Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Ara mana? Ara mana??


__ADS_3

"Ma... Aku berangkat kerja dulu yaa... Nanti aku gak pulang makan siang, karena hari ini bos ngajak aku ke daerah x." Kata suamiku. Aku tahu daerah x itu termasuk jauh letaknya dari tempat tinggalku.


" Ooh iya bang, hati-hati di jalan yaa..." Kataku sambil menyalami nya.


Suamiku tersenyum dan beranjak pergi. Suamiku menuju garasi, dan mulai memutar mobil untuk keluar dari pintu gerbang.


Aku kemudian masuk dan bersiap-siap akan pergi mengantar anakku ke sekolah. Azka dan Arini sekolah ditempat yang sama, jadi aku bisa sekalian mengantarnya. Azka sudah SMP sedangkan Arini SD.


"Arini, Azka, sudah siap?? Ayoo buruan, nanti terlambat lho." Kataku sambil memasukkan bekal sekolah anak-anak ke dalam tasnya.


Arini dan Azka langsung bergegas.


"Ma.. Arjun berangkat sekolah dulu yaa Ma.." Kata Arjun menyalamiku. Kemudian Aldi juga datang dari arah belakang Arjun, dan langsung menyalamiku.


Arjun kelas 1 SMA dan Aldi kelas 3 SMA. Meraka sekolah di SMA yang berbeda jadi mereka mengendarai motor masing-masing.


Aku berpesan pada Aldi dan Arjun untuk berhati-hati di jalan, jangan kebut-kebutan.


Sekarang giliran Azka dan Arini yang akan berangkat sekolah.


"Dah siap semua kan, gak ada yang ketinggalan kan sayang..." Kataku sambil memandang Azka dan Arini bergantian.


Azka menggeleng dan Arini menjawab" Dah beres Ma."


Saat aku akan menghidupkan motorku, handphone ku berbunyi tanda ada notifikasi pesan masuk. Aku sekilas melihatnya. Ada undangan masuk group SMA X. Namun karena aku lagi buru-buru, jadi aku gak membuka pesannya.


Aku mengendarai motorku mengantar anak-anakku ke sekolah. Gak sampai setengah jam, aku sudah sampai di sekolah Arini dan Azka.


Anak-anak menyalamiku, kemudian anak-anakku masuk pintu gerbang sekolah.


Aku kemudian meninggalkan sekolah anak-anak dan menuju toko tempatku berjualan.


Sesampainya toko, aku langsung merapikan etalase dan bersih-bersihin toko. Setelah semua beres, baru aku duduk dan mulai membuka handphone ku.


Aku membuka satu-satu pesan yang muncul, dan kubalas satu persatu.

__ADS_1


Saat netraku sampai di pesan urutan ke empat, aku melihat ada undangan masuk group SMAku dan langsung aku menerimanya.


Mulailah teman-teman di group menyambutku. Chatting di group SMA mulai ribut, dan saling memperkenalkan diri.


Tak berapa lama muncul lagi undangan masuk ke dalam group SMA yang kelas Biologi. Aku dulu masuk dalam kelas biologi. Akupun menerimanya.


Wah aku kaget banget, ternyata sekarang aku bisa bertemu lagi dengan teman-teman SMA ku setelah 20tahun lamanya. Aku bahagia banget, dan kamipun di group mulai bernostalgia.


Banyak yang menanyakan aku, karena aku dianggap menghilang, gak ada kabarnya sejak tamat SMA. Chating mulai rame di group SMA Bio


"Hai Ara... apa kabar... dirimu benar-benar menghilang seperti di telan bumi." Kata Asih menyapaku di group.


"Hai... kabar baik Say.. iyaa Aku sejak menikah, sibuk urus anak-anak aja." Kataku menjawab chatting Asih.


Wisnu menyapaku di group. "Hai Ara... masih inget aku gak?" Dan akupun langsung menjawab, " Yaa ingetlah, masak lupa." kataku membalas chatting Wisnu. Ardi dan Rendi mulai rame berkomentar menanyakan kabar. Dan muncul juga Budi yang langsung menanyakan kabarku dan kabar teman-teman yang lain.


Saat chatting di group lagi rame dan ribut saling menanyakan kabar, tiba-tiba muncul satu chatting yang menanyakan aku.


"Ara mana?? Ara mana????" Chat itu dikirim berulang.


Rendi langsung bercanda dan membalas chatting,," Hmmmm hati-hati... kok cuma nanyain Ara aja? Awas hati-hati CLBK."


Aku memperhatikan foto yang ada di profilnya, ternyata sekarang Pram sudah gemuk, wajahnya ditumbuhi brewok tipis, namun tatapan matanya itu yang masih tetap sama seperti dulu. Tapi aku melihat ada kesedihan di matanya.


"Pram... " batinku.


" Ayo yang nama Ara muncul dong, jawabin tu, Pram nanyain... " Kata Rendi dalam chatting nya.


Aku kemudian membalas chatting Pram di group, " Ini Ara , Pram..." Aku kemudian memperhatikan profil Pram


Pram langsung menjawab chatting ku di group, " Oooh Ara... apa kabar Ara?"


Pram hanya menanyakan aku. teman-teman yang lain dalam group saling berkomentar, tapi Pram hanya fokus chatting ke aku aja di dalam group.


Aku menjawab chatting teman-teman yang lain yang bertanya berapa putra putrinya, tinggal di mana sesuai urutan yang bertanya di dalam group.

__ADS_1


Kemudian aku membalas chatting Pram di group yang menanyakan kabarku.


"Kabarku baik-baik saja Pram. Kamu sendiri gimana, smoga sehat-sehat slalu yaa..."


"Syukurlah Ara...Aku seneng banget dengernya." Kata Pram. Kemudian Pram menghilang gak chatting lagi.


Aku memperhatikan chatting di group, ternyata bener-bener Pram gak menanyakan teman-teman yang lain. Pram hanya menanyakan kabarku, kemudian Pram menghilang dari hiruk pikuk chatting di group.


Kami masih sibuk saling berkomentar, dan itu sungguh membuatku lupa akan orderan-orderan orang yang mulai menanyakan orderannya dikit m kapan.


Aku tersadar setelah ada telpon masuk dari langgananku yang menanyakan tentang pesanannya sudah sampai di kana sekarang.


Aku rehat dari group sebentar, aku ijin urus pekerjaaan dulu.


Kemudian aku fokus mengurus semua orderan yang harus dikirim hari ini.


Tak terasa waktu berlalu, kulihat waktu sudah menunjukkan jam 1 siang. Aku bersiap-siap menjemput anak-anakku.


Skitar setengah jam, aku sudah sampai di parkiran sekolah Arini dan Azka. Karena bel pulang sekolah belum berbunyi, aku duduk di motorku yang kuparkir di tempat yang teduh.


Aku membuka handphone ku, dan mataku tertuju ke group SMA kelas Bio. Aku memperhatikan foto profil Pram. Aku memperhatikan foto itu. Aku memperhatikan wajahnya, tapi melihat tatapan matanya membuatku tiba-tiba ingin menangis.


Aku teringat bagaimana dulu aku dan Pram sering saling menatap saat jam pelajaran berlangsung. Aku teringat gayanya berbicara, gayanya bercerita tentang hal-hal yang lucu yang membuat teman-teman tertawa.


"Ma.... Lagi ngapain? " Aku dikagetkan oleh suara Arini yang memanggilku dan tiba-tiba sudah ada di depanku. Lamunanku tentang masa lalu bersama Pram buyar semua.


"Mama lagi liat chatting teman-teman Mama sayang... " Kataku sambil mencium dan memeluk tubuh kecil Arini. Arini membalas pelukanku.


Di kejauhan aku melihat Azka yang datang sambil membawa tentengan tas mukena.


Aku menyambutnya dengan tersenyum.


"Azka... Kenapa, kok wajahnya seperti ditekuk begitu si... " Kataku sambil mengelus pipi Azka.


" Gak apa-apa ma...Kepala Azka agak pening aja. Bisa kita segera pulang Ma?" Kata Azka.

__ADS_1


"Ooh iyaa sayang... Kita pulang sekarang juga." Kataku sambil menghidupkan motor dan bersiap-siap pulang.


Lalu kita keluar dari area sekolah, dan motor melaju menuju rumah.


__ADS_2