang... Kamu juga dah sehatkah?"

__ADS_1


"Aku sudah baikan, lebih baik dibandingkan dengan kemarin."


Pram kemudian mengalihkan ke panggilan video dan akupun menerimanya.


"Ara .. I love you... Aku kangen baget ma kamu Ar." Pram mengecup keningku.


Aku tersenyum. Kutatap wajah Pram dengan mata teduhnya.


"Ar... Kamu agak kurus, dan masih pucat. Kamu nanti malam ke dokter lagi yaa... Supaya bisa cepet pulih... Tolong ikuti kata-kataku. Yaa Sayang..." Pram menatapku.


Aku tersenyum.


"Ara... Aku serius. Jangan cuma tersenyum aja dari tadi. Jawab aku dengan "Iya.."


Aku mengangguk. " Yaa Pram."


"Ara... Kamu harus tahu. Kalau di rumah, aku tu seperti raja. Jadi apapun yang aku katakan menjadi titah yang harus dilaksanakan. Yaa titah raja Ar. He he" Kata Pram sambil menatapku tajam dan tersenyum.


"Hmmmm ... Aku jadi takut Pram.


" Kenapa takut? Emang aku makan orang?"


"Takut kalau rajanya ntar gak bijaksana." Katu sambil memonyongkan mulutku.


"Gak sayang....Aku sayang banget ma kamu Ar. Aku akan menjadi raja yang baik. I love you..." Pram mengecup keningku.


Aku tersenyum." I love you Pram..."

__ADS_1


"Ar... Aku gak lama yaa... Ini ada orderan gede yang harus aku selesaikan. Udah dulu yaa sayang..."


Aku menggeleng.


"Sayang... doain aku yaa... Agar aku berhasil dan tetep berdoa untuk kita yaa sayang.... Tetep dukung aku, semangati aku dan jaga hatimu untukku."


Aku mengangguk. " Aku selalu mendoakanmu Pram. Kamu juga jaga hati, jangan macem-macem di luaran sana. Yaa..."


"Iyaa sayang...I love you .. Udah dulu yaa ..." Kata Pram sambil menatapku manis.


"Tapi aku masih kangen Pram... 5 menit lagi yaa..." Pintaku.


Pram tersenyum dan mengangguk.


"Oh iyaa Pram, tadi cerita dapet orderan gede. Mantap. Ceritain dong..."


" Besok aku cerita kalau kamu dah sehat bener yaa... Makanya sekarang kamu harus pajsa diri makan yaa supaya cepet sembuh. Dan ingat,nanti malam harus ke dokter yaa..."


"Iyaa... nanti malam aku ke dokter."


" Aku serius Ar... Aku minta kamu harus ke dokter, harus!!! Jangan kasi Raja marah, inget." Kata pram sambil membulatkan bola matanya.


Aku tertawa. " Iyaa Rajaku yang galak."


"Nanti malam aku chat kamu, aku mau pastiin kamu bener-bener ke dokter.Ini harus, ini titah raja."


"Iya Baginda raja.. Siap... Titahmu akan aku laksanakan." Aku tersenyum.

__ADS_1


Kemudian panggilan aku akhiri karena Pram lagi buru-buru akan menyiapkan orderan custmernya. "Semangat dan sukses selalu Pram." Doaku.


__ADS_2