
PRAM
Sudah beberapa hari aakit kepalaku gak aembuh-sembuh. Aku sudah minum obat sakit kepala yang biasa aku minum kalau kepalaku lagi sakit.
Hari ini aku sudah minta ijin ke Pak Amin kalau hari ini aku tidak masuk kantor karena kepalaku sakit.
Aku mencoba tiduran, istirahat yang bener. Namun aku kepikiran akan Ara. "Ara pasti bakal kepikiran karena aku gak kirin pesan apapun.
Aku ingin mengirim pesan ke Ara untuk mengabarkan kalau aku akan menghubunginya nanti siang. Namun keadaan tidak memungkinkan, karena istriku slalu di dekatku.
Aku ketiduran setelah minum obat. Dan aku kaget karena dibangunkan paksa Pipin sambil marah-marah.
Pipin marah besar.
"Apa maksudnya ini Pa? Hah!!! Kamu ada hubungan sama Ara! Kenapa kamu tega lakukan ini Pa. Aku salah apa?? Aku salah apa? Aku gak nyangka kamu akan lakukan ini!" Pipin menangis dan kemudian memukul dadaku.
Aku yang baru bangun kaget bukan main. Bangun tidur trus Pipin ngamuk-ngamuk dan memukul dadaku. Aku masih mengembalikan nyawaku dan kemudian berusaha memeluk Pipin.
Namun Pipin berontak tetap memukul dadaku dan masih menangis.
"Ada apa Bu? Ada apa? "
"Kamu jahat!!!"
"Ada apa, tolong kasi tahu Papa."
__ADS_1
Pipin mengambil handphone ku dan memperlihatkan pesan-pesanku dan Ara. Aku kaget dan duduk lemes gak tahu mau berbuat apa.
Nyawaku sudah balik. Ternyata Pipin membaca pesanku dengan Ara. Hmm... Aku menghela nafas panjang. Aku gak nyangka kalau Pipin akan membuka handphoneku.
Selama ini aku tidak pernah menghapus pesan dan handphone ku aku taruh sembarang aja. Aku gak pernah menyangka kalau istriku akan membuka pesan-pesanku di handphone. Karena istriku memang tidak pernah membuka hp ku.
Aku sudah ceroboh.
Sekarang aku bingung bagaimana menjelaskan ke Pipin istriku.
" Apa ini Pa?? Kamu bilang sayang ke Ara juga? Kamu bilang cinta juga ke Ara. Hmm jadi seperti ini yaa kamu dengan Ara. Aku gak nyangka Pa!"
"Pin.. Dengarkan dulu penjelasanku. Ini semua tidak seperti yang kamu bayangkan."
Aku berusaha memeluk pipin untuk menenangkannya.
" Maafkan Papa"
"Jangan peluk aku, aku benci ma kamu. Aku pwrcaya sama kamu. Setelah puluhan tahun kita menikah kenapa kamu tega lakukan ini Pa."
Aku akhirnya memilih diam. Karena untuk saat ini apapun penjelasanku tak akan mampu meredakan kemarahan Pipin.
Aku berdiri di dekat meja.
Seketika sakit kepalaku hilang. Aku memegang kepalaku.
__ADS_1
"Jelaskan aku. Jangan diam saja, aku mau dengar Pa. Apa kesalahan dan kelemahanku sampai kamu tega lakukan ini." Kata Pipin setelah mulai agak tenang dna berhenti menangis.
"Jawab jujur Pa." Lanjut Pipin.
Karena Pipin memaksaku dna kulihat sudah tenang, akhirnya aku mencoba bicara dan menjelaskan apa adanya.
"Begini Pin.. Aku memang sayang dan cinta sama Ara. Perasaan ini sudah puluhan tahun ada. Kamu tahu kan bagaimana aku setelah puluhan tahun kita menikah. Apakah pernah aku menyukai seorang wanita waktu kuliah dulu. Walaupun banyak perempuan cantik yang deketin aku, aku tidak pernah tertarik dan kamu tahu itu."
" Dan setelah kita menikahpun, walaupun kita terpisah jarak beberpaa tahun, apakah aku pernah menghianatimu?? Aku bukan tipe laki-laki yang suka mengumbar cinta Pin. Jadi maafkan kesalahanku ini."
Aku kemudian diam dan duduk lemas.
Pipin menangis, dan duduk di depanku.
"Yaa... Aku tahu siapa suamiku. aku kenal baik bagaimana kamu. Itu sebabnya aku sangat percaya kalau aku satu-satunya perempuan dalam hidupmu. Itu sebabnya aku sangat percaya akan cinta dan kesetianmu selama ini."
Aku diam menunduk.
"Aku gak pernah menyangka kalau kamu akan menghianatiku setelah sekian puluh tahun aku mempercayaimu."
"Maafin aku Pin." Kataku.
"Kenapa dengan Ara Pa? Padahal aku tahu banyak perempuan cantik yang kasi kamu perhatian dan kamu gak pernah membalas perhatian mereka. Itu buat aku sangat oercaya dengan kesetiaanmu Pa. Tapi kenapa kamu bisa takluk dengan Ara. Kenapa Pa? Kenapa Ara Pa? Ara sudah punya suami Pa. Kenapa harus Ara yang sudah punya suami!! Jawab Pa!"
Aku gak tahu harus jawab apa, karena memang cintaku pada Ara gak pernah hilang sejak aku mengenalnya. Bahkan sebelum pertemuanku lagi dengan Ara, aku selalu mencarinya. Ara cintaku.
__ADS_1