
Setelah beristirahat cukup, sore harinya kami berkumpul lagi di halaman deket kamarku.Kami membicarakan rencana hari ini dan malam.
Kami sepakat sore ini pergi ke kebun apel dan kebun strawberry.
Hari yang cerah, karena sudah sore jadi suasananya tidak panas, sejuk.
Kami pergi ke kebun apel dulu.
"Ma... nanti Arini boleh petik apelnya gak Ma?" Tanya Arini kepadaku.
"Boleh sayang... Nanti kalo mau petik buah apel, pilih yang sudah matang yaa nak..." Kataku sambil mengelus rambut putriku.
"Horeeeee nanti Arini petik apelnya banyak-banyak buat mama ma kak Azka yaa." Kata Arini sambil melirik ke kakak Azka.
Azka hanya tersenyum saja, dan kembali memandang hamparan sawah yang terlihat dari balik kaca mobil.
"Kakak liatin apa sih?" Arini mendekati Azka kakaknya dan duduk nempel di dekat Azka.
Jarak kebun apel dengan hotel tempat kami menginap tidak terlalu jauh jadi dalam waktu 15enit kami sudah sampai.
Kami semua turun dari mobil.
Aku berjalan bersama Azka, dan tanganku menggandeng Arini. Kalau Aldi dan Arjun jelan dengan papanya.
"Bang Aldi, wah sudah besar sekarang yaa," kata Om Zul menyapa Aldi dan Aldi tersenyum sambil menyalami Om Zul dan yang lainnya juga.
"Bang Arjun, apa kabar ne..." Kata Om Ahmad menyala Arjun.
"Sehat Om... " Kata Arjun sambil menyalami Om Ahmad dan yang lainnya.
Setelah kami semua saling menyapa anggota rombongan, kami lanjut masuk ke kebun apel.
Kami disambut oleh petugas yang berdiri di sana. Oleh petugas kami diajak berkeliling ke kebun, sambil dijelaskan proses penanaman, pengembangbiakan dan pemeliharaan apel. Anak-anak mendengarkan penjelasan petugas. Kemudian kami dipersilahkan memetik buah apel yang sudah matang sesuai arahan petugas kebun.
"Ma... Aku boleh petik apel banyak-banyak Ma? "Tanya Arini kepadaku.
"Boleh sayang... Arini boleh petik yang sudah matang aja yaa, kalo yang masih muda seperti ini jangan dipetik yaa..." Kataku pada Arini sambil menunjuk buah apel yang masih muda.
Arini mengangguk tanda sudah mengerti.
"Sayang liat ke Papa nak..." Kata suamiku sambil mengambil foto Azka. Azka refleks tersenyum sambil memegang sebuah apel yang sudah dipetiknya.
"Kok Arini gak difoto Pa?" Kata Arini sambil melotot pada Papanya.
"Ooh pasti Papa foto dong... Sekarang siap yaa sayang..." Kata suamiku sambil mengambil foto Arini. Arini berfose dengan bermacam-macam gaya.
Kemudian kami foto bareng dengan rombongan keluarga yang lain.
Setelah puas di kebun apel, kami melanjutkan ke kebun strawberry.
Syukurlah kami datang saat cuaca cerah dan lagi musim panen strawberry.
__ADS_1
Petugas memberi keranjang kecil kepada kami untuk memetik strawberry. Kami memetik strawberry yang sudah merah dan langsung mencicipinya.
"Hmmm buahnya manis sekali yaa Dek." Kata suamiku sambil mendekatiku dan berfoto denganku.
Aku mengangguk sambil mencicipi nya. Dan memang benar buahnya manis banget dan seger.
Aku membaur dengan keluarga yang lain. Berfoto bersama dan ngobrol tentang rencana nanti malam.
Setelah hampir setengah jam di kebun, kami menuju hotel karena hari juga sudah mulai gelap.
Sesampai di hotel, kami balik ke kamar masing-masing dan janjian nanti sekitar jam 7 kumpul di restauran hotel.
"Gimana tadi jalan-jalan di kebun sayang, Arini senang sayang?" Kataku pada Arini yang sudah mulai manja minta digendong ma papa nya.
Arini mengangguk. " Cuma kaki Arini pegel Ma... Arini gak kuat jalan ke kamar..." Kata Arini manja.
"Hmmm dasar manja, turun dong, udah besar masak masih digendong papa terus si..." Kata bang Aldi godain adiknya.
"Gak mau, Arini maunya digendong aja, papa juga gak marah kok." Kata Arini sambil mencibir ke kakaknya.
Aldi hanya tertawa.
kami bersenda gurau terus. Aku melihat anak-anak kecapekan juga tapi tampak mereka juga sangat senang dan menikmati liburannya.
Sesampainya di kamar, kami mandi bersih-bersihin diri dulu bergantian. Tak terasa waktu sudah menunjukkn jam 7 malam.
Kami berkumpul di restauran. Kami membaur dengan keluarga Om Zul dan Om Ahmad.
Setelah semua kenyang, kami bersantai sambil ngobrol-ngobrol.
Saat ngobrol-ngobrol, ada seorang pria yang memperhatikan aku dari ujung ruangan.
Saat aku akan ke toilet, laki-laki itu mengikuti aku. Aku diantar Arjun..
Aku sedikit kesal dengan laki-laki yang ngikuti aku ini. Saat aku keluar dari toilet, laki-laki itu menghampiriku.
Saat aku akan melewatinya, laki-laki itu menyapaku.
"Maaf, Ara Wulandari kan? " Tanyanya kepadaku.
Aku kaget bukan main karena kok dia tahu nama lengkapku. Aku kemudian memperhatikannya dan mencoba mengingat siapa laki-laki yang berdiri di depan ku.
"Lupa yaa Ar... " Katanya sok kenal.
Aku masih mencoba mengingatnya. Laki-laki di depanku ini hitungnya mancung, berkulit hitam dan tinggi dengan rambut gondrong yang dikuncir.
"Alumni SMA X kan... Kita satu kelas waktu di kelas 1 Ar..." Kata laki-laki didepanku sambil tersenyum.
"Hmmm maaf yaa... Aku lupa, aku masih mencoba mengingat..." Kataku sambil membungkukkan badanku sedikit.
Saat aku perhatikan senyumnya, barulah aku mengingatnya.
__ADS_1
"Oooh maafin aku,, aku ingat sekarang. Lukman kan... Kita sama-sama kelas 1 7 dulu kan..." Kataku sambil tersenyum.
Laki- laki di depanku yang ternyata Lukman tersenyum lebar kemudian menjabat tanganku.
" Apa kabar Ar... Anakmu ne... Hmmm tinggi banget anakmu, cakep lagi." Kata Lukman sambil memandang anakku Arjun.
"Yaa... ini anakku yang ketiga, namanya Arjun." Katku memperkenalkan anakku.
"Arjun, kenalkan ini teman mama waktu SMA dulu..." Kataku kepada Arjun yang dari tadi bengong.
Arjun kemudian menyalami Lukman, dan memberi hormat.
Kemudian aku mengajak Lukmanke restauran. Lukman memperkenalkan aku dan istrinya, lalu akupun memperkenalkan suami dan anak-anakku.
Setelah lama ngobrol, Lukman meminta no telponku. Setelah bertukar nomor telpon kemudian aku permisi balik ke rombonganku.
Kemudian anak-anakku sudah mulai ngobrol-ngobrol dengan anak-anak Om Zul dan Om Ahmad.
Malam semakin larut, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke kamar untuk beristirahat. Karena besok pagi-pagi sekali kami akan jalan-jalan pagi berkeliling di sekitar hotel dan ke lokasi pinggir pegunungan.
Pagi pun tiba. Kami sudah bersiap-siap untuk jalan-jalan pagi. Kami semua memakai baju olahraga dan jaket karena udara yang masih terasa sangat dingin.
Kami menyusuri jalan-jalan tepi pegunungan landai. Kami berfoto dan menikmati indahnya sun rise dan embun pagi dengan suasana yang masih berkabut.
Anak-anak menikmatinya. Sekarang anak-anakku, anak-anak Om Zul dan anak-anak Om Ahmad sudah bisa akrab lagi satu dengan yang lain. Mungkin karena sudah beradaptasi, maklum kami jarang sekali pergi liburan bersama.
Setelah hari sudah mulai agak terasa panas, kami semua balik untuk sarapan di restauran hotel tempat kami menginap.
Kami sarapan bersama. Kulihat Lukman dan keluarga kecilnya sudah lebih dulu sarapan. Katanya Lukman akan bersiap-siap pulang, karena ada urusan mendadak.
"Ar, aku pilang duluan yaa.." Kata Lukman berpamita. Istri dan anaknya menyalamiku.
Aku mengangguk dan berkata " Yaaa.. Hati-hati di jalan yaaa..."
"Iya Ar... Oh iya Ar, nanti aku masukkn ke dalam group SMA yaa..." Kata Lukman.
"Oh iyaa yaa Lukman, makasih sebelumnya." Kataku.
Kemudian Lukman pergi meninggalkan hotel.
Setelah selesai sarapan, anak-anak bersiap-siap berenang. Mereka asyik sekali berenangnya, padahal airnya dingin banget.
Aku sudah berpesan pada anak-anak agar berenangnya jangan lama-lama.
Tapi yaa namanya anak-anak, kalau sudah ketemu kolam renang, pasti tidak bisa dibatasi berenangnya.
Setelah puas berenang, kami semua masuk kamar masing-masing dan berbenah untuk pulang.
Sekitar pukul 2 siang, kami check Out dari hotel. Kami menuju perjalanan balik pulang.
Di mobil, anak-anak ketiduran. Meraka tampak lelah sekali.
__ADS_1
Sekitar 6 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di rumah. Kami senang sekali dengan liburan kali ini dan berharap suatu saat nanti bisa mengulanginya lagi.