Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Maafkan aku


__ADS_3

Aku seperti disambar geledek mendengar suamiku ngomong seperti itu. Aku perempuan yang selalu disanjungnya sekarang harus menerima perkataan pedas, sakit dan memalukan.


Aku salah, namun semua bukan inginku. Aku hanya diam mendengar perkataan suamiku yang sungguh menyudutkan aku. Selain itu kata-kata Pipin masih terngiang-ngiang di telingaku dengan semua caci makinya yang sangat menyakitkan.


Aku terima semuanya Tuhan, karena aku tahu aku salah.


Tadinya aku mengirim puisi itu karena berfikir masih di acara yang diselenggarakan bosnya. Sama sekali tak terpikir olehku kalau ternyata Pram sudah ada di rumah.


Aku menyalahkan diriku, aku menghancurkan hidup Pram. Aku tak memikirkan hidupku karena memang aku menjalani hidup dengan suamiku karena keterpaksaan.


Aku sering kecewa dengan keluarga besar suamiku yang sering ikut campur dalam rumah tanggaku. Semua uneg-uneg ku sudah kusampaikan ke suamiku, namun ujung-ujungnya aku harus menerima apapun kenyataan dan sikap keluarganya yang kadang sering seenaknya. Yaa ini memang nasibku.


Orang di sekitarku tak pernah tahu bagaimana riak-riak yang ada dalam biduk rumah tanggaku dari awal aku menikah sampai sekarang. Semua aku pendam, sampai aku berfikir bahwa aku hanya budak takdir. Dan kata-kata ini yang sangat tidak disukai Pram. Dan Pram mengharamkan aku mengatakan itu lagi.


"Ma... Jelaskan aku kenapa semua ini bisa terjadi. Arghhhh.... " Suamiku geram sambil mengepal tangannya. Suamiku duduk di samping tempat tidurku.

__ADS_1


"Aku minta maaf Pa..." Aku berusaha untuk tidak menangis. Aku gak mau menangis di depan suamiku.


"Kenapa bisa kamu berhubungan dengan suami orang. Aku gak nyangka!!! Tadi istri Pram kirim pesan ke aku. Dia ceritakan semuanya. Dan dia juga nyuruh aku mengajar kamu untuk tidak merebut suaminya. Apa kamu gak malu dengernya??? Hah!!!" Kata suamiku.


Aku diam saja sambil menunduk.


" Kamu dengar gak sih! Jawab pertanyaanku! Apa kurangnya aku? "


" Aku pikir hubunganmu sudah berakhir dulu waktu Pram ngomong ke aku. Tapi ternyata sampai sekarang masih yàaa... Aarghhhh... "


" Pa... Aku gak akan bela diri. Karena apapun yang aku katakan sekarang tak ada gunanya. Aku jelaskan apapun tetap gak ada gunanya. Jadi aku berfikir untuk gak jelasin apa-apa. Besok saat sudah tenang baru aku jelaskan semua."


"Aku heran, dan sungguh aku gak nyangka Ma...Kalau begitu, besok kita ke tempat Mamamu. Aku akan menceritakan semuanya. Biar mama tahu kelakuanmu." Kata suamiku.


"Aku mohon jangan. Aku gak mau nyakitin hati mamaku, dan tolong pikirkan baik-baik semua yang akan Papa lakukan."

__ADS_1


"Aku siap andai Papa akan menalak ku, aku mengerti dan akan terima Pa. Tapi tolong ini cukup sampai di sini, cukup antara aku dan Papa saja. Tolong jangan libatkan mama dan anak-anak." Kemudian aku menunduk dan tetap berusaha tenang.


Suamiku terdiam untuk beberapa saat.


"Ma... Aku sayang ma kamu. Aku sangat sayang ma kamu. Jujur, kejadiaj ini buat aku lupa dirim Aku bisa membunuhmu karena ini Ma. Aku sanggup untuk membunuhmu!!!". Kata suamiku sambil menatapku penuh amarah.


Aku menatap suamiku.


"Silahkan Pa. Kalau kamu mau bunuh aku, silahkan. Aku ikhlas, toh dari dulu aku sudah bilang ke Papa kalau aku gak punya harapan untuk hidupku. Lakukan Pa, apa yang menurut Papa baik dan bisa buat lega." Aku menatap suamiku.


Air nataku sudah akan jatuh, namun ku tahan.


"Aku serius Ma!!! Aku sangat kecewa dengan sikap dan penghianatan mu ini. Aku gak nyangka. Kenapa setelah puluhan tahun kita menikah sekarang kamu lakukan ini! Aku kecewa Ma!!! "


"Maafkan aku Pa..." Air mataku menetes, namun langsung kuhapus Aku berusaha untuk tidak menangis dan tetap tenang.

__ADS_1


Aku ikhlas apapun yang akan terjadi. Aku pasrahkan segalanya pada kehendak Tuhanku.


__ADS_2