Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Bahagia dari sekarang


__ADS_3

Setelah aku mengantar istriku, aku langsung ke kantor. Istriku minta nanti dijemput sekitar jam 2 siang.


Sampai di kantor, aku lihat Pak Amin sudah duduk di meja kerjanya. Aku mengucapkan salam padanya, dan Pak Amin tersenyum membalas salamku.


Aku sebenarnya tidak enak karena sering datang siang namun ini lah keadaanku yang harus mengurus keluargaku sendiri. Itu sebabnya aku mengganti keterlambatanku dengan balik malam kerja di kantor. Itu hampir setiap hari aku lkaukan kecuali aku kurang sehat baru aku tidak balik ke kantor.


Aku bersyukur Pak Amin memaklumi keadaanku yang seorang diri mengurus keluargaku. Tapi yang penting semua pekerjaan beres katanya.


Aku langsung menuju meja kerjaku. Aku senang sekali pagi ini karena aku akan menelpon Ara. Kerinduanku akan terbalas hari ini.


Aku segera menyelesaikan pekerjaanku yang harus aku setor ke Pak Amin. Setelah tugasku selesai, sekitar jam 11 aku ijin ke warung sebentar.


Warung letaknya di depan kantor, di sebelah warung ada tempat duduk-duduk istirahat. Aku ke sana.


Aku menelpon Ara. Aku telpon 2 kali tapi tidak juga diangkat. Akhirnya aku mengirim pesan ke Ara.


"Ara... Kamu sibuk? Tadi aku sudah menelponmu tapi kamu gak angkat. Aku tunggu yaa."


Tak berapa lama Ara menelponku.


"Ara.. gimana keadaanmu? "

__ADS_1


"Ara baik-baik saja."


" Bener sayang... Aku khawatir dengan keadaanmu." Aku langsung mengalihkan ke panggilan video. Dan Arapun menerimanya.


Aku melihat wajat Ara yang agak pucat dan lemas.


"Kamu kenapa sayang? Kamu sakit?" Tanyaku.


Ara tersenyum namun kulihat ada air mata tertahan di matanya.


"Gak Pram. Aku baik-baik saja. I love you." Kata Ara sambil memandangku sendu.


"Ara... Tolong jangan tutupin apapun dariku. Aku melihatmu kurang sehat. Aku sedih liat kamu seperti ini. "Kataku menatap kekasihku sedih.


Aku mengecup kening Ara.


"I love you Ara..."


"Pram, aku kasihan liat kamu seperti ini. Keberadaan ku membuat hidupmu hancur berantakan. Aku... aku..."


Ara belum selesai dengan kata-katanya langsung aku potong.

__ADS_1


"Hmmm Ara, dengar aku. Aku kuat hadapi ini semua, aku sanggup hadapin ini semua. Aku cuma memintamu untuk sabar, ngerti dengan keadaanku dan setia menungguku. Cuma itu Ara. Please...Aku mohon."


"Bener kamu kuat dan bisa jalanin ini semua?" Tanya Ara.


"Iya, aku kuat Ar. Yang penting kamu di sisiku. Tolong jangan tinggalkan aku. Aku mohon."


Ara menatapku dan kemudian menangis.


"Ara, kenapa menangis?"


"Aku gak tega lihat kamu seperti ini Pram. Bebanmu berat Pram. Aku sayang ma kamu. Sangat menyayangimu. Ara menunduk.


Aku tersenyum dan bahagia mendengar kata-kata sayang dari Ara.


"I love you... Aku cuma minta kamu selalu sayang ma aku. Jangan tinggalkan aku. Yaa Ara..."


" Iyaa Pram. Aku akan slalu di sisimu. I love you. Cuma aku khawatir ma keadaanmu. Pram, aku khawatir apakah semua mimpi kita akan bisa terwujud?"


"Ara..Kecemasan akan hari esok bisa merusak kebahagiaanmu hari ini. Aku ingin kamu bahagia mulai dari sekarang Ar. Janji ma aku yaa sayang. . Kita bahagia dari sekarang apapun keadaannya."


"Iya Pram. Tapi kamu juga janji untuk kuat jalani semua ini. "

__ADS_1


"Iya sayangku. Aku sangat mencintaimu."


__ADS_2