Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Itulah cintaku


__ADS_3

Aku bersyukur istriku sudah lebih tenang sekarang. Istriku audah gak marah-marah lagi, sudah bisa becanda. Aku bahagia sekali. Aku merasa rumah tanggaku sudah lebih tenang sekarang.


Aku semakin semangat bekerja. Sudah 3 hari aku tak menelpon Ara. Aku rindu padanya. Nanti aku mau cerita banyak ke Ara. Aku yakin Ara juga pasti senang.


Sekitar jam 1 siang, aku pamit ke Rahma untuk pergi ke toko bahan. Aku menyelesaikan kerjaanku dulu baru pergi ke taman burung.


Sampai di taman burung, aku langsung menelpon Ara dan Ara langsung mengangkatnya.


"Pa kabar Ara....Kamu sehat kan sayang...? Tanyaku namun belum sempat Ara menjawab, aku langsung mengalihkan ke panggilan video.


Ara menerimanya., kulihat Ara sedang tiduran di sebuah kamar.


"Sehat Pram, aku sehat. Kamu juga sehat kan?" Tanya Ara.


Aku mrngangguk, kuperhatikan wajah Ara yang sedang tiduran. Aku ingin memeluknya, ada perasaan sesal di dalam hatiku," Kenapa dulu aku tak menjemputnya."


"Husssh... Ada apa Pram? Kok ngeliatin seperti itu sih?" Kata Ara.


Aku hanya menatapnya..." I love you Ara....Aku sayang banget ma kamu..."

__ADS_1


Ara tersenyum. "Iyaa Pram... aku juga sayang banget ma kamu... I love you..."


Aku mencium kening Ara dari handphonku.


Ara mendekatkan wajahnya...Kucium bibirnya...Ara menatapku.


"Pram... I love you..." Kata Ara sambil memejamkan matanya.


Akupun mencium bibir Ara lagi sambil memejamkna mataku... "Hmmm.... I love you Ar..."


"Pram... Penuhi janjimu yaaa... tolong jangan tinggalkan aku...Aku sayang banget ma kamu." Ara menatapku.


"I love you Ar...Aku gak akan meninggalkanmu... Aku ingin selalu di dekatmu... Tunggu aku yaa...Aku pasti akan menjemputmu." Kataku semangat.


Ara menatapku dan mengangguk. Namun kulihat ada bulir-bulir air kaan menetes di mata Ara.


"Kenapa sayang? Hmmm aku ada salah ngomong?" Hmmm..."


Ara menggeleng dan akhirnya air mata itupun jatuh.

__ADS_1


"Kamu kenapa sayang?? Aku peluk yaa..." Kataku..


Ara mengangguk dan aku pun memeluknya.


"Pram... Aku gak tahu kenapa ku takut kehilanganmu. Aku gak mau pisah ma kamu Pram. Janji yaa."


"Iyaa sayang... kita punya perasaan yang sama. Aku gak akan ke mana-mana, nanti saat waktunya tiba aku akan menjemputmu. Itu janjiku. Aku dah bilang ma kamu, itu tujuan terakhirku setelah aku menyelesaikan kewajiban dan tanggung jawabku di sini di keluargaku. Kita hanya berdoa saja yaa sayang...Aku ingin menghapus air mataku, namun aku tak bisa." Kataku dan menunduk.


Ara menghapus air matanya. " Aku gak apa-apa, jadi kamu gak perlu sedih seperti itu dong Pram. Aku ingin kamu selalu semangat, aku bahagia kalo melihatnu tertawa dan bahagia. Hmmm...." Ara menatap lekat mataku.


Aku bisa merasakan bagaimana Ara menyayangiku, saat aku merasa tak berdaya, Ara akan menghapus tangisnya dan langsung tersenyum menyemangati ku.


"I love you Ara..." Kataku dan mngecup keningnya lewat handphone ku.


Itulah cinta kami. Saat salah satu sedih, yang lainnya menghibur. Saat aku merasa gagal, Ara menyemangati ku. Saat Ara bersedih, aku menghiburnya. Saat aku punya masalah, Ara membantuku mencari jalan keluarnya...Bahkan saat Ara sakit, akupun bisa merasakan sakit yang dia rasakan. Itulah cinta kami.


Cintaku gak salah, kami saling mencintai karena memang cinta itu anugrah Tuhan yang kami sendiri tak tahu mengapa ada cinta dalam hati kami. Dan kami sama-sama menjaga cinta kami agar tetap suci.


..."Penyakit sang pencinta itu terasing dari segala penyakit lain: cinta adalah astrolab misteri-misteri Tuhan. Baik cinta itu berasal dari sisi duniawi ataupun ukhrawi, pada akhirnya ia akan membawa kita ke sana.( Jalaluddin Rumi)"...

__ADS_1


__ADS_2