Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Tertawa berdua.


__ADS_3

Kalau sudah telponan dengan Ara, aku sering lupa waktu. Entah apa sebabnya.


"Pram... katanya tadi mau cerita tentang keadaan di rumah?" Tanya Ara.


"Iyaa Ar... Aku bersyukur sekarang Pipin istriku sudah bersikap baik, gak cemberut-cemberut lagi. Sudah bisa diajak ngobrol-ngobrol dan becanda. Aku seneng banget Ar. Keadaan di rumah jadi lebih tenang." Ceritaku.


" Oh yaa... Syukurlah... Aku seneng dengernya Pram." Kata Ara singkat.


"Iyaa... Aku seneng karena kalau pulang kerja trus disambut dengan wajah cemberut tu gak enak banget Ar . Apapun yang kita lakukan salah. Ngomong apa aja selalu salah. Hmmm pokoknya gak enak dah."


"Terus gimana kok bisa mbk Pipin jadi berubah baik. Apa yang sudah kamu lakukan Pram? " Tanya Ara.


Aku menatap Ara.


"Aku berusaha meyakinkan Pipin kalau aku sudah gak ada hubungan lagi denganmu." Kataku.


"Hmmm gitu yaa... "


"Iyaa Ar... Terpaksa aku lakukan itu, demi anak-anakku. Aku gak mau anak-anak merasa gak tenang liat kedua orangtuanya ribut melulu Maafin aku yaa sayang..."Kataku.


Ara mengangguk.


"Berarti kamu mesra terus dong ma mbak Pipin? Hmmm."Kata Ara dan menunduk.

__ADS_1


"Ar... Jangan berfikir macam-macam. Tolong ngertiin aku yaa...I love you..."Kataku.


"Hmmm iyaa Pram. Aku ngerti kok. Karena memang harus seperti itu. Demi anak-anak." Kata Ara singkat.


Aku melihat wajah Ara seperti ada yang mengganjal.


"Hmmmm wajahnya jangan seperti itu ah.... Apa yang kamu katakan berbeda dengan apa yang tampak di wajahmu. Ar...."


"Gak kok..." kata Ara.


"He he kamu cemburu yaa.... He he Ara... I love you... Please jangan cemburu yaa..."


"Siapa bilang aku cemburu, aku gak cemburu."


"Ar... Aku ngerti perasaanmu, maafkan aku. Cuma aku mau cerita dikit ma kamu. Tahu gak kamu kalau selama ini yang buat istriku marah-marah karena apa?"


"Pipin marah-marah karena aku tu suka ngigau."


Ara menaikkan alisnya tanda tak mengerti.


"Maksudnya gimana Pram?" Kata Ara.


"Gini Ar... Aku tu dari dulu suka mengigau dan kalau lagi ngigau aku sering katakan apa yang ada dalam pikiran dan hatiku. Entah tu perasaan suka, masalahku atau apapun yang ada dalam pikiranku."

__ADS_1


"Trus?"


"Na... Ternyata akhir-akhir ini aku sering mengigau nyebut-nyebut namamu.He he parahkan Ar." Kata Pram sambil tersenyum lebar.


"Masak sih? Kamu serius?" Tanya Ara.


Aku mengangguk dan masih tersenyum.


"Iih kamu tu... keterlaluan lah ngigaunya. Himan mbk Pipin gak marah setiap hari kalau kamu ngigaunya nyebut namaku." Kata Ara sambil menggeleng-geleng.


"Iyaa mau bilang apa. Ara... Orang ngigau itu gak sadar Ara. Emang aku tahu apa yang aku katakan kalau ngigau, emang aku inget apa kata-kataku pas lagi ngigau? Gak lah! Itu semua di luar kesadaranku Ara. Mana ada orang sadar apa yang diucapkan waktu mengigau." Kataku menjelaskan.


Ara tersenyum.


"Iyaa Pram... Gak adabyang tahu dan sadar apa yang dia katakan saat lagi mengigau. Trus gimana dong kalau besok kamu ngigau dan nyebut namaku lagi? Wah bakal ribut lagi dong ma mbak Pipin." Kata Ara.


"Iyaa... Aku dah bilang ke Pipin, kalau aku dah mulai ngigau sebaiknya aku dibangunin aja atau bila perlu ditampar supaya ngigaunya gak dilanjutin. Gitu Ar..." Kataku sambil tertawa.


Akhirnya Ara tertawa. Kami tertawa bersama.


"Makanya jangan sering-sering ngigau... Gak baik, bikin masalah aja." Kata Ara.


"Iyaa Ar... Aku jadi takut tidur di rumah, aku memilih kalau ngantuk tidur di kantor aja." Kataku sambil tersenyum dan mengangkat bahuku.

__ADS_1


"Iyaa yaa... gak ada pilihan, supaya aman." Kata Ara.


Aku mengangguk dna tersenyum.


__ADS_2