Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Pram cemburu


__ADS_3

Hari ini aku bangun dangan badan yang segar, mungkin karena aku istirahat cukup. Aku melakukan aktivitas sehari-hariku seperti biasa. Setelah beres semua pekerjaan di rumah, aku langsung berangkat ke toko.


Sampai di toko, aku lihat Siti audah selesai beres-beres barang pajangan di etalase.


Aku membuka orderan yang masuk, lalu aku serahkan listnya ke Siti untuk menyiapkan kiriman.


"Siti... Hari ini orderan yang harus kamu kirim gak banyak. Bisa kamu siapkan sendiri?" Tanyaku.


"Iyaa bisa bu, serahkan ma Siti dah Bu. "Kata Siti percaya diri.


Aku tersenyum dan memberikan alamat pengirimannya.


Aku kemudian melihat handphone ku, dan aku melihat ada undangan masuk group dari Pram. Aku menerima undangan itu.


Aku melihat Pram online. Di group itu aku lihat sudah banyak pesertanya. Dan kemudian Pram memperkenalkan aku ke peserta group reseller.


"Selamat pagi Bu Ara.. Inilah Ibu Ara owner Azka Style..." Tulis Pram.


"Selamat pagi semua..." Tulisku.


Kemudian perkenalan produk dan penjelasan masing-masing produk aku sampaikan di group. Pram begitu semangat dalam menjalankan program-program di group. Dan aku melihat, anggota group antusias mengikuti penjelasan-penjelasan yang diberikan Pram.


Aku kagum pada Pram, ternyata Pram memang handal dalam bidang promosi penjualan.


Setelah kurang lebih 2 jam aku ikut nimrung di group reseller yang dibuat Pram, aku akhirnya minta diri untuk mengurus toko offline ku.


Namun Pram lanjut chatting pribadi.


"Ara... gimana menurutmu group reseller tu?"


"Seru Pram, aku ngeliatnya minat anggota group besar sekali. Aku optimis bakal naik ni omset penjualan Azka Style." Kataku.


"Iya Ar. Aku senang melihat antusias peserta group, aku juga optimis Ar."

__ADS_1


Kemudian Pram menjelaskan padaku apa strategi yang akan diambil supaya group reseller itu bisa benar-benar menaikkan omset penjualan.


Kami menikmati kebersamaan kami.


Saat kami sedang chatting tiba-tiba datang Opik, reseller toko offlineku. Aku minta ijin Pram untuk melayaninya dulu, karena memang kebiasaan Opik kalau ke toko gak pernah mau dilayani Siti.


Sekitar 1jam berlalu, Pram kembali chatting aku.


"Ar... Udah pulang si Opik tu? " Tanya Pram.


"Belum Pram. Kamu lagi ngerjain apa? " Tanyaku.


" Hmm aku gak ngerjain apa-apa. Dari tadi aku nungguin kamu. "


"Ooh gitu... Aku lanjut dulu yaa."


"Asyik banget sih ngurusin si Opik.Hmmm"


"Iiih kok ngomong begitu Pram?? Ara gak suka."


Aku menyuruh Siti membeli sesuatu untuk makan siang. Setelah Siti pergi, aku langsung menelpon Pram. Panggilan pertama Pram tidak menjawab teleponku. Kemudian aku mencoba menelpon nya lagi. Dan Pram mengangkat telponku.


" Yaa Ara..." Aku mendengar suara Pram seperti agak kesal.


"Pram... Kenapa? Ara ada salah?" Tanyaku.


"Hmmm... "


"Pram...."


Pram langsung mengalihkan ke panggilan video. Dan Akupun menerimanya.


Aku bisa melihat wajah Pram yang cemberut. Aku kemudian menundukkan pandangan ku, karena aku melihat Pram yang wajahnya lagi kesel.

__ADS_1


"Ara... Aku gak suka liat Opik ke sini trus kamu melayaninya lama-lama. Emang harus dilayani lama-lama seperti itu?" Kata Pram menatapku.


Aku tersenyum melihatnya seperti itu. Tapi Pram malah marah melihatku tersenyum.


"Ara... Kamu gimana sih, aku kasi tahu kok malah senyum-senyum gitu."


Aku berhenti senyum.


"Ara... Kalau jualan, cukup layani keperluan pembeli aja, jangan ngobrol-ngobrol. Aku gak suka liat kamu akrab ma laki-laki lain."


"Iya Pram."


"Aku serius Ar...."


Aku hanya mengangguk dan diam saja.


"Ara...Maafin aku yaa..." Kata Pram, aku tetap diam.


'Ara... Aku sayang ma kamu Ar. Sayang banget Ar.."


"Iya Pram. Tapi kamu marahnya gak harus gitu juga. Pake wajah cemberut seperti itu. Aku jadi takut."


"Ara... Aku tu gak marah, aku cuma gak suka kamu ngobrol lama-lama ma laki-laki lain."


"Iya tapi berhenti dong cemberutnya." Kataku sambil tersenyum.


Akhirnya tersenyum.


"Ara... Sejak awal kita ketemu lagi, aku pungin setiap saat telpon kamu. Pingin liat kamu."


"Iiiih gombal.... Malu Ara dengernya."


"Aku serius Ara... Kadang aku berfikir kenapa dulu aku gak punya keberanian. Sekarang denger kamu mau melayani pembeli laki-laki aja, aku sudah merasa takut dan kesal. Maafin aku yaa..." Kata Pram sambil menatapku.

__ADS_1


Walaupun kita hanya ngomong dan ketemunya lewat panggilan video, tapi perasaanku bisa bergetar seperti ini. Aku merasa seperti ada gelombang listrik yang sedang menjalar menyetrum hati dan ragaku.


__ADS_2