Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Pipin minta Pram menelpon Ara


__ADS_3

Sampai di rumah, aku langsung masuk kamar mencari istriku. Aku melihat Pipin istriku tidur.


Aku mendekatinya..Aku mencium kening istriku. Saat aku mengusap kepalanya, istriku terbangun.


"Pa... Kapan Papa pulang? " Kata istriku sambil tersenyum.


"Baru aja Papa pulang.. Kamu istirahat dulu yaa..Papa pijit kepalanya yaa..."


Pipin mengangguk. Akupun memijit kepala istriku. Kemudian aku peluk istriku, dan kucium rambutnya.


"Bu... Kita ke dokter nanti malam yaa..." Kataku sambil menatap wajah istriku.


"Gak perlu Pa... Nanti ibu dah sembuh kok. Ini aja setelah bangun tidur trus Papa pijit, ibu dah ngerasa baikan." Kata istriku sambil mencium tanganku.


"Bu... Pokoknya nanti malam kita ke dokter. Papa gak mau klo ibu sakit terus. Masalahnya dah berkali-kali ibu sering seperti ini, sakit kepala terus." Kataku sedikit memaksa.


"Tapi Pa..."


Aku langsung memotong pembicaraan Pipin.


" Gak ada tapi-tapian. Pokoknya nanti malam Papa antar ibu ke dokter. Ya..." Kataku sambil tersenyum dan kemudian aku mengecup keningnya. Lalu kupeluk.


"Iya Pa... Pa... Makasi yaa, Papa dah perhatian ma ibu. Ibu ngerepotin terus, ibu sering sakit-sakitan."


"Huss, gak boleh ngomong seperti itu. Papa mau ibu sembuh. Papa sayang ma ibu." Kataku sambil kupeluk erat istriku.


Tiba-tiba terdengar suara notifikasi pesan masuk dari handphone ku. Berbunyi 2 kali. Aku mengabaikannya, karena aku gak mau menerima pesan dan telpon dari siapapun saat istriku lagi sakit.


Kemudian ada telpon masuk dari kantor, Andre menelpon bertanya masalah pekerjaan. Aku pun menerima panggilan telponnya.


Selesai telponan dengan Andre, aku melihat sekilas notifikasi pesan masuk. Dan kulihat 2 pesan dari Ara.


Aku teringat kalau aku tadi janji akan chatting Ara nanti siang. "Duh... gimana yaa..Ah... sudahlah, sebaiknya gak usah kubuka." Pikirku.


Namun aku kepikiran ma Ara. Akhirnya aku membuka pesannya.

__ADS_1


"Pram... Kamu sibuk?"


" Inget makan siang yaa..."


Aku membalas pesan Ara.


"Ara... Maaf yaa aku gak lagi sibuk, cuma istriku tadi tiba-tiba telpon lagi sakit."


"Jadi aku ijin pulang di kantor."


"Aku sudah makan siang tadi Ar... Kamu juga inget makan siang yaa... Jaga kesehatanmu."


Ara membalas pesanku.


"Ooh iyaa Pram... Kalau gitu, diurusin dulu dah istrinya yaa.. Salam ma istri yaa Pram. Smoga cepet sembuh."


"Iya Ar. Nanti kusampaikan pada istriku Makasi yaa, dan maafkan aku.


Tiba-tiba aku dikagetkan oleh istriku.


"Ini Bu... Andre nanyain pekerjaan., tapi dah beres Bu. Lho kok Ibu ke sini, gimana sakit kepalanya." Kataku pada istriku.


Aku bangun membantu istriku duduk di teras.


"Ibu dah baikan Pa... Sudah gak pusing dan sakit kepala lagi."


"Ooh gitu, syukurlah." Aku meneguk air putih hangat yang ada di dekatku.


"Pa.. Sekarang Papa bisa balik ke kantor lagi."


"Papa balik kekantornya nantian aja Bu, tadi Papa juga dah ijin ma pak AmIn."


"Oh gitu. Iya Pa."


Aku melihat handphone ku, dan kepikiran ma Ara. "Kok Ara gak balas pesanku." Bathinku

__ADS_1


"Bu... masih inget gak ibu ma Ara temen SMA Papa dulu. Waktu tu Papa ajak ibu ke rumahnya tapi kita gak ketemu."


"Sebentar, ibu ingat cuma kita sayang waktu itu kita gak ketemu yaa Pa."


"Iya bu... Barusan Papa chatting ma Ara, salamnya. Kataku pada istriku.


"Ooh iyaa Pa.. salam balik. Tapi gimana ceritanya kok Papa bisa ketemu lagi?"


"Papa ketemu di group SMA-Bio Bu. Setelah tamat sekolah Papa gak pernah ketemu ma Ara dan teman-teman SMA lainnya,. eeee syukurlah sekarang ketemu lagi, jadi silaturahmi nyambung lagi."


"Wah menyenangkan sekali dong Pa. Bisa nostalgia ma teman-teman SMA.


"Iya Bu..."


" Gimana kabar Ara sekarang Pa? Pa... Gimana anak-anaknya, pasti udah besar2 yaa..."


"Iya Bu.. Ara hidupnya dah mapan sekarang Bu. Anak-anaknya dah 4, 2 laki dan 2 perempuan."


"Syukurlah Pa... Ibu penasaran seperti apa rupa Ara tu Pa. Karena dulu ibu gak ketemu kan. Ibu bisa lihat fotonya Pa."


"Ne Bu, ada foto profilnya. Ara berdua ma anak perempuannya." Kataku sambil memperlihatkan foto Ara ke istriku.


Istriku mengambil handphone ku dan memperhatikan foto profil Ara.


"Keibuan sekali Ara yaa Pa... Anggun dan cantik. Anaknya mirip ma Ara yaa Pa." Kata istriku.


"Iyaa Bu... Orangnya sederhana Bu." Kataku dan entah mengapa wajah lembut Ara terbayang di mata dan pikiranku.


"Pa... coba telpon Ara Pa... Ibu pingin kenalan." Kata istriku.


"Duh, Papa gak pernah telpon Bu, kalo chatting baru pernah." Kataku bicara apa adanya di istriku.


"Ooh gitu yaa... Ibu cuma pingin kenalan aja sebenarnya." Kata istriku dan mengembalikan handphone ku.


Aku memang belum pernah telpon Ara sejak pertama kali ketemu di group. Aku cuma saling berbalas pesan saja. "Kutelpon ato gak yaaa.," aku ragu-ragu.

__ADS_1


"Iya udah Papa coba telpon yaa Bu," kataku sambil memencet tombol telpon.


__ADS_2