Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Pram jadi pengusaha besar


__ADS_3

Setelah 2 tahun merintis usaha akhirnya aku berhasil. Aku sekarang mempunyai banyak cabang di beberapa daerah. Aku bahagia dan puas melihat usahaku ini berhasil.


Orang yang mendanai aku juga sangat puas dengan hasil yang sudah aku peroleh.


Walaupun usahaku sudah berhasil, aku tetap masih mengontrak rumah dan hidup sederhana.


"Bu... Sabila sudah siap? Ayo berangkat ke sekolah sama papa."


" Sabila dah siap Pa..."


Kemudian aku mengantar Sabila dan Pipin ke sekolah TK yang letaknya tidak jauh dari rumah. Sabila sekarang sudah masuk Taman Kanak-kanak. Biasanya aku mengantarnya berangkat ke sekolah, dan Pipin yang menunggunya di sekolah.


Pulang sekolah Sabila jalan kaki dengan ibunya, karena letak sekolah yang tidak jauh dari rumah. Sedangkan aku mengecek barang-barang di setiap cabang yang aku gilir waktunya. Itulah rutinitasku saat ini.


Aku usahakan untuk pulang kerja tidak terlalu sore supaya aku punya waktu bersama keluarga kecilku, apalagi sekarang Pipin sedang mengandung anakku yang kedua. Dan sebentar lagi akan melahirkan.


Aku berusaha agar aku bisa mencukupi kebutuhan mereka semua walaupun sederhana. Aku semakin semangat bekerja.


ARA


Aku sekarang sudah mempunyai rumah sendiri, yang letaknya tidak jauh dari rumah orang tua Muhlas suamiku. Awalnya aku tidak setuju membangun rumah di sana, karena aku gak bisa membayangkan kehidupanku jika rumahku berdekatan dengan rumah kedua orangtuanya. Tapi Muhlas berkeras dengan alasan supaya tidak lelah bolak balik mengantar pulang. Akhirnya aku setuju walaupun dengan berat hati.

__ADS_1


Saat ini aku sedang mengandung anakku yang kedua. Usia kandunganku sedang menginjak 4 bulan. Aku agak sering mual di pagi hari.


Di rumahku yang baru ini aku tinggal dengan adik iparku dan bapak mertuaku. Sedangkan rutinitas Ana dan ibu mertua yang mengunjungiku tetap tidak berubah seperti hari-hari sebelumnya.


Aku sudah belajar untuk tidak mempermasalahkannya, aku belajar menerima keadaan.


Hari ini suamiku berjanji mengajakku jalan-jalan untuk mengunjungi mamaku. Jadi pulang kantornya gak terlalu sore.


"Sudah siap dek? " kata suamiku.


"Iya... ini aku lagi menyiapkan beberapa pakaian Aldi aja. "


Begitulah kalau sudah mempunyai baby kalau mau pergi kita harus menyiapkan semua keperluannya, pakaian dan celana ganti, Pampers nya dan makanan ringannya.


"Sudah... Tadi pagi aku sudah mengabari mama kalo kita akan datang berkunjung. Mama senang sekali bang, salamnya katanya."


Suamiku tersenyum. Setelah semua beres, kamipun berangkat.


Kehamilanku yang kedua ini agak berbeda dibandingkan waktu aku mengandung Aldi. Perutku lebih besar. Mungkin karena kehamilan kedua jadi perutnya sudah molor yaaa, jadi tampak besar perutnya walaupun baru hamil 4 bulan.


Mama menyambut kedatangan kami dengan wajah gembira sekali. Karena aku jarang berkunjung ke rumah mama, begitu pula mama jarang mengunjungiku.

__ADS_1


" Cucu mama ini yaa... Ooowh sudah besar sekarang yaa... Ndut ndut lagi ." kata mama sambil menggendong Aldi yang sekarang sudah bisa berjalan.


Aldi menyalami neneknya, kemudian menciumnya. Mama tak henti-hentinya mencium Aldi, mungkin karena rasa kangen ma cucunya.


Aku dan suamiku menyalami mama dan mengikuti mama yang mempersilahkan kami masuk.


"Ara... Tolong kamu buatkan suamimu teh hangat yaa. Mama mau main sama Aldi dulu, mama gemes liat Aldi yang montok ne."


Aku langsung masuk ke dapur menyiapkan teh untuk kami bertiga. Sebelumnya aku masuk ke kamarku. Aku merapikan kamar mama dan kamarku.


Saat aku merapikan kamarku, aku melihat buku diary ku di atas meja belajar. Aku mengambilnya, dan ada foto yang terjatuh. dari buku diaryku. Aku memungutnya.. Ternyata foto Pram...


"Pram.... Apa kabarmu sekarang... Kamu hilang seperti ditelan bumi, aku gak tahu bagaimana kabarmu. Kamu sudah menikah Pram? " Sejenak aku teringat Pram. Aku teringat perhatian kecilnya kepadaku saat di kelas. Candaannya yang kadang garing hanya ingin membuat suasana jadi ramai di kelas. Saat bersepeda dengannya.


Aku melihat bunga edelweis pemberiannya.. "Smoga kaku bahagia Pram..." bathinku. Aku kemudian meninggalkan kamarku dan menuju dapur.


Aku ke ruang tamu sbil membawa 3 cangkir teh hangat, dan kusodorkan untuk suamiku, mama dan untukku sendiri. Aku melihat di meja sudah ada beberapa macam kue yang disuguhkan oleh mama.


"Rupanya Aldi suka kue lemper yaa... "Kata mama sambil menyuapi Aldi. Aldi mengangguk.


"Bang, tehnya diminum bang, mumpung masih hangat." Kataku.

__ADS_1


Suamiku meneguk tehnya. Kemudian mama menyodorkan kue untuk suamiku.


Aku senang sekali bisa berkunjung ke rumah mama, walaupun kunjunganku gak lama. Yapi cukuplah sebagai obat rinduku pada mama.


__ADS_2