
Aku duduk di pojok surau, kebetulan sejuk tempatnya.
Aku sudah 2 kali mencoba menelpon mamak(ibuku) tapi belum juga terhubung. Aku duduk menghela nafas. Kupandangi langit, aku tersenyum.
" Betapa indahnya," bathinku.
Langit yang tadi tampak mendung sudah cerah kembali. Aku duduk merenungi keadaanku. Tanpa kusadari tiba-tiba air mataku menetes. Perasaanku campur aduk. Aku tak tahu mengapa aku merasa senang namun di sisi lain hatiku juga bersedih.
Kupandangi foto mamak yang sudah lama sangat aku rindukan. Aku sudah hampir 4-5 tahun tak pernah bertemu mamak. Kalau aku rindu, aku menelponnya sebagai obat pelipur rasa rinduku, kadang video Call.
Ibuku sekarang sudah semakin tua, " Jagalah slalu ibu hamba yaaa Tuhan, " Bathinku.
Handphone ku berdering, ternyata dari ibuku.
"Mak... Apa kabar Mak? Aku kangen banget m Mamak." Kataku.
" Alhamdulillah Mamak sehat....Iyaa mamak juga kangen ma kamu nak... Sudah lama kamu gak telpon mamak. Papamu juga dua hari lalu nanyain kabarmu."
" Oh iyaa? Gimana kabar Papa? Sehat kah? " Tanyaku.
"Iyaa sehat, cuma kadang pinggangnya aja yang sering kumat sakit. Tapi sekarajg Papamu sibuk urus kebun di belakang. Lumayan biaa pake tambah uang belanja dapur."
__ADS_1
Aku tersenyum membayangkan mamakku berbicara. Aku rindu ingin melihatnya. Panggilan kualihkan ke panggilan video.
" Apa ini Pram.... Kamu minta panggilan apa ini?" Mamak sepertinya bingung karena biasanya ynag menerima panggilan Papa.
" Mamak tinggal terima aja, Pram kangen pingin liat mamak." Kataku
"Ooh gitu yaa yaa... sebentar." Dan tak berapa lama aku sudah melihat wajah mamak ku.
Aku tersenyum dan tiba-tiba aku ingin menangis. Aku ingin memeluknya.
"Mak... Pram kangen sekali sama mamak..."
Mamak langsung menangis.
"Iyaa lah mak, ne coha mamak liat badanku gemuk... Itu artinya Pram sehat kan Mak." Aku memperlihatkan badanku dan otot tanganku.
Mamak tertawa... Aku behagia melihat tawanya.
" Iya Nak... Kamu gemuk sekali. Kamu sehat yaaa.... Inget Nak, dekatkan diri pada Tuhan yaa... Mamak selalu doakan kamu dan semua adik-adikmu supaya selalu sehat dan selalu di jalan yang benar."
Aku mendengarkan apa yang dikatakan mamak sambil manggut-manggut. Dan mamak banyak memberikan aku nasehat-nasehat juga.
__ADS_1
Aku menunggu Papa, tapi Papa gak juga datang.
"Mak, sampaikan salam ku ke Papa yaa.... Maafkan aku atas salah-salahku yang dulu yaa... Aku juga minta maaf dan ampun ke mamak karena Aku sering buat mamak marah. Maafin aku yaa Mak." Kataku.
" Iyaa sayang... Mamak gak pernha masukkan ke hati Nak. Karena Mamak sayang ma kamu Pram. Kamu baik-baik di sana yaa.... Kerja yang bener dan halal yaa..."
"Iya Mak... Pram akan lakukan apa yang mamak suruh. Mak, maaf Udah dulu yaa Mak... Pram mau lanjut kerja dulu." Kataku mengakhiri percakapan kami.
Teleponpun mati setelah mamak mengatakan ," Iyaa..."
Aku tak tahu tiba-tiba hatiku berdebar-debar dan ada rasa gelisah yang sangat. Aku memikirkan semua orang-orang yang aku sayang. Aku berusaha menenangkan diri. Aku menarik nafas. Perlahan-lahan hatiku tenang kembali.
Aku melanjutkan ke rumah Tukang Sablonku di namanya Kardi. Sampai di rumah Kardi, aku memberikan bungkusan gorengan pada istrinya.
" Ne mbak, aku bawakan gorengan buat anak-anak."
"Makasi pak Pram ..." Aku menghampiri Kardi yang sedang bekerja menyablon.
"Kardi....aku istirahat bentar yaa... Aku mau baring-baring bentar aja." Kataku.
" Iyaa Pak, silahkan. Tu sudah ada bantal. Istriku tahu aja kalau Pak Pram akan istirahat." Kata Kurdi sambil cengar cengir.
__ADS_1
Aku tertawa. Kemudian aku merebahkan badanku, beristirahat sejenak. Aku berusaha tidur, namun tak bisa. Mataku terpejam, namun tidak dengan jiwa dan perasaanku.