Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Saat-saat tersulit Ara


__ADS_3

Pagi ini aku akan ke Perpustakaan, karena kemarin aku tidak jadi ke perpustakaan.


Aku sudah lebih tenang dibandingkan kemarin. Semalam aku sudah memikirkan baik-baik semuanya. Kemarin aku sudah memutuskan kalau hubunganku dengan Bagus sudah berakhir.


Aku tidak akan minta penjelasan kepada Bagus, karena aku sudah melihat sendiri bagaimana bahagianya Bagus boncengan dengan cewek yang aku tidak kenal. Tapi cara boncengan mereka yang mesra sudah menjawab kalau hubungan mereka bukan sekedar teman. Aku tidak butuh penjelasan.


Hubunganku dengan Bagus baru berjalan kurang lebih 7 bulan. Yaaah, aku bersyukur kepada Tuhan karena aku ditunjukkan seperti apa kelakuan Bagus yang sebenarnya.


"Ara... kamu hari ini mau ke kampus?" Suara mama memecah pikiran-pikiranku.


"Ara mau ke perpustakaan ma, mau cari buku-buku yang bisa menambah wawasan dan referensi Ara. Minggu depan Ara akan ujian skripsi ma. Doain Ara yaa ma..."


Mama menatapku. "Yaa anakku...mama selalu mendoakan keberhasilanmu sayang... Tapi kamu sudah tenang sekarang kan...?"


Aku memeluk mama. " Ara sayang mama,, makasi ma... selalu doain Ara yaa ma.." Aku menangis dalam pelukan mama.


Mama mengusap air mataku, kemudian membelai rambutku.


"Mama percaya dan yakin anak mama kuat. Ara, kamu punya banyak kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, Bagus akan menyesali perbuatannya kepadamu. Sabar yaa sayang..."


Aku menangis lagi, ingat perbuatan Bagus yang sangat menyakitkan hatiku.


Mama menghapus air mataku. "Sudahlah Ara, jangan menangis lagi, nanti matamu kelihatan bengkak. Sekarang kamu siap-siap jalan ke perpustakaan aja yaa.'


Aku mengangguk dan menghapus air mataku.

__ADS_1


"Kamu sibukkan saja dirimu dengan mempersiapkan diri untuk ujian skripsi, mama yakin Ara bisa lewati ini semua."


Aku mengangguk. Kemudian aku bersiap-siap untuk ke perpustakaan.


Terasa sulit memulai baru kehidupanku. Kemarin-kemarin Bagus yang mengisi hari-hariku. Kebahagiaan semu yang Bagus berikan sudah berakhir kemarin.


Tiba di perpustakaan aku langsung mencari buku-buku yang sesuai dengan skripsiku. Aku mengambil 3 buku, dan mencari tempat ke ruang baca.


"Hai Ara.. apa kabar?" Aku menoleh ke arah suara, ternyata Wisnu menyapaku dengan suara pelan.


Aku tersenyum. " Baik Wis," Jawabku singkat.


Wisnu memperhatikan mataku. Mungkin mataku masih terlihat sembab dan bengkak sedikit.


"Ar... Kamu baik-baik saja?" Wisnu tampak cemas


"Nanti, kita pulang bareng yaa," bisik Wisnu.


Aku mengangguk dan melanjutkan membaca.


Aku mencatat pont-point penting di kertas kecil. Setelah kurasa cukup, aku mengembalikan buku-buku yang tadi sudah kubaca. Aku meminjam beberapa buku untuk kubaca di rumah.


"Wisnu, kita pulang yuk.. aku sudah selesai. Kamu bagaimana?? "


"Yaa aku juga sudah selesai dari tadi."

__ADS_1


"Ara, pulangnya kita cari bakso yuk... Aku tadi belum sarapan," kata Wisnu.


"Ya Wis, aku juga tadi buru-buru jadi gak sempat sarapan."


Wisnu mengajakku mampir di Bakso Barokah, yang terkenal enak baksonya.."


Kami menyantap bakso yang disuguhkan, cuma aku tidak terlalu berselera. Pikiranku masih kacau.


" Kamu kenapa Ar? Aku liat dari tadi kamu gak selera makan baksonya. Kurang enak yaa baksonya?"


Aku memtong pembicaraam Wisnu. "Bukan begitu wis.. Aku suka kok baksonya. Pentolnya enak bnaget."


"Terus kamu kenapa seperti gak ceria Ar... Kamu ada masalah apa?"


Aku hanya menggeleng,"Gak ada Wis... Aku cuma kurang enak badan aja,"


Wisnu menghabiskan baksonya.Sepertinya memang Wisnu lapar banget.


"Ara, kapan kamu ujian skripsi?"


"Aku sudah lihat jadwalnya, Senin Wis. Doain yaa smoga semua lancar."


"Iyaa pasti lancar lah... Kamu kan pintar." Kata Wisnu sambil menatapku.


Aku tersenyum..." Makasi Wis.."

__ADS_1


Aku berharap semoga ujian skripsiku besok lancar, aku tidak mau masalah Bagus mempengaruhi ujianku.


Aku harus kuat dan harus bisa lalui semua ini.


__ADS_2