Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Terbangun


__ADS_3

Istriku masih dalam pelukanku. Aku mengusap-usap pungungnya. Saat kulihat, ternyata dia sudah tertidur. Aku mngecup keningnya. Kupandangi wajah pucat dalam pelukanku.


"Maafin aku Pin... Aku tahu kamu tak akan bisa mengerti rasa sayang dan cintaku pada Ara. Maafin aku Pin..."Bathinku.


Aku sayang dan sangat mencintai Ara, namun aku tak mungkin melepas Pipin istriku. Dia sudah setia mendampingiku sampai sekarang dengan semua liku-liku hidup yang boleh dibilang tak mengenakkan.


Aku ingin membahagiankan Ara suatu hari nanti, tanpa harus menyakiti Pipin istriku. Itu tekadku, dan itupun sudah kukatakan pada Ara.


Aku menarik nafas dalam-dalam.


Kukecup kening istriku kemudian aku menidurkannya di tempat tidur.


Aku melihat handphone ku. Tak ada pesan dari Ara.


Saat aku akan beranjak dari tempat tidur, tiba-tiba tangan istriku menarik tanganku.


"Paa... Temenin ibu di sini." Kata istriku dengan mata tetap terpejam.


Aku kembali duduk di tempat tidur, kemudian masuk ke dalam selimut istriku. Aku merasa istriku menginginkan aku.


Aku mengecup keningnya, dan istriku menyambut ciumanku. Dan gerakan-gerakan tubuhnya seperti menginginkan aku. Aku mengerti bahasa tubuh istriku jika sedang menginginkan aku.


Sebenarnya aku masih belum fit, dan sebenarnya aku ingin menolaknya karena badanku masih terasa lemes. Namun karena istriku menginginkan aku, aku pun berusaha pelan-pelan untuk memenuhi hasrat istriku.


Ciuman kami semakin memburu dan menuntut lebih. Hingga akhirnya kami melakukan penyatuan, pelan dan lembut.

__ADS_1


"Ahhhh Paaa.... I love you...." Kata istriku setelah melakukan pelepasan. Dan tak lama aku pun berhasil menyelesaikan kewajibanku.


"Oooh Ar....."Kataku pelan diakhir aktifitasku yang tanpa sadar aku menyebut nama Ara.. Namun aku langsung mengalihkan perhatian istriku.


"Aaahhh sayangku.... Sekarang istirahat yaaa.... " Aku mencium kening istriku.


"Iya Pa.... Papa juga istirahat yaa... Temenin ibu tidur yaa Pa." Kata istriku sambil memelukku.


"Iyaa.... Tapi Papa mau ke kamar mandi dulu bentar yaa... Ibu mau ke kamar mandi?"Tanyaku.


"Iya Pa... Tolong bantu ibu ke kamar mandi yaa..."


Aku mengangguk, kemudian aku membantu istriku berjalan ke kamar mandi. Setelah selesai beraih-bersih aku langsung mengantar istriku balik ke tempat tidur . Kemudian giliran aku ke kamar mandi untuk bersih-bersih.


Setelah selesai, aku balik ke kamar menemani istriku tidur. Istriku memelukku...


Aku mencium rambut anakku dan membangunkannya.


"Nak... Tidur di kamar sana biar besok bangun paginya badan terasa segar."


Yusuf tampak kaget. ,"Ooh Pa... Iya Pa..." Kata Yusuf sambil berdiri menuju kamar.


Aku kemudian menengok kamar anak gadisku. Aku lihat Rahma sudah tidur. Aku mengelus kepala anakku bergantian.


Tampak Rahma tidurnya pulas banget. Kalau Sabila tertidur di meja belajarnya.

__ADS_1


"Nak...Jangan tidur sini Nak... Ayo... pindah ke tempat tidur sana. Ntar pusing." Kataku sambil menepuk punggung anakku.


Sabila langsung berjalan ke tempat tidurnya.


Aku kemudian ke dapur mengambil air hangat.


Setelah itu aku melihat handphone ku dan kulihat Ara lagi aktif.


Aku langsung mengirim pesan pada Ara.


"Ar..."


"Belum tidur?"


Ara langsung menjawab pesanku.


"Belum Pram. Aku gak bisa tidur.... Gimana keadaanmu Pram?"


"Aku dah baikan sayang...Ara...Sekarang kamu istirahat yaa... I love you sayangku..."


"Iyaa Pram, kamu juga tidur, istirahat."


" Iyaa sayang... Inget, kamu harus tidur Ar...yaa... Aku gak mau kamu sakit Ar."


"Iyaa, aku tidur.

__ADS_1


Kemudian aku kembali ke kamar.


__ADS_2