Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Pertemuanku dengan Mbak Pipin


__ADS_3

Sore harinya kami sampai di daerah X, tempat tinggal Pram. Kami langsung check in di hotel yang sudah kami pesan sebelumnya melalui suatu agen.


Dan suamiku sudah memberi tahu Pram, hotel tempt kami menginap. Aku kembali ke hotel yang sama tempat kami menginap beberapa tahun lalu saat berkunjung ke kota ini.


Aku menarik nafas dalam. Aku terkenang. Terkenang saat pertama kali bertemu Pram lagi setelah 20 tahun kami berpisah.


" Ma.... Adek seneng ke hotel ini Ma. Ini hotel yang dulu tubyaa Ma...." Kata Arini membuyarkan lamunanku.


"Iyaa Dek. Sekarang kita masuk yuk..."Kataku. Aku menggandeng Arini untuk masuk.


Saat kami masuk, ternyata sudah ada Pram menyambut kedatangan kami. Aku tak bisa membohongi perasaanku, hatiku bergetar. Ada rasa rindu, karena lama aku tak pernah bertemu lagi dengan Pram. Dan lama kami tak pernah melakukan panggilan video.


Aku menepis semua rasa yang tiba-tiba menghampiriku.


" Wah rupanya kita sudah ditunggu Pak Pram, Ma...." Kata suamiku.


Pram saat melihat kedatangan kami, langsung menghampiri kami. Pram dan suamiku berpelukan, kemudian disusul Aldi dan Arjun menyalami Pram.


Pram menghampiri Azka dan bersalaman, lalu Pram menghampiriku dan duduk jongkok di depan Arini.


" Ini siapa namanya yaa... Om lupa... Siapa namanya cantik?" Kata Pram.


" Arini Om..." Arini menyalami dan mencium tangan Pram.


"Ooh iyaa yaa... Om sekarang inget, Arini yaa..." Arini mengangguk dan Pram berdiri di hadapanku.


Aku menundukkan kepalaku sedikit, sebagai tanda salam dariku. Pram tersenyum.

__ADS_1


Kemudian Pram balik ke posisinya semula.


Suamiku mempersilahkan Pram untuk duduk.


" Maaf kami terlambat, tadi perjalanannya agak macet." Suamiku membuka percakapan.


" Iyaa gak apa-apa Pak... Aku juga baru datang. " Kata Pram.


" Pak Pram sendirian ke sini yaa..." Kata suamiku.


" Iyaa Pak. Tadi sebenarnya istriku minta ikut tapi aku bilang sebaiknya kamu siap-siap aja di rumah. Istriku lagi masak gulai ayam. Karena itu istriku gak bisa ikut menyambut kalian. Salam permohonan maaf nya Pak🙏 ." Pram menundukkan kepalanya kepadaku. Aku hanya tersenyum.


Suamiku tersenyum.


" Iyaa sudah... Kalau begitu kami taruh barang-barang di kamar dulu yaa. Setelah itu kita langsung jalan."


" Iya yaa... Silahkan Pak....Aku tunggu di sini." Pram mempersilahkan.


Setelah itu kami berangkat menuju rumah Pram. Pram membawa sebuah mobil tua.


Sekitar 20 menit sampailah kami di sebuah perkampungan, dan Pram memarkir mobilnya. Kemudian kami berjalan melewati gang tersebut.


" Nah kita dah sampa i anak-anak... Om tinggalnya di di ujung lorong itu. Setelah melewati lorong itu sampailah kami di sebuah rumah sederhana.


Aku melihat ada seorang gadis sedang menata makanan di hamparan karpet panjang. Itu pasti salah satu anak gadis Pram.


Pram mengucap salam.

__ADS_1


" Eh Papa... Sudah sampai..." Katanya dan menyalami Pram dan mencium tangannya.


"Ini anakku, Rahma...Nak...salam ma Om Muhlas ma tante Ara."


Rahma kemudian menyalami dan mencium tangan Muhlas dan tanganku bergantian. Pram memperkenalkan anak-anakku ke Rahma dengan menyebut namanya satu persatu.


Tak berapa lama keluarlah seorang remaja laki-laki dan seorang gadis. Dan kulihat mbak Pipin juga keluar setelahnya menyambut kami.


" Dek Ara yaa...."Aku tersenyum dan mbak Pipin memelukku erat , Kami berpelukan.


Aku menangis terharu begitu juga dengan Pipin. Kami berpelukan dan menangis terharu.


Hatiku berbicara... " Maafkan aku mbak..."


" Ayooo sudah dulu kangen-kangennya." Aku dan Pipin tersadar dan melepas pelukan kami mendengar suara Pram.


Pram kemudian memperkenalkan Sabila dan Yusuf.


"Kenalkan ini anakku yang paling besar dan bungsu. Ini Sabila dan ini Yusuf." Sabila dan Yusuf menyalami kami satu persatu.


" Nah, sekarang kita makan dulu yaa.... Ini Tante sudah masak gulai ayam ma daging rendang. Smoga semua suka yaa...."Kata Pipin mengajak kami makan bersama.


Kemudian kami makan bersama. Dan suamiku memuji masakan mbak Pipin.


"Wah... Enak sekali masakannya mbak. Sepertinya mbak bisa buka warung nih..."


Mbak Pipin tampak senang.

__ADS_1


"Iyaa sekarnag kalau memang enak, ayo dihabiskan... "


Saat aku makan, aku tersadar ada yang sedang memperhatikanku.


__ADS_2