
Kami berkumpul di ruangan sederhana untuk makan malam bersama. Muhlas adalah anak sulung dari 5 bersaudara. Orang tua Muhlas bekerja hanya sebagai pedagang ikan di pasar.
Sementara adik-adik Muhlas 2 orang yang masih sekolah dan 2 orang sudah tamat sekolah.
"Kak... silahkan dicicip masakanku ...Smoga kakak suka," kata Ana, adik Muhlas.
"Makasi An..." kataku sambil mengambil lauk kemudian sayurnya.
"Enak An, kamu pandai masak yaa..." kataku sambil memberikan jempolku. Ana tersenyum senang.
Kemudian kami melanjutkan makan sampai selesai.
Muhlas ngobrol sebentar dengan papa dan mamanya, sementara aku ke dapur membantu Ana mencuci piring.
Setelah itu Muhlas mengajakku masuk kamar.
Muhlas sudah menungguku di kamar. Muhlas duduk sambil membaca buku. Muhlas langsung menyuruhku duduk.
__ADS_1
Ara... Kamu sekarang sudah resmi menjadi istriku. Kamu perlu tahu kalau aku lebih suka melihatmu tidak bekerja. Jadi maafkan aku karena aku tidak mengijinkan kamu untuk bekerja di kantoran . Aku lebih senang melihat istriku mengurus rumah tangga saja. Maafin aku yaa..." Muhlas memegang tanganku kemudian menciumnya.
Aku terdiam. Akhirnya aku mengangguk. Aku menghela nafas panjang. Aku bingung, karena di satu sisi aku ingin membahagiakan orangtuaku, namun di satu sisi aku ingin berbakti pada suamiku.
"Ara... Kamu kenapa? kamu dengar apa yang aku katakan tadi?" Muhlas mengagetkan aku.
"Hmmm... maaf tadi aku teringat mamaku." Aku menjawab asal aja.
Muhlas tersenyum, kemudian mencium keningku. Aku pejamkan mataku, kemudian Muhlas mencium mataku bergiliran. Ciuman Muhlas turun ke hidungku. Kemudian Ciuman Muhlas mendarat di bibirku. Awalnya pelan, lama-kelamaan Muhlas semakin Rakus ******* bibirku. Aku membalas ciumannya, tangan Muhlas mulai meraba daging kenyalku..
Malam yang dingin berubah menjadi hangat. Tubuhku dipeluk erat, dan bibir kita saling *******. Aku merasakan getaran hebat dalam tubuhku, indah.
"Oooh...aaahhh... Aku mulai mendesah.
Muhlas kemudian membuka pembungkus gunung kembarku kemudian ciumannya turun ke dadaku, perlahan-lahan sampai akhirnya ciuman Muhlas sampai ke salah satu gunung kembarku. Muhlas menciuminya bergantian, kemudian dijilat bergiliran, kemudian Muhlas memainkan daging kecil puncak gunung kembarku.,
"Ahhhhh.... hmmm. ooooh... aku mengeluarkan suara-suara aneh pelan dan aku menikmati setiap sentuhan Muhlas...
__ADS_1
Muhlas membuka kain segitiga yang menutup daerah terlarangku. Kemudian perutku dicium dijilat perlahan kemudian Muhlas mengusap bagian terlarangku... Diciumnya ,sementara tangannya yang kiri meremas salah satu gunung kembarku.
Muhlas bermain-main di bagian terlarangku, sementara suaraku tiba-tiba terhenti, ada perasaan takut apa yang akan terjadi selanjutnya. Apakah sakit? Ooh perasaan takut membuat mood ku hilang.. Aku jadi tegang dan takut.
Muhlas karena sudah semakin memuncak nafsunya semakin rakus mencium bibirku, dan tangannya sibuk meremas daging kenyalku. Muhlas berusaha melakukan penyatuan walaupun agak sulit untuk menembusnya, karena aku merasa kesakitan. Namun akhirnya kami berhasil melakukan malam pertama.
Setelah selesai melakukan penyatuan, Muhlas tampak lelah dan berkeringat. Kemudian tubuh Muhlas jatuh ke samping tubuhku. Muhlas mencium keningku dan tak lama akhirnya tertidur.
Aku memandang wajah suamiku. Aku masih beradaptasi, sekarang aku tidur tanpa busana sehelaipun di tubuhku dengan seorang laki-laki yang sekarang sudah menjadi suamiku. Tiba-tiba aku menangis, aku tak tahu mengapa aku menangis. Sekarang aku sudah bukan gadis lagi. Aku sudah memberikan kehormatanku pada suamiku.
Suamiku tampak tidurnya pulas sekali. Aku tak tahu apa yang membuatku mau menerima Muhlas untuk menjadi suamiku. Apakah karena aku mencintainya?? Ataukah hanya karena pelarian akan traumaku terhadap Bagus?
Bermacam-macam perasaan dan pikiran bermain-main di kepalaku. Aku belum bisa memejamkan mataku.
Aku ingin buang air kecil, tapi saat aku akan bangun dari tidurku tiba-tiba aku merasakan sakit di bagian terlarangku...
"Oooh.... hmmm..." Aku menahan sakit. Kemudian perlahan aku ke kamar mandi, dan aku merasakan sakit luar biasa saat buang air kecil. Aku meringis kesakitan.
__ADS_1
Aku keluar dari kamar mandi, dan kembali ke tempat tidur dekat suamiku. Aku berusaha memejamkan mataku namun belum juga berhasil. Aku gelisah gak bisa tidur. Kemudian aku mencoba mendekatkan diriku ke suamiku. Muhlas memelukku, mencium dan mengelus rambutku. Lama-kelamaan akhirnya aku tertidur.