
Aku berangkat ke kampus lebih pagi dari biasanya. Karena hari ini Seminar Regional X diadakan.
Seminar diadakan di auditorium X karena pesertanya lumayan banyak dan membutuhkan tempat yang lebih luas.
Sesampainya di kampus, aku langsung mencari Icha dan Amir, tapi aku tak menemukannya. Aku menuju ruang panitia di bagian belakang auditorium, kulihat kak Arif dan beberapa teman panitia sedang berkumpul.
"Ar, masuk yuk," kak Joko menepuk pundakku dari belakang. Aku kaget.
"Ooh iya kak, " jawabku sambil mengikuti kak Joko.
Kemudian kak Joko mengadakan rapat singkat tentang kesiapan panitia untuk acara seminar. Rapatnya tidak lama, karena setengah jam lagi Seminar dimulai. Kemudian semua panitia yang sudah datang mengambil tugasnya masing-masing.
Setelah selesai mengatur panitia, kak Joko menghampiri aku
"Ar, tolong rapikan dasiku ." Kak Joko melihat dan berdiri di depanku.
Aku gugup dan bingung, karena aku tidak tahu bagaimana cara merapikan dasi.
Aku memegang dasi kak Joko, kemudian aku memperhatikan alur pasangan dasinya. Aku tersenyum karena aku merasa sepertinya aku bisa melakukannya.
Kak Joko memperhatikan aku, mungkin dia tahu kalau aku gak pernah memasang dasi.
Aku berhasil merapikannya. " Sudah kak, dah rapi".
Kak Joko tidak menjawab, tapi dia malah memandangku. Aku tambah gugup.
"Kak, diliatin banyak orang tu, malu," kataku menyadarkan kak Joko.
Kak Joko tersenyum. "Makasi yaa Ar, doain seminar ini lancar yaa.. Sekarang temani aku ke depan yuk, sambut pak Rektor dan undangan," kak Joko mengajakku.
__ADS_1
Namun aku menolaknya. " Kak, maaf aku gak bisa nemenin, kakak aja yang ke sana yaa. Aku bantu Icha urus konsumsi. "
Awalnya Kak Joko kecewa, tapi akhirnya dia tersenyum.
"Baiklah, tapi nanti kamu jangan pergi jauh-jauh yaa. Kamu tetap di sini, biarin Icha ma yang lain yang kesana kemari urus konsumsinya. Soalnya aku gak mau nanti pas aku mencarimu ee kamu gak ada."
Aku mengangguk dan tersenyum.
Aku dan kak Joko gak sadar kalau ternyata ada seorang gadis sedang memperhatikan kami. Mirna memperhatikan dari luar pintu.
Kemudian kak Joko berlalu menuju pintu masuk ruangan Auditorium menyambut tamu dan peserta seminar.
Mirna menghampiri aku.
"Pagi Ara... tadi aku lihat bang Jo manja banget sama kamu," kata Mirna sambil tersenyum.
"Pagi kak Mirna... Itu hanya perasaan kakak aja. Kak Joko memang begitu sikapnya sama semua orang," jawabku dan tersenyum. Aku tahu kak Mirna cemburu melihat kak Joko bersikap seperti itu kepadaku.
Selang beberapa jam, Seminar Regional memasuki jam break.
Icha memanggilku. "Ar, kamu dicari ma kak Joko tu...Kamu dari mana aja??" Icha mencari aku di parkiran motor.
"Aku tadi ke tempat foto kopi," jawabku singkat sambil bergegas masuk ke auditorium. Icha mengikuti aku.
Aku masuk lewat pintu samping, langkahku terhenti. Kulihat kak Joko memandangku dengan tatapan tajam.
"Ayo kita masuk Ar, panas nih," ajak Icha.
"Kamu duluan dah Cha,"jawabku.
__ADS_1
Icha lanjut berjalan masuk.
Kak Joko menghampiri aku.
"Ar... Di situ panas. Kamu masuk dong, ngapain kamu berdiri di situ."
"Iya kak..." Jawabku. Akupun melangkah masuk, namun kak Joko meraih lenganku. Dan mengajakku ke pojok dekat tiang.
"Ar, kamu ke mana aja? Kan tadi aku sudah bilang kalo kamu tu jangan kemana-mana. Kalo ada perlu apa-apa kamu tinggal minta tolong teman-teman yang lain yang jalan. Aku dari tadi cariin kamu, semua kutanyain tapi gak ada yang tahu kamu ke mana. Huh..." Kak Joko meremas rambutnya, tampak kak Joko kesal.
Kemudian aku menjelaskan ke mana aku pergi dan apa alasanku kenapa aku pergi.
"Yaa udah... Kamu capek yaa Ar, ini aku bawakan kamu kue," kata kak Joko sambil memberiku sekotak kue.
"Makasi kak... Untuk kakak aja, aku masih kenyang, lagian ini kan kue jatah kakak," jawabku.
"Temenin aku makan yaa Ar... ":pinta kak Joko.
Aku mengangguk dan mengambil 1 potong kue. Kemudian kami makan kue bersama.
"Ar, aku bersyukur sejauh ini seminar berjalan lancar. Aku seneng banget."
"Iya kak, syukurlah. Smoga lancar sampai sesi terakhir gak ada kendala. Sekarang kak Joko koordinir teman-teman yang mengurus makalah-makalah yang harus dibagikan ke peserta dan sertifikatnya kak," kataku mengingatkan
"Ara, makasi yaa... Kamu sangat membantuku, makasi perhatianmu Ar." Kak Joko menatapku dan tersenyum. Tampak kebahagiaan di pancaran matanya.
Aku tersenyum. Kemudian kami masuk ke ruangan di samping auditorium.
Kak Joko langsung mengkoordinir teman-teman yang mengurus makalah dan sertifikat. Kemudian kak Joko masuk ke dalam auditorium untuk melanjutkan seminar karena waktu break sudah berakhir.
__ADS_1
Akhirnya sekitar pukul 2 siang, seminar selesai dan semua berjalan lancar. Kami semua merasa puas dengan hasil yang sudah kami capai.