
Setelah tiga jam perjalanan kereta api, akhirnya kami sampai di kota X tempat Pram tinggal.
Pram berkali-kali menelpon suami ku menanyakan keberadaan kami. Dan suamiku menjelaskan kalau sekarang kami sampai.
Saat sampai di stasiun tiba-tiba ada pesan masuk dari nomor yang tidak aku kenali. Aku membuka pesannya dan aku familiar dengan bahasa dan panggilannya.Pesan ini dari Pram.
"Ar... Maafin aku. Aku gak pernah hubungin kamu, karena keadaanku semakin gak karuan. Rumah tanggaku berantakan dan hidupku kacau sekali Ar."
"Pipin setiap hari ngamuk dan menyudutkanku. "
"Inipun aku menghubungimu pakai nomor handphone lain karena nomorku yang kemarin di gandakan Pipin. "
"Maafin aku Ar... "
Tak terasa air mataku hampir menetes membaca pesan Pram. Akupun membalas pesannya.
"Iya Pram. Aku mengerti."
" Kamu baik-baik dan jaga kesehatanmu."
"Iya Ar... Aku sekarang gak bisa bergerak. Semua jadi kacau."
"Oh iya, aku tadi bolak-balik ke hotel tempatmu akan menginap. Namun ternyata kamu belum juga datang."
__ADS_1
"Sekarang hari sudah hampir gelap, jadi aku gak bisa menunggumu. Aku pulang dulu Ar. Aku sudah ijin ke Pak Muhlas."
"Kalau tidak ada halangan, besok aku akan mencarimu ke hotel."
"Iya Pram. Besok aku akan ke tempat wisata C. Mungkin sampai siang. "
"Oh iya Ar. Besok kabari aku kalau kamu sudah balik dari wisata C yaa. Dan jangan hubungi aku ke nomor pribadiku itu yaa. Kabari aku ke nomor ini aja, tapi tunggu aku yang mengabarimu dulu."
"Iya Pram . Maafin aku sudah buat hidupmu berantakan."
"Gak apa-apa Ar. Sudah dulu yaa... Aku balik pulang dulu . Maafin aku Ar."
Aku tidak membalas pesan terakhir Pram. Aku menghela nafas panjang.
Suamiku memesan taxi online. Setelah pak Sopir datang kami langsung menuju hotel.
Sampai di hotel, kami langsung disambut oleh pelayan hotel. Dan aku lihat suamiku lagi ngobrol dengan resepsionis.
Sampai kamar aku mengajak anak-anak untuk istirahat dulu.
Malam harinya kami melihat keadaan kota dan mengunjungi mall yang ada di dekat hotel tempat kami menginap.
Keesokan harinya, sekitar jam 9 pagi kami sudah bersiap untuk pergi berwisata ke C. Kami memesan mobil taxi onlina untuk berkeliling berwisata
__ADS_1
Anak-anak tampak senang dan takjub melihat tempat wisata C. Kami membeli oleh-oleh juga di sana sebagai cinderaata untuk keluarga di kampung halaman.
Setelah puas berkeliling, sekitar jam 2 siang kami bersiap-siap balik ke hotel karena suamiku mengatakan kalau dia sudah berjanji untuk bertemu dengan Pram.
Di perjalanan balik, aku menerima pesan dari Pram.
"Ar. Kamu lagi di mana?"
" Aku menunggumu di hotel."
"Aku sedang dalam perjalanan pulang Pram. Ini masih cari makanan untuk satap siang di hotel."
"Iya Ar...Hati-hati di jalan Ar...."
.
"Iya Pram ."
Sekitar 1 jam kemudian, aku dan keluargaku sudah sampai di hotel.
Perasaanku tidak karuan. Entah mengapa pandangan mataku tertuju pada sebuah sepeda motor butut yang lagi parkir di halaman hotel dekat pos jaga.
Hatiku deg-degan. Aku berfikir ini motor Pram. Aku berusaha menenangkan perasaanku yang tidak menentu.
__ADS_1
Aku mencari sosok Pram di parkiran tapi tidak kutemukan. Aku kecewa. "Hmmm... Dia tidak ingin bertemu denganku." Bathinku sedih.
Aku menarik nafas dalam dan menenangkan hatiku yang sedang kecewa.