Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Sayangi Ara seutuhnya


__ADS_3

MUHLAS


Aku buru-buru dan langsung mengangkat telponku.


"Hallo...Mat sore...." Kata Muhlas.


"Sore.... Maaf mengganggu." Kata orang di seberang telpon.


"Maaf ini siapa yaa?" Tanya Muhlas sambil melihat nama penelpon yang ada di sana. "Hmmm ternyata Pram. Mau apa dia nelpon!!!" kata Muhlas dalam hati.


Belum Pram menjawab langsung Muhlas berkata.


"Oooh Pak Pram... Ada apa nelpon?" Tanya Pram


"Aku nelpon cuma mau ngingetin Pak Muhlas untuk jaga Ara baik-baik. Aku sudah pernah bilang kan, sayang dan cintai Ara seutuhnya. Dan Pak Muhlas sudah mengiyakan waktu itu " Kata Pram tegas.


"Iyaa... Aku sayangi Ara seutuhnya. Emang kenapa Pak Pram ngomong seperti itu?" Tanya Muhlas balik.


"Gak ada, intinya aku cuma mengingatkan Pak Muhlas untuk jaga Ara baik-baik, sayang dan cintai dia seutuhnya. Itu aja!" Kata Pram lebih melembutkan suaranya.

__ADS_1


"Iya... Cuma itu aja?"


"Ya... Maaf menggangu... Mat sore." Kata Pram menutup pembicaraan.


Aku duduk di kursi kerjaku. Aku kesal, "Kenapa dia harus menelponku." Batinku.


Aku masuk ke kamar lagi dan memandang Ara. Kulihat Ara sedang berbaring sambil membaca novel. Eeh ternyata Ara tertidur.


Aku menghampiri istriku. Kupandangi wajah lembut istriku. Wajahnya yang begitu teduh dan sejuk dipandang membuatku merasa bersalah. Aku sudah sering membuatnya menangis. "Maafin aku Ma...." batinku kemudian kukecup kening nya.


Aku kepikiran dengan Pram yang menelponku. Berarti istriku sampai saat ini masih berhubungan dengan Pram. Dan aku yakin Pram tahu rencana pernikahanku kemarin. Hmmmm.... Aku menarik nafas panjang.


Aku jadi penasaran emang dulu waktu SMA mereka pacarankah??? Sampai rasa sayang Pram seperti itu ke istriku. Aku heran.


"Ahhh sudahlah....ngapain itu aku pikirkan." Yang penting aku dan istriku hubungannya baik-baik saja. Namun kata-kata Pram tadi menyadarkan aku, bahwa aku harus benar-benar menyayangi dna mencintai istriku seutuhnya.


Kemudian aku tidur di dekat istriku. Kuambil buku yang dipegangnya, kemudian kupeluk istriku. "Papa sayang ma kamu Ma...Maafin Papa."


Istriku masih tertidur pulas, mungkin karena dia baru sembuh jadi cepat lelah dan butuh banyak istirahat untuk pemulihannya.

__ADS_1


Aku membuka buku yang dibaca istriku... Judulnya " Cintaku Gak Salah."


Aku terhenyak.... Tiba-tiba aku berfikir tentang perasaan yang dimiliki Pram untuk istriku.


Hmmm.... Sejujurnya aku tak tahu rasa apa yang mereka punya.


Aku bermain-main dengan pikiran-pikiranku sendiri hingga tak sadar aku akhirnya tertidur.


"Pa... Bangun Pa... Hari sudah menjelang malam. Bangun dulu, makan malam dulu yuk..." Suara istriku membangunkan aku dari tidurku.


Aku membuka mataku, dan kulihat istriku duduk di hadapanku sambil mengusap dadaku. Kupandangi wajahnya, dan aku tersenyum.


Kemudian aku menunjuk bibirku, isyarat aku minta cium dari istriku. Kemudian istriku menciumku sekilas dan berkata...."Ayo bangun ah... anak-anak dah nungguin di meja makan. Semua dah lapar katanya tuh."


"Oooh rupanya nungguin Papa yaa...Udah Mama bilang anak-anak dulu sana Papa mau ke kamar mandi bentar " Aku tertawa sambil bangun dari tidurku.


Istriku tersenyum kemudian menuju ruang makan.


Sementara aku ke kamar mandi sebentar, cuci muka dan langsung menuju ke ruang makan.

__ADS_1


Aku bahagia karena keluargaku utuh. Aku bersyukur aku sadar bahwa keluargaku nomor satu, dan aku bahagia mempunyai istri seperti Ara. Aku kan menjaga dan menyayangi mu seutuhnya Ar...


__ADS_2