
PRAM
Hari ini aku akan pergi ke desa X untuk mengikuti acara Tafakur alam yag diadakan Pak Amin.
Aku satu mobil dengan Pak Amin. Kami pergi dengan menggunakan 5 mobil. Aku sengaja memilih ikut dengan rombongan Pak Amin karena penumpangnya semua cowok.
Walaupun aku jauh dengan Ara, tapi aku selalu berusaha untuk menuruti apa yang diinginkannya. Dan aku sangat menjaga perasaannya.
Sebenarnya walaupun Ara gak minta, untuk urusan perempuan, aku bisa menjaga diri dan hatiku. Karena memang aku bukan tipe cowok yang mudah tertarik, suka dan jatuh cinta.
Cuma sejak ada Ara, entah mengapa aku membatasi hubunganku dengan perempuan.
"Pak Pram, apakah acara untuk di lokasi nanti sudah disusun?" Tanya Pak Amin.
"Ooh sudah beres Pak. Aku menyusun acaranya dengan Mas Andre." Jawabku.
"Ooh sip kalau begitu."
" Saya berharap hari ini cuacanya bersahabat Yaa Pak."
"Aamiin Pak... Sepertinya hari ini cuacanya cerah Pak."
"Iyaa yaa..."
Setelah menempuh kurang lebih 2 jam perjalanan akhirnya kita sampai di desa X. Kami semua menurunkan barang-barang yang kami bawa. Dan masuk ke sebuah vila yang sudah disediakan oleh kantor.
__ADS_1
Kami beristirahat sebentar kemudian panitia berkumpul untuk membicarakan acara yang sudah kami susun.
Sore acara kami mulai. satu demi satu acara sudah dilaksanakan.
Malam harinya, saat jam istirahat aku menyempatkan diri untuk menghubungi istriku. Aku mengabarkan ke istriku kalau aku dan rombongan sudah sampai dengan selamat. Dan aku juga minta maaf ke istriku karena baru menghubunginya.
Setelah telponan dengan istriku, aku kemudian mengirim pesan ke Ara.
"Ara... Aku sudah sampai di desa X"
"Maaf baru ngabari. Karena dari tadi acaranya padat Ar..."
Namun sayang sekali pesanku tidak dibaca Ara. "Mungkin nanti," bathinku.
Sekitar 10 menit barulah Ara membalas pesanku.
"Sayang... Jaga kesehatan yaa, soalnya desa X itu terkenal hawanya sangat dingin."
Aku langsung membalas pesan Ara.
"Iyaa sayangku... Di sini dingin banget Ar... Besok suatu hari aku akan mengajakmu ke sini, kamu mau Ar?
"Iya Pram, aku mau. Pasti asyik yaa Pram. Kayaknya bakal seru kalau buat api unggun dan sekalian bakar jagung Pram."
"Iya sayang.. Aku mau lihat kamu Ar." Kataku.
__ADS_1
Ara langsung melakukan panggilan video, dan akupun langsung menerimanya.
"Ara , ne kamu liat keadaan di sekelilingku. Sejuk banget Ar ... " Kata Pram sambil menunjukkan pemandangan di sekitar vila tempatnya menginap.
"Pram... Aku ingin tinggal di sana Pram." Kataku.
"Iyaa sayang... Kamu suka rumah besar-besar yaa??" Tanyaku .
"Gak, aku gak suka Pram. Capek bersih-bersihinnya." Kata Ara.
"Trus maunya rumah seperti apa?" Tanyaku lagi.
"Dengerin yaa Pram...Duluuu sekali aku pingin punya rumah kecil, terbuat dari kayu. Terus ada aliran sungai di dekatnya Pram. Ada halaman untuk bertanam sayur-sayur sekedarnya."
Kemudian aku memtong pembicaraan Ara.
"Trus pelihara bebek Yaa Ar.. Ada kolam ikan kecil... Begitukah Ar?"
"Kok kamu tahu Pram? Iyaa aku pingin ada kolam kecil juga. Jadi gak perlu beli lauk Pram. Kalau pingin ikan tinggal mancing aja." Kata Ara.
Aku memperhatikan wajah Ara saat dia bercerita tentang keinginannya. Aku tersenyum, namun jauh di lubuk hatiku, ada kesedihan. Akankah aku mampu mewujudkan keinginan dan mimpi Ara.
Aku tertunduk.
"Hmmm... Kenapa Pram? Kok sepertinya kaku sedih. Aku ada salah ngomong yaa? "Tanya Ara.
__ADS_1
Aku menarik nafas dalam dan kupandangi wajah kekasih pujaan hatiku. Tak terasa mataku berkaca-kaca.
"Pram, aku ada salah ngomong? Please maafin aku."