Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Pipin Dirawat di Rumah Sakit


__ADS_3

Aku senang mendengar keadaan rumah tangga Pram sudah membaik. Karena itu akan membuat Pram bisa bekerja lebih baik.


Hari berganti hari, minggu berganti minggu.


Keadaan semakin membaik. Pram dengan keluarga kecilnya yang semakin hari semakin baik. Dan aku dengan keluarga kecilku juga semakin hari semakin baik. Sementara aku dan Pram tetap saling menyayangi dan mencintai dengan sadar akan batas hubungan kami. Kami mengikuti ke mana angin akan membawa rasa kami


Hari ini aku dan suamiku sedang jalan-jalan ke pantai untuk berjemur.


Tiba-tiba ada pesan masuk dari no yang biasa dipakai Pram untuk menghubungiku.


Aku membuka pesannya.


"Ar... Pipin sakit. pipin muntah-muntah dan sakit kepala yang amat sangat. Semalam aku bawa ke Rumah sakit, kemungkinan di rawat inap. Doain smoga Pipin baik-baik saja... I love you..."


Aku langsung membalas pesannya.


"Yaa Tuhanku... Ya Pram, aku doain semoga mbk Pipin baik-baik saja dan segera sehat dan pulih yaa Pram... Kamu yang kuat yaa... I love you too.."


Aku menarik nafas dalam-dalam. Aku kepikiran dengan kesehatan mbak Pipin. Sejujurnya aku aayang pada mbak Pipin. Aku menyayanginya seperti kakakku. " Sembuhkanlah mbk Pipin yaaa Tuhanku..." Doaku.


Suamiku mengajakku ngobrol namun pikiranku bercabang. Aku masih kepikiran dengan keadaan mbk Pipin.

__ADS_1


Sekitar 1 jam berjemur, aku mengajak suamiku untuk pulang. Hari ini adalah hari Minggu, jadi aku tak buka toko Aku meluangkan waktuku untuk anak-anak dan suamiku.


Di perjalanan pulang, suamiku bertanya padaku.


"Ma.... Papa lihat dari tadi Mama seperti gak fokus Ada apa Ma?" Tanya suamiku.


Aku menggeleng.


" Hmmm gak ada apa-apa Pa. Mama cuma kepikiran ma orderan yang belum diurus." Kataku berbohong.


"Oooh gitu... Iya ma... Kita ke sana aja gimana?" Kata suamiku.


"Maksud Papa kita pergi ke toko, gimana?" Kata suamiku.


"Ooh gitu... iya udah Ma, kita langsung pulang dah yaa..." Kata suamiku.


"Iya Pa..."


Sesampainya di rumah, aku langsung menuju kamarku. Aku lihat Azka dan Arini sedang asyik bermain puzzle.


"Duh anak-anak Mama lagi maen apa nih. Kayanya seru yaa..." Tanyaku.

__ADS_1


" Azka, sudah ajak Arini makan siang nak?" Tanyaku pada Azka.


"Sudah Ma... Tadi Arini dah makan bareng Azka." Kata Azka.


"Oh iyaa, tadi makan apa Nak? Telur dadar?"


"Gak Ma, tadi kita makan mie goreng pake telor ceplok Ma. Buatan Kak Azka enak Ma..." Kata Arini.


"Ooh gitu... iyaa syukurlah... Kak Azka kan memang pinter masak. " Kataku memuji Azka.


Azka tampak senang, dan mengangkat jempolnya.


"Iyaa udah, sekarang lanjut dulu dah mainnya yaa .. Mama mau istrahat dulu yaa Nak. Mama kayaknya kurang enak badan ne." Kataku.


Kedua anak gadisku mengangguk.


Aku menuju kamarku. Sementara suamiku duduk di teras sambil mengitak-atik handphone nya.


Di kamar aku memandang foto profil Pram. Kemudian aku membuka media sosial Pram. Ternyata tadi pagi Pram mengupload foto istrinya yang sedang dirawat.


Aku kagum pada Pram. Walaupun dia mencintaiku namun dia juga tetap menyayangi istrinya. Dia tidak menelantarkannya. Pram adalah laki-laki yang bertanggungjawab. Bertanggung jawab pada keluarganya.

__ADS_1


Kamu harus kuat Pram, kamu bisa lalui semua ini.


Melihat keadaan mbak Pipin, aku hanya berdoa semoga Mbak Pipin segera sembuh dan sakitnya tidak parah. Kabulkan doaku Tuhan....Aamiin...


__ADS_2