
" Dek, hari ini aku pulang makan siang yaa...." kata suamiku sambil mencium keningku ketika dia akan berangkat ke kantor.
"Iya bang... Nanti mau dimasakin apa bang?" tanyaku.
"Apa aja dek... yang penting jangan pedes-pedes yaa, soalnya perutku lagi gangguan nih..."
"Oh iyaa bang..."
Setelah beres semuanya, suamiku berangkat ke kantor.
Sekarang suamiku sudah menjadi pegawai tetap di perusahaan swasta jadi pendapatannya juga semakin besar ditambah dengan bonus-bonus perusahaan. Aku mensyukuri semuanya.
Seperti biasa Ana datang ke rumahku.
"Kak Ara... mau masak apa ni?" Kata Ana.
" Kakak mau masak sayur bening, ikan nila goreng sama tempe bacem." Kataku.
"Ooh mantap...Kak Muhlas nanti pulang makan siang ya kak?"
"Iya An... Kak Muhlas minta dimasakin yang gak pedas."
"Ooh iyaa kak, Ana liat Adek Aldi dulu yaa..."
Aku mengangguk, kemudian Ana berlalu menuju kamarku mengambil Aldi.
Aku melanjutkan memasak.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Ria memberi salam. Sepertinya Ria baru pulang dari sekolah. Ria pulang bersama 3 orang teman-temannya. Kemudian Ria mengajak teman-temannya ke kamar. Dan mereka menyetel tape recorder, suaranya agak keras. Sementara Ana menggendong Aldi sambil menyetel TV dengan suara keras pula.
Aku merasa gak nyaman. Aku keluar, dan minta supaya Ana mengecilkan volume TV nya.
"An... tolong kecilkan volume TV nya, dan tolong kamu suruh Ria juga kecilkan volume musiknya. Kakak pusing denger semuanya menyetel dengan suara keras." Kataku pada Ana
Ana mengangguk dan langsung mengecilkan volume TV nya. Kemudian Ana ke kamar Ria, namun mereka malah ribut bertengkar.
"Hmmm... Aku pusing denger mereka kalo seperti ini terus," batinku. Aku ingin menangis namun aku tahan. Aku secepatnya menyelesaikan aktivitas memasakku, supaya aku bisa segera masuk kamarku.
Selesai masak, aku langsung mengambil Aldi dari gendongan Ana.
"Ana... Kakak agak pening, kakak mau tiduran dulu sama Adli yaa... Kakak dah selesai masak, kalau kamu lapar, makan aja duluan." Kataku sambil menuju kamarku.
Ana mengangguk.
" Ooh Tuhan..Kuatkan aku...Tolong bantu aku, bagaimana caranya menyampaikan ini semua ke suamiku." Batinku.
Tiba-tiba Aldi bangun dan menangis.Aku langsung memberinya ASi ku. Aldi langsung diem dan meminum ASI ku. Tak berapa lama, akhirnya aku tertidur.
"Dek... Kamu kenapa?kamu sakit? " Tanya suamiku sambil memegang dahi ku. Aku terbangun dan kaget karena ternyata suamiku sudah pulang.
"Gak bang, aku gak kenapa-kenapa. Aku hanya ketiduran aja, mungkin karena aku sambil kasi dedek Al *****." Kataku sambil melepas nenenku karena aku akan menemani suamiku makan siang.
Aku menyiapkan hidangan makan siang, kutata di atas meja. Kemudian aku mengambilkan suamiku sepiring nasi. Suamiku makannya gak banyak.
"Wah enak sekali menu hari ini. " Kata suamiku. Dan mengambil tempe bacem kesukaannya. Kemudian aku menuangkan air putih di gelas minumnya.
__ADS_1
"Tolong sayurnya Dek."
Aku mengambilkan sayur untuk suamiku. Kemudian kita makan bersama.
"Ana ma Ria sudah makan dek?" Tanya suamiku lagi.
"Kayaknya sudah bang, karena tadi aku sudah suruh makan duluan."
"Ooh iyaa yaa. Kamu kenapa Ar, sepertinya gak ***** makan."
" Aku masih kenyang aja bang, " aku berbohong.
Suamiku mengangguk dan melanjutkan makan siangnya.
Selesai makan, suami langsung menuju kamar dan bermain-main dengan Aldi yang sepertinya sudah bangun.
Selesai membereskan semuanya, aku langsung menuju kamar.
Terdengar suara Afif memberi salam. Suamiku kemudian keluar ngobrol sebentar dengan Afif dan menyuruhnya makan siang.
"Ara...Aku gak bisa lama-lama di rumah, aku harus segera balik ke kantor. Ada yang harus aku selesaikan dan dikirim sore ini." Kata suamiku sambil mengecup keningku.
Aku menciumi tangannya. "Bang, maaf aku gak bisa antar ke depan yaa.."
"Iyaa gak apa-apa.. Temanin Al aja yaa sayang."
Suamiku kembali berangkat ke kantornya.
__ADS_1