Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Pram merasa tidak pantas


__ADS_3

Malam semakin larut namun mataku tidak bisa kupejamkan. Vertigoku sepertinya akan kambuh. Aku langsung mengambil obat Vertigoku yang selalu menemaniku di tas kecilku.


Aku meminum obatku. Aku menenangkan pikiranku yang sudah mulai kacau.


Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Aku sudah mulai tenang, dan vertigoku sudah dapat aku atasi.


Aku mengambil handphone ku. Aku mencari kontak baru yang dipakai Pram untuk menghubungiku.


Ternyata nomor itu lagi online. Aku kemudian menunggu karena aku lihat lagi mengetik pesan.


"Ara... Maafkan aku yaa... Aku akan menenangkan diri dulu. Karena keadaan rumah tanggaku benar-benar lagi di ujung tanduk. Pipin setiap saat marah terus. Aku tidak bisa mengerjakan apa-apa kalau seperti ini terus. Sementara anak-anakku butuh makan."


"Tolong ngertiin aku yaa Ar. Kamu tahu bagaimana perasaanku padamu. Tolong beri aku waktu. Aku sangat aayang dan sangat mencintaimu Ar."


"Aku akan menenangkan keadaan di sini dulu Ar."


Aku membalas pesan Pram.


"Aku mengerti Pram. Aku juga gak tega liat keadaanmu seperti ini. Melihatmu seperti tadi, membuatku sadar bahwa kamu saat ini sedang tidak baik-baik saja. "


"Apa yang menurutmu baik, lakukanlah. Jangan pikirkan aku. Aku sayang ma kamu. Kamu bahagia, aku juga bahagia."


"Aku dukung apapun yang kamu lakukan."


"Aku percaya kamu sayang dan cinta ma aku, tapi keadaan kita saat ini memang sangat tidak memungkinkan. "

__ADS_1


" Sejujurnya Pram, ini berat bagiku.


"Ara... menurutku sebaiknya kamu pastikan perasaanmu padaku, mungkin apa yang kamu rasakan bukan cinta dan sayang. Mungkin apa yang kamu rasakan hanya karena kamu terobsesi saja. Maafkan aku Ara..."


"Kalau rasa cinta dan sayangku tak perlu kamu ragukan lagi. Aku sangat menyayangimu, sangat mencintaimu."


"Apa maksudmu Pram? Kenapa kamu meragukan perasaanku padamu??? Kamu jahat Pram!!!"


"Maafin aku Ara..Aku melihat kebahagianmu tadi bersama keluargamu. Jadi aku gak yakin kalau kamu benar-benar sayang ma aku. Kamu hanya kasihan ma aku, bukan cinta Ar."


"Aku sudah hancurkan keluargaku demi kamu, dan kamu tahu bagaimana aku berani ungkapkan keinginanku di istriku kalau aku ingin menikahimu."


" Dan tadi kita sudah bertemu, kamu sudah liat keadaanku yang sebenarnya. Aku pria gendut yang tidak pantas untukmu, sementara kamu masih muda, cantik. Aku gak yakin kamu benar-benar mau menjadi istriku."


Aku sedih membaca pesan Pram. Aku menangis. Aku sedih karena ternyata Pram meragukan perasaanku padanya. Aku tidak membalas pesan Pram.


"Pram, aku bisa mengerti tentang keadaanmu di sana. Dan aku mendukung apapun yang kamu lakukan karena aku sayang dan percaya ma kamu. Tapi aku kecewa karena kamu meragukan perasaanku padamu."


"Kamu anggap aku hanya terobsesi dan kasihan ma kamu. Aku gak suka kata-katamu itu."


"Maafin aku Ar... Aku bilang begitu karena aku merasa gak pantas untukmu setelah bertemu langsung denganmu. Aku hanyalah laki-laki gagal dengan keadaan diri seperti ini,mana mungkin kamu benar-benar menyayangiku. Mana mungkin kamu menyayangi laki-laki seperti aku."


Aku menangis membaca pesan Pram. Aku hanya membacanya saja.


"Ar.... maafkan aku yaa.. Maafkan aku yang slaah menilaimu. Aku hanya takut kehilanganmu. Aku sangat menyayangimu, tapi aku merasa tak berdaya. Ara... maafkan aku. Toloang balas pesanku."

__ADS_1


"Iya Pram.... Aku gak suka kamu meragukan perasaanku. Tolong jangan ulangi lagi Pram. Aku ingin kita slalu saling menguatkan. I love you."


"Iyaa sayang... maafin aku. Oh iya Ara... Aku memblokir nomor hp mu di nomor pribadiku. Karena aku tadi ribut sama istriku. Tolong maafin aku, dan kuharap pengertian mu."


"Iya Pram, tak perlu kamu jelaskan dan gak perlu minta maaf Pram. Aku sudah ngerti."


"Aku ingin kamu baik-baik saja, dan aku akan menunggumu. "


"Bener yaa sayang... Tunggu aku. Aku akan semakin giat bekerja, aku akan menyelesaikan urusan dan tanggung jawabku di sini. Setelah itu aku akan menjemputmu. I love you forever...."


"I love you...."


"Oh iya Ara... Kapan kamu akan balik ke kotamu?"


"Besok siang Pram."


"Iyaa sayang... hati-hati di jalan, doaku selalu menyertaimu...Maaf kalau pertemuan kita tidak seperti yang kita harapkan."


"Aku bahagia dengan pertemuan kita Pram. I love you .... Setelah 20 tahun,Tuhan mengijinkan kita bertemu lagi."


"Iya Ara... Oh iya Ar, besok aku gak bisa mengantarmu balik, keadaanku gak memungkinkan. Walaupun aku ingin sekali mengantarmu. Maafin aku."


"Iya gak apa-apa Pram. Aku ngerti sayang..."


"Udah dulu yaa... Sekarang kamu istirahat dulu yaa. I love you...."

__ADS_1


"Iya sayang... I love you too...forever..."


Setelah itu aku mencoba untuk tidur.


__ADS_2