
Keesokan harinya aku sudah sehat dan vertigo ku dah ilang. Aku ke toko seperti biasa. Dan Siti dengan gesit menghandle orderan-orderan yang masuk.
Dari pagi sampai siang, aku menunggu pesan dari Pram, tapi tenyata tidak kunjung datang. Ada perasaan sedih dan gelisah. Aku gak tahu kenapa aku punya perasaan seperti itu.
Sejak bertemu lagi dengan Pram, walaupun itu hanya sekedar chatting dan telepon tapi aku merasakan ada perasaan yang berbeda yang tidak seharusnya ada. Karena aku sadar, itu salah.
Aku berusaha menenangkan diriku dan mencari kesibukan agar tidak berharap ada pesan atau telepon dari Pram. Namun usahaku gagal.
Sebentar-sebentar aku memperhatikan handphone ku, apalagi kalau ada notifikasi pesan masuk, aku berfikir mungkin itu pesan dari Pram. Tapi ternyata tidak. Aku kecewa.
Akhirnya aku berniat untuk mengirim pesan duluan ke Pram, aku akan minta maaf soal candaanku semalam. Tapi aku ragu-,ragu.
Ada notifikasi masuk dari Group SMA-Bio. Aku nimrung membalas. Namun Pram gak ikut nimrung di group. Padahal aku melihatnya lagi online.
Karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, aku ijin di group untuk beresin orderan dulu.
Sore hari saat Siti lagi beres-beres barang, Ada notifikasi pesan masuk. Tapi aku mengabaikannya, karena aku lagi merampungkan 1 orderan lagi.
Tak lama kemudian, handphone ku berdering, ada telpon masuk. Dan kulihat, yang menelpon adalah Pram.
Aku mengangkat nya, dan terdengar suara Pram diujung sana.
"Hai.. Ara..."
"Hai... " jawabku singkat.
"Bagaimana Ara,, banyak orderan yaa... Sibuk trus dari tadi."
" Syukurlah ada beberapa Pram."
"Kenapa Ar... kok kayaknya gak semangat?"
__ADS_1
Aku diam saja.
"Ar... kenapa?"
Aku tetep gak menjawab. Kemudian Pram mengalihkan panggilan telpon menjadi panggilan video. Namun Aku tolak karena masih ada Siti. Dan panggilan telpon aku matikan juga.
Lalu aku kirim pesan ke Pram.
"Masih ada Siti karyawanku."
Setelah semua beres Siti pamit pulang duluan, dan aku juga bersiap-siap untuk pulang.
Handphone ku berdering lagi, ternyata Pram yang menelpon.
"Yaa Pram.."
"Ara.. Kenapa kok suaranya seperti kesel gitu?"
"Gak ada."
"Kenapa kok gitu mukanya... Hmm sepertinya ada yang kangen nih..." Kata Pram.
"Gak lah, GR... Siapa yang kangen." Kataku sambil memanyunkan bibirku. Sejujurnya aku bahagia melihat Pram.
"Ara... Maafin aku yaa... Tadi pagi aku sibuk banget diajak ma bosku ke 3 perusahaan sekaligus, trus jemput anakku Yusuf. Jadi aku gak bisa kirim pesan tadi pagi."
" Hmm kenapa harus minta maaf? Gak apa-apa Pram. Gak masalah bagiku." Kataku.
"Bener?"
"Eee kamu tu Pram nyebelin." Kataku manja.
__ADS_1
"Kenapa.. Kok bilang aku nyebelin? Kan sudah aku bilang kalau aku sibuk dari pagi sampai sore. Na ini baru longgar aku langsung telpon kamu." Pram tersenyum.
Aku diam saja.
"Ara... Aku seneng sekali liat kamu cemberut gitu, tapi aku lebih seneng lagi kalau liat kamu tersenyum. Lebih cantik."
"eee Gombal." Kataku.
Pram tertawa.
"Ara... emang boleh aku bilang sayang ma kamu?"
"Emang boleh aku bilang aku cinta kamu?"
Mendengar kata-kata Pram itu, ada perasaan indah berkecamuk dalam hatiku. Aku deg-degan. Dan gak bisa menjawab.
"Ara... Jawab pertanyaanku." Kata Pram sambil memandangku.
Aku masih bingung harus menjawab apa.
"Ara..."
"Yaa Pram.."
"Aku mau ngomong ma kamu terus terang. Jujur, aku gak bisa sembunyikan perasaanku padamu. Sejak pertama kali bertemu di SMA sampai sekarang kita dipertemukan Tuhan kembali, perasaanku padamu gak pernah berubah. Kamu menempati hatiku yang paling dalam. Aku berusaha hilangkan perasaan ini tapi aku gak bisa Ara. Maafkan aku. Aku sadar dengan keadaan kita yang masing-masing sudah berkeluarga, jadi melihatmu bahagia aku sudah bahagia Ar... Aku hanya ingin menjagamu. Aku gak akan
merusak kebahagianmu dengan keluargamu. Seperti kataku tadi, melihatmu bahagia, aku sudah bahagia."
Aku mendengarkan kata-kata Pram, namun dasar akunya cengeng, tiba-tiba air mataku menetes gak bisa aku tahan lagi.
"Kenapa kamu menangis Ar? Ada kata-kataku yang salah? Please maafin aku Ar.."
__ADS_1
Aku menghapus air mataku. Aku menenangkan diriku. Karena aku kalau menangis suka sesegukan dan gak bisa bicara.
"Ara... Maafkan aku." Kata Pram yang kemudian menunduk.