Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Pram kritis


__ADS_3

Aku menunggu suami menjemputku di toko. Siti pulang lebih awal karena akan mengantar adiknya ke dokter.


Hari ini aku tutup toko lebih cepet dari biasanya karena aku merasa kurang fit. Setelah menutup toko, aku tiduran di kamar di dalam toko.


Karena lama menunggu suamiku, aku akhirnya tertidur.


Aku tak tahu berapa lama aku tidur namun aku terbangun karena ada sentuhan di kepalaku. Kubuka mataku, ternyata suamiku.


"Mama ngantuk sekali, Mama pusing kah?" Tanya suamiku.


Aku menggeleng dan tersenyum.


"Papa dah lama datang?"


"Lumayan, Papa nyampe sekitar setengah jam lalu. Papa mau bangunin Mama, tapi gak jadi karena Papa liat Mama tidurnya nyenyak sekali."


Suamiku tersenyum dan mengelus rambutku.


"Ma... Papa buatin teh mau yaaa..."


" Iya Pa...Tapi jangan terlalu manis yaa Pa..."


"Iyaa Ma..." Suamiku langsung ke belakang.


Tak sampai beberapa menit suamiku sudah datang dengan segelas teh manis, dan langsung disodorkan padaku.


"Makasi Pa..."


Suamiku duduk dan menikmati kopi yang baru saja dibuatnya.


"Maaf Pa, mama gak punya camilan." Kataku.


"Gak apa... Ini dah cukup." Suamiku kempali menyeruput kopinya.


Setengah jam berlalu, kamipun pulang karena aku kasian dengan anak-anak yang menungguku di rumah.

__ADS_1


Sampai di rumah, Arini langsung datang menyambutku dengan pelukannya sedangkan Azka menyalami kami berdua bergantian.


"Pelukan untuk Papa mana Dek." Kata suamiku.


" Iih Papa bau, adek gak mau peluk. Nanti kalo Papa dah mandi baru adek peluk." Kata Arini sambil menutup hidungnya.


Aku tertawa mendengarnya, sedangkan suamiku gemes mendengar kata-kata Arini.


"Iyaa adek harus inget yaa, selesai Papa mandi adek harus peluk Papa. Sekarang Papa mandi dulu."


Arini mengangguk dan tersenyum.


"Sayang, mama bersih-bersih badan dulu yaa... Baru nanti mama ke kamar temenin adek ma kak Azka yaa..." Kataku.


"Iyaa Ma..." Kata Arini dan Azka hampir bersamaan.


Kemudian aku bersiap untuk mandi. Namun entah tiba-tiba hatiku berdebar-debar tak menentu dan aku gelisah. ' Sepertinya asam lambungku naik." Kataku dalam hati.


Aku menarik nafas dan minum air hangat sambil duduk di tepi kasurku. Tiba-tiba handphone ku berdering. Kulihat panggilan dari Pram.


Aku langsung mengangkat telepon Pram ..


"Iyaa Pram... Halo... Tumben nelpon Pram, apa kabar?" Aku menyapa lebih dulu.


Namun aku disambut dengan suara tangisan mbak Pipin. Perasaanku semakin gak karuan.


"Ooh mbak Pin... Ada apa mbak? Kenapa mbak menangis? Mbak..." Tanyaku.


"Pram.... Ara... hu hu hu...." Mbak Pipin masih menangis.


"Pram kenapa Mbak?"


" Pram sedang kritis Ar.... Pram sekarang masuk ke ruang ICU. Pram sudah tak sadarkan diri." Kta mbak Pipin sambil terus menangis.


Aku kaget dan duduk lemas di tempat tidurku.

__ADS_1


"Bagaimana kejadiannya mbak.. Kok bisa Pram masuk ke ruang ICU. Pram kenapa mbak?" Tangiskupun pecah.


Pram kena serangan jantung Dek. Mbak takut dek..."


"Yaa Tuhanku.... Hu hu hu...." Aku menangis. Aku tak tahu perasaan apa yang aedang bergejolak dalam hatiku. Aku takut.


Inikah sebabnya sejak tadi pagi perasaanku tak enak. Aku berdoa dalam hati..."Tuhan... Tolong sembuhkan Pram, tolong jaga dia...."


"Mbak... Maafin Ara... Boleh aku liat Pram? Maafin aku mbak, aku ingin melihat Pram." Kataku sambil menangis. Dan Mbak Pipin juga masih tetap menangis.


Mbak Pipin mengalihkan panggilan ke panggilan video.


Aku melihat Pram yang sedang tidur dan dipasangi bermacam-macam alat seperti selang yang aku tak tahu namanya.


Aku sedih melihat keadaannya. " Kamu harus kuat Pram.... Kamu kuat Pram...." Aku menangis tak berdaya.


Suamiku keluar dari kamar mandi dan langsung menghampiriku.


"Kenapa Ma? Kok mama menangis?" Kata suamiku.


Aku tak sanggup berkata-kata. Aku memperlihatkan layar handphone ku pada suamiku.


Suamiku kaget. " Pram kenapa Ma?"


Aku hanya menggeleng lemah. Air mataku bercucuran.


"Mbak... Yang kuat mbak, doakan Pram mbak..." Kataku pada mbak Pipin.


Mbak Pipin mengangguk dan masih menangis.


"Mbak... Bisa tolong dekatkan hanphone ini ke Pram mbak?"


Mbak Pipin langsung mendekatkan hanphone nya ke Pram.


"Kamu harus kuat Pram, berjuanglah... Aku mohon Pram." Kataku.

__ADS_1


__ADS_2