Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Rencana pernikahan


__ADS_3

Hari ini aku dah bisa ke toko offline ku, cuma masih harus diantar suamiku.


" Ma... Aku gak anter masuk yaa, aku buru-buru temen kuliahku ngajak ketemuan." Kata suamiku saat kami sudah sampai di toko.


"Iya Pa . Gak apa-apa, ini Siti dah meluncur kok, dah dekat Toko katanya. Tadi Siti kirim pesan." Kataku.


Kemudian suamiku melaju menjalankan mobilnya meninggalkan toko.


Aku masuk ke toko dan rebahan dulu di kamar belakang sambil menunggu Siti datang.


Tak berapa lama Siti datang, dan kemudian menyiapkan segala sesuatunya di toko.


***


Sementara itu di sebuah lesehan Muhlas dan temannya bernama Ali sedang duduk dengan bersama seorang wanita.


"Ly... Kamu pesan makanan dah." Kata Ali.


" Siap, ini aku dah pesan ikan bakar, ayam bakar sama bebalung. Minumnya sama semua yaa, jeruk hangat aja." Kata Lily.


Muhlas dan Ali kompak mengangguk dan melanjutkan obrolan mereka.


"Setelah selesai memsan makanan, Lily bergabung ikut ngibrol.


"Trus gimana kamu Lily, kamu sudah siap untuk menikah dengan Muhlas? Kamu tahu kondisi Muhlas kan. Muhlas sudah punya istri, Ara dan 4 orang anak. Bagaimana kamu bersedia?" Tanya Ali ke Lily.


Lily menatap Muhlas, dan mereka saling menatap. Kemudian Lily mengangguk. " Iyaa , aku bersedia "

__ADS_1


"Dan kamu gimana Muhlas, udah siap dengan semua resikonya?" Tanya Ali ke Muhlas.


"Iyaa, aku siap."


" Baiklah kalau begitu, nanti aku atur pernikahan kalian di desaku saja. Nanti aku siapkan bapak penghulu sama beberapa orang saksi." Kata Ali mantap.


Tampak wajah bahagia di Muhlas dan Lily.


Kemudian mereka ngobrol soal semua persiapan untuk pernikahan besok.


Tak lama kemudian, pesenan makanan datang dan mereka menyantapnya sambil sesekali mereka mengobrol tentang acara pernikahan Muhlas dan Lily."


Setelah semua selesai, Ali mohon diri meninggalkan Muhlas dan Lily.


Tinggallah Muhlas dan Lily di lesehan.


Muhlas memandang Lily dan kemudian menggenggam tangan Lily.


"Nanti aku atur yaa... Yang penting kamu persiapkan dirimu. Ok! " Kata Muhlas meyakinkan Lily.


Lily mengajgguk.


Tiba-tiba telpon masuk, ternyata dari Ara. Muhlas gugup dan tak langsung mengangkatnya.


"Kenapa gak diangkat bang? "Tanya Lily.


"Dari Ara." Kata Muhlas.

__ADS_1


"Ooh..." Lily menutup bibirnya dengan tangannya. Kemudian Muhlas menerima panggilan Ara.


"Iyaa Ma ... Ada apa?"


"Pa, nanti tolong inget jemput Azka ma Arini yaa." Kata Ara di seberang sana.


"Iyaa Ma... Selesai pertemuan ini Papa langsung jemput anak-anak." Kata Muhlas.


"Iya Pa. Yaa udah kalau gitu. Mama cuma mau ingetin Papa aja, takutnya ntar Papa lupa." Kata Ara di seberang sana dengan suara yang masih lemah.


"Iya Ma... Makasi dah ingetin Papa. Mama inget makan siang yaa." Kata Muhlas


"Iya Pa.." Kata Ara dan kemudian telepon diakhiri.


Sementara itu Lily tampak cemberut, sepertinya cemburu mendengar pembicaraan antara Muhlas dan Ara.


"Kamu kenapa Ly? Kok wajahnya cemberut?" Tanya Muhlas.


" Hmmm gak ada. Mesra banget ma mbak Ara." Kata Lily sekilas.


"Udah jangan cemberut seperti itu, abang gak suka. Abang sayang ma kamu, lagi sebentar kita akan menikah,aku sudah gak sabar Ly..." Kata Muhlas mencium tangan Lily.


Lily langsung tersenyum dan memeluk Muhlas. Kemudian Muhlas mengajak Lily pergi dari lesehan.


"Ly... Kita mampir ke rumah kita yuk... Kamu mau kan? " Tanya Muhlas.


"Iyaa bang, kita ke sana dah. Lily mau bersih-bersih sebentar di sana.

__ADS_1


Kemudian mobil melaju menuju rumah BTN yang sudah dipersiapkan Muhlas untuk Lily.


__ADS_2