
PRAM
Aku sendirian di kantor, kebetulan Rahma baru aja pulang. Katanya ada jam ngajar les sore ini.
Aku baru saja menelpon Muhlas. Aku memintanyabuntuk benar-benar menyayangi Ara, mencintai Aea seutuhnya. Aku tak peduli apa tanggapan Muhlas tentangku, yang penting aku sudah mengingatkannya. Terserah Muhlas marah atau kesal padaku. Aku tidak peduli. Aku hanya tak suka melihat Ara sedih.
Aku marah mendengar cerita Ara bahwa suaminya akan menikah lagi. Andai aku dekat posisiku dengan suaminya Ara, aku sudah buat perhitungan dengannya. Huh!!!!
Ingin rasanya aku di dekat Ara saat ini. Namun itu hanya hayalanku saja, karena semua itu tak mungkin. Aku hanya bisa berdoa smoga Ara slalu dikasi kebahagiaan.
Aku sudah berjanji pada Ara bahwa saat waktunya tiba, aku akan menjemputnya. Banyak pikiran yang sedang bermain-main di kepalaku.
Aku bertekad untuk bekerja lebih giat lagi agar aku bisa berhasil dan mencukupi kebutuhan anak dan istriku dan menyelesaikan semua tanggung jawabku di sini Setelah itu semua selesai, barulah aku akan menjemput Ara. Itu keinginanku.
Kutatap foto profil Ara, kemudian aku mengedit foto Ara. Aku ganti latar belakangnya dengan cahaya lampu remang-remang. Setelah selesai mengedit, aku memperhatikan hasil fotonya. Hmmm "Cantik dan anggun Ar....I love you..." Bathinku.
__ADS_1
Aku menyimpan foto yag sudah kuedit itu di handphone ku, dan langsung kukirim ke Ara...Dan Kukihat Ara langsung melihatnya. Namun Ara tak membalas pesanku.
Tiba-tiba telponku berdering, kulihat ternyata panggilan dari istriku. Aku langsung mengangkatnya.
"Ada apa Bu? "
"Papa bisa pulang sekarang? Soalnya ibu mau minta dianter pergi ke supermarket sebentar. Soalnya semua perlengkapan mandi habis."
" Ooh yaa Bu... Tunggu Papa, sebentar lagi Papa nyampe rumah. Papa kunci kantor dulu yaa." Kataku kemudian aku mengakhiri panggilan.
Aku membereskan kan laptopku kemudian aku bergegas pulang.
"Pa... Langsung berangkat yaa Pa. " Kata istriku.
"Hmmm .... Papa mau mandi sebentar aja Bu... Tunggu yaa.." Kataku sambil tersenyum namun istriku cemberut dna manyun.
__ADS_1
"Maaf Bu... Papa gerah nih dibadan Papa bergetah semua nih.. Tunggu yaa..." Kataku dan langsung menuju kamar mandi.
Gak sampai 5 menit aku sudah selesai mandi. Kemudian aku bersiap-siap, dan keluar dari kamar.
" Tuh kan, Papa dah siap gak sampai 5 menit." Kataku sambil tersenyum memandang istriku. Naun aku melihat wajah istriku berubah jadi cemberut dan menekuk wajahnya.
"Hmmm kenapa lagi nih? Apa lagi nih salahku." Pikirku.
Istriku langsung berjalan mendahuluiku, aku mengikutinya. Namun aku tak bertanya atau berbicara sepatah katapun. Karena ku takut salah ngomong.
Kemudian aku mengantar istriku ke supermarket yang dimaksud. Di sepanjang perjalanan kami diam seribu basa. Aku menarik nafas dan berfikir ada apa gerangan kenapa wajah istriku lngsung berubah setelah aku selesai mandi.
"Aduuuh!!!! Hmmm pasti dia melihat foto Ara yang sudah ku edit. Duh... runyam dah..." Kataku dalam hati.
Sapai di supermarket, istriku tetap diam tak mau berbicara sepatah katapun. Namun wajahnya sudah tak secemberut tadi.
__ADS_1
Aku menemaninya memilih barang belanjaan yang akan dibeli. Sekitar 10 menit, kami sudah selesai belanja. Aku membayar di kasir dan sesekali ketatap istriku. Namun istriku tetap acuh dan cuek gak mau melihatku.
Sikap istriku dingin banget. "Yaaah... Aku tahu dan sadar aku salah...Maafin aku Pin..." Batinku.