Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
"Doaku selalu menyertaimu"


__ADS_3

Pesawatku sudah landing....


Lega rasanya akhirnya sampai di tanah kampung sendiri.


Aku mengaktifkan handphone ku. Ada pesan masuk. Kulihat dari notifikasi ternyata dari Pram. Akupun membuka pesannya.


"Ara.. Doaku selalu menyertaimu. Selamat sampai tujuan yaa...Jaga diri dan kesehatanmu."


Aku menghela nafasku.


" Iyaa Pram ... Makasi doanya. Kamu juga jaga kesehatanmu, jaga mbak Pipin yaa... Ini aku dah sampai."


Pesanku langsung dibaca Pram. Namun dia tidak membalas pesanku.


Aku dan Pram sudah lama saling membatasi diri.


Aku kemudian menghampiri Azka dan Arini yang sedang menungguku di pojokan bandara.


" Ma .. Papa masih ke toilet sama abang-abang." Kata Azka.


" Iyaa Kak... Kakak ma adek gak pingin pipis?"


Keduanya menggeleng. Mereka asyik dengan game yang ada di handphone nya masing-masing.


Tak berapa lama suamiku dan anak-anak bujangku menghampiri kami. Kemudian kami pulang setelah mobil online yang kami pesan datang.

__ADS_1


Sampai di rumah kami langsung beristirahat.


*******


Sejak pertemuanku dengan mbak Pipin itu, hubunganku semakin baik. Kami sering saling berkirim kabar dengan mbak Pipin. Namun aku tak pernah berkabar ke Pram ke kontaknya secara langsung.


Siang ini mbak Pipin menelponku.


" Kamu gimana Dek usahanya di sana, Lancarkan? " Kata mbak Pipin.


" Ia mbak, alhamdulilah lancar mbak. Karena sekarang reselerku bertambah terus mbak jadi lebih banyak yang bantu jualan. " Kataku sambil tertawa.


"Ooh syukurlah....Berarti jualan onlinemu berhasil yaa... Alhamdulillah, aku seneng dengarnya."


"Ne ngomong langsung ma orangnya." Kata mbak Pipin dan terdengar suara Pram.


"Iyaa Ar... Hmmm..... Sekarang jualanku juga semakin laris dan ramai Ar...Semakin banyak pelangganku. Kamu bantu doa yaa Ar... Anak-anak pingin ke mudik liat si Gembul.katanya..." Pram tertawa.


Kamipun tertawa bersama.


"Iyaa Pram....Ini Arini tanyai aku terus. Kapan sih Tante Pipin ma Om Pram jengukin Arini?"


"Oh iyaaa???" Kata Pram.


"Iyaa.... Setiap malam Arini nanyain. Aku bilang, Tante Pipin ma Om Pram lagi usaha cari rezeki biar bisa terbang ke sini."

__ADS_1


Terdengar Pipin dan Pram tertawa.


" Iyaa Ar... Salamku untuk adek Arini yaa.... Doain Om yaa... Ar, lanjut ngobrol ma istriku yaa... Aku mau anter orderan dulu." Kata Pram.


" Oh iyaa Pram.... Hati-hati di jalan yaa...Mana mbak Pipin." Kataku.


"Ne aku, Dek....Arini itu ngangenin yaa... Aku jadi gak sabar pingin ketemu. Gimana keadaan anak-anakmu Dek. Sehat semua kan ..." Tanya Pipin.


"Sehat semua mbak.... Alhamdulillah. Anak-anak di sana gimana, sehat-sehat semua kan..."


"Iyaa Alhamdulillah sehat semua...Eh iyaa, Aldi gimana, sekarang kegiatannya apa setelah tamat kuliah."


"Aldi sekarang lagi ikut daftar di perusahaan tambang X. Smoga bisa lolos yaa mbak. Minta doanya yaa mbak."


"Oh iyaa yaa... Mantap... Mbak doaken smoga Aldi bisa lolos di perusahaan X itu yaa... Itu kan perusahaan besar Dek.... Wah gajinya bakal gede tu Dek."


"Iyaa mbak....Smoga Aldi bisa lolos."


Kami ngobrol kesana kemari. Kalau kami sudah telponan tak terasa kadang sampai 1 jam-an. Topik obrolan kami macam-macam, mulai dari kabar anak-anak sampai soal masakan. Sungguh menyenangkan.


Telepon akhirnya terhenti karena ada pelanggan yang minta dilayani aku.


Aku lanjutkan packing orderan-orderan yang masuk dan harus dikirim hari ini, seperti biasa Siti setia membantuku.


Setelah semua orderan selesai, aku dan Siti bersiap-siap pulang. Siti pulang lebih dulu sedangkan aku menunggu suamiku menjemputku.

__ADS_1


__ADS_2