Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Telpon tak terduga dari Pram


__ADS_3

Esok harinya lampu sudah menyala walaupun gempa slalu datang dengan skala kecil.


Aku mengharapkan balasan dari pesan yang kukirim pada Pram, namun ternyata tak ada. Namun aku memaklumi keadaan Pram, pasti keadaan tidak memungkinkan atau menyudutkannya.


Aku dan keluargaku belum berani tidur di dalam rumah. Kami tidur di tenda yang didirikan di halaman depan rumahku.


Hari berganti hari, hari ini memasuki hari ke 10 sejak gempa besar yang terjadi. Tiba-tiba ada pesan masuk dari Pram.


"Ar... Apa kabarmu...bagaimana keadaanmu Ar..."


"Maaf aku tak memberitahumu kalau aku sekarang ada di sini."


Setelah membaca pesan dari Pram, aku langsung membalasnya. Aku kaget dan gak nyangka kalau Pram sekarang ada di kotaku. Ada apa pikirku?


"Kabarku baik Pram."


"Bagaimana kabarmu Pram."


Aku langsung menelpon Pram, dan Pram langsung menerima panggilan telponku.


"Yaa Ara.. Gimana keadaanmu?"

__ADS_1


"Aku baik-baik saja Pram."


"Aku khawatir dengan keadaanmu, Ara..."


"Iya makasi perhatiannya Pram." Kataku datar.


"Ara ... Maafkan aku. Waktu kamu kirim pesan itu aku gak bisa balas pesanmu. Karena handphone ku posisinya sedang digandakan Pipin. Jadi saat aku menerima pesanku, aku membacanya dan langsung kuhapus. Aku menghapus jejak pesanmu"


"Maafkan aku yaa... Tapi asal kamu tahu, aku panik, aku ingin menangis, aku ingin menemanimu menghapus rasa takutmu. Namun aku tak berdaya Ar. Maafin aku yaa..." Kata Pram.


"Yaa gak apa-apa Pram. Aku sudah yakin pasti keadaanmu lagi gak memungkinkan. Aku mgerti Pram." Kataku.


" Akhirnya aku menelpon Rendi,dan minta tolong padanya untuk menelponmu. Namun Rendi menyuruhku untuk menelpon sendiri, namun aku katakan aku lagi ada masalah."


"Ooh itu sebabnya Rendi menelponku. Ternyata kamu yang memintanya yaa..."


"Ya Ara... hanya itu yang bisa aku lakukan untuk mengetahui keadaanmu. Kemudian aku hanya berdoa agar Tuhan slalu melindungimu."


" Aku lemes Ar waktu tu. Aku ini laki-laki yang gak punya arti. Aku tak ada di saat kamu butuh aku."


"Gak usah ngomong begitu Pram. Aku tahu dan yakin kalau hati dan perasaanmu slalu ada mendampingiku walaupun fisikmu tak di dekatku. Aku ngerti Pram. Jangan bilang dirimu gak berarti.."

__ADS_1


"Makasi Ar...Kamu mengerti keadaanku."


"Tapi sekarang kok kamu bisa di sini Pram?"


"Yaa Ar... Aku membawa sumbangan bencana alam dari teman-teman di kotaku. Dan mereka minta aku yang ke sini mewakili mereka untuk menyampaikan sumbangan." Kata Pram menjelaskan.


"Ooh gitu... Sumbangannya sudah di salurkan Pram?" Tanyaku.


"Sudah Ara... Aku di sini sejak 2 hari lalu. Dan sekarang aku akan balik ke kotaku."


"Ooh gitu... Kamu tega Pram. Kamu gak ingin liat aku?" Aku menangis dan merasa sedih sekali.


"Ara... Maaf kan aku, aku sudah janji ma Pipin. Aku diijinkan ke sini dengan syarat tidak menemuimu. Karena sebenarnya Pipin gak ijinkan aku ke sini. Namun aku memaksa ingin ke sini. Aku tidak peduli apapun yang dikatakan istriku."


" Waktu itu aku mendengar rumor akan ada gempa susulan berskala besar yang akan terjadi di tanggal x, itu bertepatan kemarin tanggalnya."


"Namun aku bersyukur ternyata itu hanya infomasi palsu aja. Aku khawatir keadaanmu Ara..."


"Tapi kenapa kamu gak nyari aku dari kemarin-kemarin???" Aku masih menangis.


Pram kemudian mengalihkan ke panggilan video, dan akupun menerimanya.

__ADS_1


__ADS_2