Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Ara sakit


__ADS_3

Hari ini aku merasa badanku pegel-pegel semua. Aku gak tahu kenapa. Badanku terasa remuk.


Banyak orderan yang harus aku siapkan dan aku harus pergi ke supplier ku. Aku minum air hangat. Kemudian aku duduk menenangkan diri.


"Ma... Aku antar ke toko yaa... "Kata suamiku.


"Gak usah Pa... Aku bisa sendiri, lagian Papa banyak kerjaan. Gak pa-pa kok aku pergi sendiri."


"Iyaa udah, mama hati-hati Yaa."


Aku mengangguk dan menyalami suamiku.


Kemudian aku mengeluarkan mobil dari garasi dan bersiap menuju toko supplier ku.


Sampai di supplier aku langsung mengambil barang-barang yang aku perlukan. Aku gak banyak ngobrol di sana karena badanku terasa semakin gak enak.


Aku balik ke toko, namun aku sungguh sudah tidak kuat lagi. Badanku terasa panas namun kedua kakiku terasa dingin.


Aku langsung menelpon Siti dan memintanya untuk menungguku di toko, dan aku sudah mengabari Siti kalau aku lagi kurang sehat.


Sampai di toko aku mulai sempoyongan dan langsung masuk ke ruangan istirahat. Siti membantuku, dan aku lihat ada teh hangat di meja dekat tempat tidur.


Aku langsung rebahkan badanku.


"Siti, tolong rapiin belanjaan ibu di mobil. Tolong kamu rapikan yaa."


"Iya Bu, ibu istirahat dulu biar Siti yang bereskan semuanya. Oh iya Bu, tadi Siti sudah buatkan ibu teh manis hangat, Ibu mau minum teh dulu?" Tanya Siti.


Aku menggelengkan kepalaku, dan mencoba pejamkan mataku.

__ADS_1


Siti kemudian merapikan belanjaanku tadi. Dan mulai membuka toko, merapikan barang-barang di etalase.


Aku merasa badanku semakin gak karuan rasanya. Aku mencari obat penurun panas di dalam kotak obat. Kemudian aku meminumnya. Setelah itu aku mengirim pesan ke Pram.


"Pram, aku gak enak badan. Aku mau tidur dulu."


Aku minum teh yang sudah dibuat Siti, kemudian aku mencoba memejamkan mataku. Kutarik selimut yang ada di ujung kasur.


Siti kemudia masuk kamar, dan merapikan selimutku


"Bu, Siti telponin bapak yaa, biar bapak jemput ibu. Ya Bu?" Tanya Siti.


Aku hanya mengangguk.


Lima menit kemudian suamiku dan anakku Arjun sudah sampai di toko, dan langsung mencari ku ke kamar.


Suamiku mengusap keningku.


Aku hajya tersenyum, dan mengangguk.


Kemudian suamiku membantuku menuju mobil. Siti membantu merapikan tas dan handphone ku, lalu dimasukkan ke dalam mobil. Sementara Arjun yang menyetir membawa mobilku balik


Sampai di rumah aku langsung tidur dan lemes banet. Karena semakin lama terasa badanku semakin sakit dan lemes ditambah lagi demamku semakin tinggi.


Suamiku menemaniku di kamar. Oh iya, suamiku sudah ambil pensiun dini jadi lebih banyak di rumah. Kecuali ada yang meminta jasanya, baru bekerja.


"Apa kata Papa tadi, seharusnya Mama mau kuantar."


"Sudah jalannya Pa...."

__ADS_1


"Tapi mama jadi gak sakit seperti ini." Kata suamiku.


"Pa... Mama istirahat dulu yaa..." Kataku. Aku malas berdebat.


"Iya Ma...Istirahatlah. Papa ada di ruang kerja yaa....Nanti kalau butuh paa-apa tinggal panggil Papa yaa.."


Aku mengangguk. Suamiku keluar dari kamarku.


Tak berapa lama Pram menelpon dan aku tolak panggilannya.


Masuk pesan dari Pram


"Ara... terima telponku. Aku khawatir. Please Ar." Pram memohon.


Aku kemudian menelpon Pram, karena aku tidak mau kalau Pram khawatir dan ganggu konsentrasinya bekerja.


Pram langsung menerima panggilanku.


"Yaa Pram... Aku cuma demam aja kok ."Kataku.


"Ara... aku khawatir Ar. Aku mau lihat kamu " Pram langsung mengalihkan ke panggilan video Aku menerimanya


"Sayang... I love you .." Kata Pram kemudian mengecup keningku lewat handphone nya.


"Pram ...Aku istirahat dulu yaa... Badanku sakit semua. Nanti kalau ada waktu aku kirim kabar yaa.."


" Ara... Nanti malam kamu harus ke doker yaa... Jangan bantah. Dengerin aku yaa...Ini perintah, harus!!!" Kata Pram sambil melotot


Aku tersenyum dna mengangguk.

__ADS_1


"Dah, sekarang kamu istirahat dulu yaa. Sayang, I love you..."


"I love you sayangku..." Kataku kemudian telpon kuakhiri.


__ADS_2