
PRAM
Seperti biasa, malam aku balik ke kantor untuk menyelesaikan tugas-tugas yang belum aku selesaikan tadi siang.
Aku mengerjakan beberapa laporan yang harus ditandatangani bosku besok pagi. Aku mengerjakannya sambil ngantuk, karena siangnya aku sibuk kesana kemari mengantar Yusuf dan Pipin.
Karena aku merasa ngantuk sekali, akhirnya aku pindah ke kamar yang letaknya di bagian ujung kantor.
Tak lama kemudian aku tertidur. Tiba-tiba Ara masuk dalam kamarku. Ara langsung mencium keningku, mengambilkan selimut dan menyelimuti sekujur tubuhku. Kemudian Ara tidur di sampingku sambil memelukku.
Aku yang merasakan kehadiran Ara, membuka mata dan tersenyum kemudian aku memeluknya. Membawanya tidur dalam dekapanku.
Kukecup kening Ara, kemudian kupeluk erat tubuhnya. Harum tubuh Ara membuat kantukku hilang, aku mencium mata Ara. Ara hanya terpejam.
Aku mencium leher Ara... Ara menikmati ciumanku. "I love you Ar..." Aku terus mencium Ara. Sampailah ciumanku di bibir Ara. Bibir kami bertemu dan berpagutan lembut. Tanganku mulai bekerja. kusentuh lembut gumpalan dada Ara. ******* Ara terdengar merdu di telingaku.
Ara mengusap wajahku. Sementara bibirku masih sibuk di bibir Ara. Kami menikmatinya. Aku semakin gencar mencium Ara, pagutan bibir kami semakin kuat.
Ara membelai tengkukku sedangkan tanganku yang satu mendekatkan tengkuk Ara agak bibir kita lebih erat berpagut. Dan tanganku yang satunya sedang asyik bermain-main dengan daging kenyal milik Ara. Aku semakin semangat.
Tubuh Ara meliuk-liuk seperti menari-nari menikmati sentuhan tanganku di daging kenyalnya. Diiringi ******* indah yang keluar dari mulut Ara. Akupun tak sadar mengeluarkan suara indahku yang merasa nikmat.
__ADS_1
Sekarang posisi Ara di bawah bukan berhadapan lagi. Ciumanku pindah dari bibir Ara ke leher Ara. Ara semakin menari-nari. Kusedot dan kuberi tanda kecil di leher Ara. Daging kenyal Ara bergerak naik seperti meminta lebih. Kemudian bibirku bergerak turun ke daging kenyal Ara. Kucium lembut, pelan... Sementara tanganku satu memainkan daging kenyal Ara yang satunya sedangkan tanganku yang satunya lagi turun mengusap lembut milik Ara.
"Ahhhh Aaahhh .... Pram ... Aaaah... " Ara mengeluarkan suara indahnya...
Hmmmm.....mmmmuah... Aku sibuk dengan bibir dan tanganku yang sedang beraksi. Aku semakin terbawa menikmati tubuh Ara.
Kusedot daging kenyal Ara.... daging kecil di ujung gumpalan kusedot lembut ... kumainkan dengan lidahku ... Ara semakin membusungkan dadanya sepertinya sedang benar-benar merasakan kenikmatan sentuhanku...Aku semakin bersemangat melakukan aktivitasku
Aku senang melihat Ara seperti menginginkan sentuhanku yang lebih. Aku menyedot bergantian ujungnya kemudian kulepaskan, kusedot lagi dengan lembut lalu kulepaskan...
"Aaahhhh ......Aaahhhh...... Ooooh.... Praammmm.... Mmmmm ... "Ara terus mengeluarkan suara merdunya.. Semakin gencar bibirku bereaksi, Ara semakin membusungkan dadanya...Aku merasakan kenikmatan. ini
"Pram.... hmmm... mmmmuaaah Aaahhhhhh... " Ara terus bernyanyi indah...
"Pram.... I love you........"Ara mencium kepalaku.
Milikku semakin menegang. Kemudian perlahan ciumanku turun ke milik Ara. Aku memainkan lidahku di sana. Dan Ara yang merasakan kenikmatan semakin mendorong kepalaku. Dan kemudian Ara berteriak... Aaahhhh.....Sepertinya Ara sudah mencapai puncaknya.
Kemudian aku mengecup kening Ara, kuusap wajahnya yang berkeringat. Dan aku menciumnya lagi. Kukecup bibirnya... Trus kuulangi aktifitasku lagi.
Ara bersemangat lagi, kemudian membalas ciumanku. Ara mendesah lagi Aku kemudian membasahi milik Ara dengan bibirku. Kumainkan bibirku di sana. Setelah Ara kulihat semakin asyik menikmati semua sentuhanku. Lalu aku melakukan penyatuan.
__ADS_1
"Aaahhh... Aaahhh" teriak Ara.
"ooohhhh Araaaa.... aaahhhhh..." Aku merasakan kenikmatan yang teramat sangat nikmat. Aku mencium lembut daging kenyal Ara, dan kusendot sambil tetap melakukan penyatuan. Ara semakin bersemangat, tubuhku dan tubuh Ara penuh keringat. Suara nyanyian kami begitu merdu mengiringi kebahagian dan kenikmatan ynag kami rasakan hingga akhirnya kami berdua terkulai lemas setelah sama-sama mencapai puncak kenikmatan.
Kucium kening Ara, dan kupeluk erat tubuhnya.
"Pram... Tolong jangan tinggalkan aku yàaa.... "Pinta Ara.
"Iyaa sayang.... Aku tak akan pernah meninggalkanmu... Aku sayang banget ma kamu Ar." Kukecup kening Ara lagi...
Kemudian aku dan Ara tertidur dengan posisi berpelukan.
Aku terbangun dan kaget. Kulihat sekelilingku.
"Oooh ternyata tadi aku hanya mimpi." Kataku dalam hati.
Aku duduk sesaat. Kemudian aku bangun mengambil segelas air putih. Aku masih merasakan kenikmatan yang baru saja aku rasakan. Begitu indah. Kenikmatan yang aku rasakan sampai ke ubun-ubunku.
"Ara.... "Bathinku.
Ternyata aku hanya mimpi.
__ADS_1