
Kakiku masih gemetar. Suamiku mengambil alas tikar untuk tempat kami duduk.
Gempa terjadi lagi, dan kulihat banyak orang lewat lalu lalang di jalan depan rumahku Mereka berkata ada pemberitahuan bahwa akan ada Tsunami.
Anak-anakku yang mendengarnya ketakutan.
" Ma... Beneran akan terjadi tsunami Ma?" Tanya Azka.
"Tetap tenang sayang.. Berdoa pada Tuhan smoga kita slalu diberi keselamatan dan perlindungan. Yaa sayang..." Kataku menenangkan anak-anakku. Kemudian aku mencium kening mereka satu persatu.
Aldi menelponku.
"Ma... Gimana keadaan di sana Ma? Aldi khawatir Maa..Aldi dapat info akan terjadi tsunami. Benarkah Ma?" Tanya Aldi.
Aku bisa merasakan kekhawatiran dan ketakutan yang dirasakan Aldi
"Aldi, tadi gempanya memang besar sekali, sekitar 5 menit. Dan gempa susulan masih terjadi sampai sekarang walapun skalanya kecil. Belum ada pengumuman tentang tsunami Nak. Kamu berdoa aja di sana yaa.. " Kataku menenangkan Aldi.
"Ma... Aldi takut terjadi apa-apa dengan adik-adik dan keluarga semua di sana." Kata Aldi dan kemudian mengalihkan panggilannya ke panggilan video.
Aku menerima panggilan videonya. ..
"Maaa... Aldi pingin liat semua Ma. Tapi kenapa gelap Ma?"
"Yaa . di sini gelap Al.. Lampu tiba-tiba padam tadi pas terjadi gempa. Udahlah anakku... Tenangkan pikiranmu di sana yaaa..."
"iya Ma..."
"Aldi... nanti Mama transferkan uang yaa, untuk jaga-jaga di sana." Kataku.
__ADS_1
"Tapi Ma... Untuk apa? Apakah parah sekali keadaan di sana Ma?"
"Gak juga kok Nak... Tetap tenang yaa ... Sekarang Aldi berdoa minta keselamatan dan perlindungan kepada Tuhan untuk kita semua di sini yaa..."
"Yaa Ma..."
"Ini lihat adik-adikmu.. Dan ini Papa sayang..." Kataku sambil mengalihkan arah kamera videonya.
"Sekarang sudah dulu yaa... Nanti Mama telpon lagi." Kataku. Aldi mengangguk kemudian akupun mengakhiri panggilan.
Aku kemudian mengeluarkan beberapa tikar dan karpet, bantal dan selimut untuk anak-anakku. Kemungkinan kami akan tidur di luar, karena gempa masih juga terjadi walaupun skalanya kecil.
Banyak tetangga yang ikut tidur di halaman rumahku.
Rendi menelponku lagi. Dan akupun menerimanya.
"Ara... Kamu sekarang di mana?"
"Please mengungsi Ar. Kita gak tahu keadaan nanti seperti apa. Takutnya nanti terjadi gempa susulan yang lebih besar." Kata Rendi penuh kecemasan.
"Iya Ren... Tapi sepertinya aku tetap di rumah dulu. Tunggu apa kata suamiku. " Kataku.
" Ooh gitu... Iyaa udah.. Tetep kontak ma aku yaa Ar... "
"Baik Ren. Makasi yaa.. Salam ma istrimu yaa.. "Kataku dan panggilan diakhiri Rendi.
Entah mengapa aku merasa ada yang janggal saat Rendi menelpon. Karena Rendi tidak pernah menelponku tapi kenapa tiba-tiba Rendi menelponku.
Aku berfikir, pasti ini suruhan Pram. Karena Pram tidak bisa menelponku.
__ADS_1
Aku tidak sadar kalau suamiku memperhatikan aku .
"Ma, tadi telpon dari siapa?" Tanya suamiku.
"Dari Rendi Pa... Rendi menyarankan agar aku mengungsi. Takutnya ntar ada gempa susulan yang lebih besar." Kataku menjelaskan.
"Ooh gitu... Aku kira siapa."
" Menurutku kita lihat dulu keadaannya yaa...Nanti kalau kira-kira keadaannya semakin meresahkan yaa terpaksa kita mengungsi. "Kata suamiku.
" Iya Pa..."
"Ma... Arjun belum pulang yaa Ma?" Tanya suamiku.
"Belum Pa... Mungkin masih di jalan Pa...Doakan saja Pa."
.
"Iyaa Ma... "
"Ma, mungkin Mama bisa siapkan makan melem seadanya untuk anak-anak. Kasian anak-anak sepertinya lapar." Kata suamiku.
"Iyaa Pa... Ntar aku siapin ." Kataku sambil mencoba masuk ke dapur menggoreng telor ceplok aja. Karena kakiku masih gemetar dan ada perasaan takut kalau-kalau saat aku di dalam rumah tiba-tiba terjadi gempa susulan.
Setelah makanan siap, aku buru-buru keluar dan memberikan makanan ke anak-anakku.
Dan tak berapa lama anakku Arjun juga datang dari arah timur, dan langsung memelukku. Aku melihatnya masih ada ketakutan dan trauma.
"Sudahlah Nak... Ini minum dulu yaa sayang.. trus kamu makan bareng adik-adikmu. " Kataku sambil menyodorkannya segelas air putih.
__ADS_1
"Iya Ma..."
Kemudian kami makan malam bersama ala kadarnya. Dan malamnya kami tidur di teras rumah bersama beberapa tetangga yang juga ikut menggelar tikar.