
PRAM
Aku memarkir sepeda motorku di tempat yang teduh. Aku beristirahat sebentar. Aku melihat ada angkringan di pojok dekat sebuah pohon.
Aku menuju angkringan dan memesan minuman dingin. Cuaca hari ini memang agak panas, jadi aku merasa sedikit gerah. Aku mengambil beberapa potong gorengan tempe.
Tak berapa lama minuman yang aku pesan datang. Handphone ku berbunyi, ada panggilan masuk ternyata dari istriku.
"Halo, Bu..." kataku.
"Pa... nanti jam 1 papa jemput Yusuf yaa..." Kata istriku ditelpon.
"Ya, nanti Papa jemput Yusuf. " Aku langsung menutup telpon.
Yusuf adalah anak bungsuku yang sekarang duduk di kelas 3 SMP. Aku memiliki 3 orang anak sekarang, yang paling besar Sabila sekarang sedang duduk di bangku kuliah semester akhir, dan yang kedua Rahma sedang duduk di bangku SMA kelas 3.
Aku kemudian menikmati minumanku. Hmmm terasa seger banget. Kemudian aku membuka pesan di Handphone ku. Ternyata ada yang mengundangku untuk masuk ke dalam Group SMA Bio. Aku malas menerimanya, karena aku memang tidak suka masuk ke dalam group apapun.
Namun setelah aku perhatikan, Group SMA Bio... Aku langsung teringat Ara. Aku langsung menerima undangan itu.
Akhirnya aku masuk ke dalam group SMA Bio. Aku gak memperhatikan anggota group, tapi aku langsung chatting menanyakan " Ara mana? Ara mana?"
__ADS_1
Pikiranku hanya ke Ara, itulah alasanku masuk ke dalam group. Aku sudah lama mencari kabar tentang Ara. Aku tak tahu mengapa aku begitu ingin mengetahui kabar Ara.
Sejak media sosial semakin canggih, aku berusaha mencari keberadaan Ara. Namun semua sosial media yang aku masuki tidak dapat menemukan keberadaan Ara.
Aku pernah bertanya ke Ardi dan beberapa teman SMA yang kebetulan ada nomor handphone nya di aku, apakah punya kontak Ara. Tapi tak satupun yang tahu kabar Ara.
Setelah di group aku chatting menanyakan Ara, malah teman-teman ngeledekin aku. "Awas CLBK." Aku gak peduli. Dan lucunya aku hanya menanyakan Ara, dan tidak menanyakan teman-teman yang lain.
Tak berapa lama setelah aku chatting, akhirnya Ara menjawab. "Ini Ara Pram..." Aku lega.
Setelah bertahun-tahun aku mencarinya dan tak berhasil. "Akhirnya aku menemukanmu..." Bathinku.
Di group ,aku chatting menanyakan kabarnya, dan Ara menjawab bahwa kabarnya baik-baik saja. Aku bahagia bisa melihat Ara lagi.
Aku dikagetkan oleh masuk telpon dari anakku Yusuf yang meminta untuk dijemput.
"Pa.. Yusuf dah pulang ne Pa... Papa di mana??"
" Ooh sudah pulang yaa Nak... Tunggu Papa Nak, 15 menit lagi Papa nyampe. " Aku kemudian mematikan telpon.
Aku membayar di ibu yang punya angkringan kemudian beranjak pergi ke sekolah Yusuf.
__ADS_1
Tak berapa lama aku sudah sampai di sekolah Yusuf anakku. Aku melihat Yusuf menunggu di pojokan gerbang sekolahnya.
"Nak, maafin Papa yaa.. Tadi Papa selesaikan kerjaan dikit jadi terlambat jemput." Kataku menjelaskan.
"Gak apa-apa Pa...Aku nunggunya juga gak lama kok." Kata Yusuf sambil tersenyum dan menyalamiku. Aku mengelus rambut anakku.
Yusuf anaknya sabar sekali, gak pernah marah dan penurut sekali. Walaupun Yusuf anakku yang paling bungsu, tapi aku memang mendidiknya untuk dewasa dan mempersiapkannya menjadi kepala RT menggantikan aku kelak.
Kemudian kami pulang menuju rumahku.
Sampai di rumah, Pipin menyambut kami dan menyalami tanganku sedangkan Yusuf menyalami tangan ibunya.
"Sekarang makan sama Papamu yaa Nak... Ibu sudah masakin ayam goreng tu." Kata Pipin.
"Ya Bu...Kata Yusuf.
Kemudian Yusuf mengambilkan sepiring nasi untukku dan sepiring nasi untuknya sendiri. Yusuf memang selalu melayani aku kalau aku akan makan.
" Sabila sama Rahma mana? Belum pulang Bu..." tanyaku pada Pipin istriku.
"Belum pulang Pa... Kita makan duluan aja yuk... Ajak Pipin.
__ADS_1
"Yaa sudah kita makan yuk.. " Kataku.
Aku dan Yusuf makan dengan lahap, karena memang kami lapar sekali. Kami menikmati makan siang yang sudah disediakan Pipin.