Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
"Ibu mohon Pa..."


__ADS_3

PRAM


Aku akhirnya menyerah, mau menginap di rumah sakit. Aku benar-benar sudah susah bernafas.


Aku memejamkan mataku, menikmati setiap detik sakit yang kurasakan. Aku ikhlas.


Aku melihat istriku tidur di depanku, dengan posisi duduk, tangannya menggenggam tanganku dan kepala di pinggir tempat tidurku.


Aku ingin mengelus rambutnya namun aku sangat lemah, aku tak mampu. Aku ingin memghapus air matanya namun tanganku tak mampu.


Aku tahu istriku begitu setia dan sangat menyayangiku. Aku sangat beruntung memiliki istri seperti dirinya.


Dan aku bahagia, istriku sudah tidak marah pada Ara lagi. Aku melihat bagaimana istriku bersikap saat menerima telpon Ara.


Saat ini, aku benar-benar lemah tak berdaya. Di setiap hembusan nafasku, aku bersyukur setelah begitu banyak kenikmatan yang aku terima dari Sang Pemilik waktu selama ini.


Aku merasa saat ini aku benar-benar tak berdaya. Keinginanku tak bisa kulakukan karena ketidakberdayaan yang sedang aku hadapi.


Aku menghela nafasku. Aku berusaha menstabilkan nafasku yang tersengal-sengal. Alat bantu pernafasan masih terpasang.


Aku menatap sekeliling ruangan tempatku dirawat. Ada istriku tidur di dekatku, dan ada anakku Yusuf sedang tidur di lantai beralaskan karpet, meringkuk dalam selimutnya.


Anakku Sabila dan Rahma tinggal di rumah. Besok mereka ke rumah sakit gantiin Yusuf.


Akupun teringat Ara. Aku tak ingin Ara tahu kalau aku sakit. Aku tak ingin membuatnya khawatir. Tapi ternyata Pipin memberitahu Ara.


Aku menarik nafas perlahan...

__ADS_1


Aku ingin sembuh, aku ingin melihat orang-orang yang aku sayangi bahagia. Aku ingin menyelesaikan tanggung jawabku yang masih banyak di keluargaku. Aku masih ingin membahagiakan kedua orangtuaku yang belum sempat aku bahagiakan.


Begitu banyak keinginanku, namun akankah terwujud?


Sementara saat ini aku hanya bisa tidur dengan nafas yang sangat lemah.


Aku tak sadar tiba-tiba air mataku menetes.


Tiba-tiba istriku terbangun.


" Papa terbangun yaa..." Kata istriku sambil menghapus air mataku.


Aku tersenyum, dan mengenggam tangan istriku.


"Papa pingin minum?"


Aku menggeleng.


"Gak Bu... Papa gak pingin apa-apa. Papa hanya ingin menikmati malam ini. Maafin Papa yaa Bu." Kataku.


" Pa... " Istriku mencium keningku.


""Papa tenangkan pikiran Papa yaa... Biar Papa cepat sembuh. Yaa... Ibu sayang ma Papa, dan Papa gak pernah salah ma ibu. Ibu bahagia udah punya suami kayak Papa. Papa begitu nyayangi ibu. Ibu bisa rasain itu. Soal Ara, ibu sudah ngerti Pa... Papa gak salah. Cinta papa untuknya pun gak salah, karena jauh sebelum ibu, cinta Papa sudah ada untuk Ara. Ibu yang minta maaf Pa."


"Maafin Papa, Bu....Apapun alasannya, Papa sudah nyakitin hati ibu...Tolong maafin Papa yaa .." Kataku dengan suara pelan.


Dari awal bertemu Ara, aku tahu apa yang kulakukan salah, tapi cintaku gak salah. Namun perasaan cintaku pada Ara akhirnya menyakiti hati istriku. Aku merasa bersalah dan menyesal karena itu.

__ADS_1


"Papa .... Sekarang papa istirahat yaa...jangan pikirkan macam-macam. Yaa..."


Aku tersenyum.


"Papa belum bisa tidur Bu... Ibu istirahat dulu yaa, Papa gak mau liat ibu sakit." Kataku.


"Ibu juga belum bisa tidur... Ibu temenin Papa yaa..." Kata istriku dan mencium pipiku, keningku.


Aku mengangguk.


"Pa .. Papa inget gak waktu Papa ngambek? Gara-gara ibu cemburu..." Kata istriku sambil menatapku dan tersenyum.


Aku mengangguk.


"Tau gak Pa... Waktu tu ibu pikir kalau ibu tunjukkan rasa cemburu ibu, ntar Papa bakal meyakinkan ibu, terus Papa akan membujuk ibu. Eeee diluar dugaan dan harapa. Papa malah marah ma ibu dan ngambek gak mau ngomong. Ibu jadi bingung, lho kok malah jadi seperti ini. Ibu malah bingung sendiri, Papa inget kan peristiwa itu."


Aku tersenyum dan mengangguk.


"Paa... Ibu tu sejak pertama kali ketemu Papa, langsung jatuh cinta ma Papa. Ibu jadi posesif gak mau lihat Papa dideketin ataupun ngobrol ma cewek lain." Istriku tersenyum- senyum sendiri.


Aku tersenyum melihatnya. Aku melihat bagaimana istriku sangat mencintaiku.


"I love you,Bu...."


"I love you... Pa....ibu minta ma Papa, bersemangatlah untuk sembuh. Ibu mohon Pa... Ibu butuh Papa. Anak-anak sangat butuhin Papa."


Aku memgangguk.

__ADS_1


"Kita hanya bisa berdoa Bu.... Doain Papa yaa..."


Istriku mengangguk dan memelukku.


__ADS_2