
"Aku bukan hanya mengaguminya Gus, tapi aku sangat mencintainya. Aku bahkan sampai ribut ma Pipin karena Pipin membaca pesan-pesanku ke Ara."
"Sebentar Pram, Ara posisinya janda kah atau bersuami?" Tanya Agus.
"Bersuami." Jawabku singkat sambil menyalakan sebatang rokok lagi.
"Ooowalah... Pram, sadar Pram, kamu jangan bermain api. Ntar kamu bisa terbakar lho. Ini bener-bener beresiko Pram." Kata Agus mengingatkan aku.
Agus pindah duduk di hadapanku. Menatapku serius.
"Pram... Aku serius ngingetin kamu. Lebih baik aku denger kamu tu suka atau jatuh cinta ma seorang gadis atau janda. Ayolah bro...Sadar dikit lah!!!" Kaa Agus.
Aku menghela nafas panjang dan menghisap rokokku lagi.
"Gus... Aku sendiri gak pernah berfikir untuk jatuh cinta lagi. Cintaku untuk Ara sudah ada sejak lama Gus. Sejak kami masih SMA. Pipin juga bilang begitu, apa gak bisa cari yang gadis aja atau janda. Bukan istri orang. Tapi kamu tahu aku kan Gus, apa pernah aku jelalatan liat perempuan??? Pernah Gus?"Tanyaku
Agus menggeleng. " Ya aku tahu Pram, aku kenal siapa kamu. Aku percaya sekian tahun kamu menikah kamu selalu setia dan ku gak pernah denger berita-berita miring tentang rumah tanggamu dengan Pipin."
"Itulah Gus ...Aku dah berusaha melupakannya Gus. Tapi aku gak berhasil. Huh..."
"Yàaa kalau begitu jalan aja dah Pram. Nanti biarkan Tuhan yang mengatur semua jalannya. "Kata Agus.
Aku mengangguk. Kemudian kami lanjut ngobrol yang lain.
__ADS_1
Aku teringat janjiku ke Ara kalau aku àkan mengiriminya pesan malam ini.
Aku mengirim pesan ke Ara.
" Ara... aku gak bisa hubungin kamu malam ini, Karena ada mas Agus ne. besok aku telpon yaa...I love you..."
Aku lihat Ara gak online sudahi 2 jam. Aku jadi panik, kaeena kepikiran Ara.
Kemudian aku lanjut ngobrol lagi dengan Agus. Aku dan Agus kalau ketemu selalu lama ngobrolnya. Kadang kami adu argumen, debat namun tetap diakhir dengan tawa. Karena memang kami debat hanya untuk bertukang fikiran saja.
Waktu tak terasa sudah menunjukkan pukul 1 pagi. kemudian Agus mengajakku balik ke hotelnya.
"Pram... aku balik ke pulau x besok jam 10an. Kita balik ke hotel yuk." Ajak Agus.
"Iyaa yaa... Kita keasyikan ngobrol gak terasa udah pagi." Kataku.
Sesampai di hotel aku langsung pamit. Sebelum pulang Agus memanggilku.
"Pram... Tolong pikirkan apa yang aku katakan tadi mengenai cinta lamamu itu. " Kata Agus dan menepuk pundak ku.
Aku tersenyum.
" Iya Gus, makasi." Kataku.
__ADS_1
Aku kemudian meninggalkan hotel menuju kantorku. Sekitar 20 menit aku sampai di kantor.
Sampai di kantor aku langsung membuka handphone ku. Netraku langsung mencari pesan dari Ara.
"Ya Pram... Jangan terlalu malam tidurnya yaa. Inget jangan begadang ya ... I love you..."
Aku bahagia membaca pesan dari Ara. Aku bersyukur karena Araku baik-baik saja. Karena tadi aku khawatir sekali.
Aku tak membalas pesan Ara, karena kemungkinan Ara dah tidur. Aku menuruti keinginan Ara, aku memutuskan tidak melanjutkan pekerjaanku.
Aku mencoba memejamkan mata, namun mata ini tak bisa kupejamkan. Pikiranku melayang-layang entah ke mana.
Aku gelisah. Aku kepikiran dengan kata-kata Agus.
Akhirnya aku hangun, ke dapur untuk membuat minuman hangat. Aku kemudian menuju meja kerjaku. Dan kulihat Andre sedang duduk di depan komputernya.
"Dre ... Belum tidur yaa... " Tanyaku.
"Iya belum Pak. Aku masih gambar. " Kata Andre sambil menoleh sekilas padaku dan tersenyum.
" Ooh yaa yaa... Lanjut Dre." Kataku.
" Pak Pram kenapa kok belum tidur? " Tanya Andre.
__ADS_1
" Gak tahu ne... mungkin karena sudah terlanjur bangun jadi belum mau diajak tidur. " Kataku dan membuka laptopku.
.