Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Harus berpisah


__ADS_3

Pram tetap menggandeng tanganku. Kami berjalan menuju tempat teman-teman Pram dan rombongannya berkumpul. Semua mata memandang ke arah kami.


Aku gugup, dan berusaha melepaskan tanganku dari gandengan Pram. Namun Pram menggenggam erat tanganku.


"Diem... Ikut aja." Kata Pram sambil terus berjalan menghampiri teman-temannya.


Akhirnya aku ngikut aja.


Sampai di tempat teman-temannya berkumpul, Pram memperkenalkan aku.


"Ini Ara... Istriku... "Kata Pram.


Kemudian ada temannya menyodorkan tangannya untuk memperkenalkan diri, langsung dihadang Pram.


"Hmmm ... Gak boleh sentuh-sentuh. Cukup kenalannya sebut nama saja." Kata Pram serius.


Aku menganggukkan kepalaku sedikit sebagai tanda hormat dan perkenalan diri. Kemudian yang lain ikut memperkenalkan diri.


Karena waktu sudah mepet, Pram dan teman-temannya buru-buru bersiap untuk masuk ke mobil.


Pram terakhir masuk ke mobil. Dan sebelum masuk mobil, Pram menyodorkan tangannya. Aku mencium tangannya. Kemudian Pram mencium keningku, dan mencium tanganku.


"Doain aku Yaa Ar... I love you... Tunggu aku cintaku..." Pram menatapku, kemudian mencium keningku lagi.


Aku mengangguk dan tersenyum. Namun tak bisa kusembunyikan air mataku ingin menetes,dan akhirnya aku menangis.

__ADS_1


Pram menghapus air mataku sambil tetap menatapku. Kemudian Pram melepaskan tanganku yang dari tadi digenggamnya.


Aku hanya bisa menatapnya. Kemudian mobil yang ditumpangi Pram dan teman-temannya mulai meninggalkan area parkir. Aku hanya berdiri di depan mobilku.


Kulihat Pram melambaikan tangannya sambil terus memandangku sambil tersenyum. Aku melambaikan tanganku dan berusaha menenangkan diriku.


Mobil itu hilang dari pandangan. Aku masuk ke mobilku, dan berlalu meninggalkan rumah makan penuh kenangan.


Sesampainya di rumah aku langsung makan, karena dari pagi aku gak enak makan. Saat aku menyantap makananku, handphone ku berbunyi.


Dan kulihat Pram yang menelponku. Akupun menerimanya.


"Ara... Kamu sekarang di mana?"


"Hmmm kok gitu si Ar? " Nada bicara Pram terdengar marah.


"Hmmm aku tadi gak nafsu makan Pram. Ini pas aku sampe rumah, ee aku kok lapar banget. Jadi yaa aku langsung makan deh Pram."


"Ara...lain kali jangan gitu lagi yaaa... Makan teratur ya... Denger aku Ar? "


"Iyaa aku denger. Aku gak gitu lagi dah. Yaa sayangku, jangan marah dong..."


"Iyaa sayang... Aku gak marah. Aku mau ngabari kamu kalau aku sudah sampai bandara. Ini aku dah masuk dalam pesawat. Doain yaa sayang...I love you..."


"Iyaa Pram... Love you...Semoga perjalananmu lancar dan kamu sampai rumah dengan selamat yaa Pram."

__ADS_1


Pram mengalihkan ke panggilan video, akupun menerimanya.


Aku lihat Pram sedang duduk di dalam kabin pesawat.


"Sayang... I love you, tunggu aku yaa..." Kata Pram sambil menatap mataku penuh harap.


Aku mengangguk. "Yaa Pram. Aku akan menunggumu..." Kataku sambil tersenyum.


Kemudian Pram mencium keningku lewat handphone nya.


"Udah dulu yaa... Ara... Aku slalu mencintaimu, aku butuh kamu. Jaga diri baik-baik di sana yaa..." Kata Pram.


Aku mengangguk dan kemudian Pram mengakhiri panggilannya.


Aku lega dna bahagia .... Sangat bahagia...


Aku melanjutkan makanku, namun tiba-tiba terjadi gempa lagi. Aku kaget dan refleks kakiku menuju pintu untuk keluar.


Namun rasa kaget dan traumaku sudah mulai berkurang. Aku merasa lebih tenang dari sebelum-sebelumnya.


Kemudian aku memanggil Azka, Arini dan Arjun. Anak-anakku segera keluar berlari menuju pintu depan.


Setelah kami berkumpul di halaman, aku mengajak anak-anakku untuk masuk tenda yang sudah didirikan .


Gempa tak lama terjadi, hanya beberapa saat saja. Namun rasa trauma itu masih ada kami rasakan.

__ADS_1


__ADS_2