Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Foto-foto Ara


__ADS_3

Pagii aku akan pergi ke studio foto yang letaknya gak jauh dari rumahku. Aku gak sabar ingin segera melihat hasil jepretan kameraku.


Sesampainya di studio foto,aku langsung menyerahkan kameraku ke pegawai studio itu. Lalu aku menerima nota untuk waktu pengambilan hasi fotonya.


Aku bahagia bisa pergi sepedahan dengan Ara dan sahabat-sahabatku. Aku memang sengaja mengajak pergi sepedahan dan berfoto karena sebentar lagi kami akan berpisah untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi


Ujian kelulusan tinggal beberapa minggu lagi. Jadi sebelum berpisah dengan teman-teman, aku ingin punya foto-foto bersama orang-orang yang aku sayangi.


Sore harinya aku kembali ke studio foto untuk mengambil hasilnya.


Setelah selesai pembayaran, aku menerima beberapa foto dalam sebuah amplop. Aku gak sabar ingin melihatnya.


Aku mencari tempat duduk yang letaknya di ujung studio. Aku langsung mengeluarkan foto-foto dari amplop.


Aku mencari foto yang ada Ara di dalamnya. Aku memandangi foto Ara yang lagi mengendarai sepeda Onta. Foto Ara dalam berbagai pose. Aku bahagia melihat senyum Ara, tawa bahagianya. Aku senyum-senyum sendiri, aku gak menyangka kalau Ara akan mau mengendarai sepeda Onta itu. Ternyata Ara orangnya sederhana, keibuan, dan selalu tersenyum.


Tiba-tiba ada perasaan indah di relung hatiku. Aku memandangi wajah sederhana Ara, gadis yang sangat aku kagumi. "Hmmm Ara..." gumam ku sambil menarik nafas panjang.


Aku memperhatikan foto-foto yang lain. Mataku tertuju pada fotoku yang lagi berdiri dekat pepohonan. Di foto itu aku berpose melihat ke samping sambil memegang daun. Aku memakai topi dan baju pantai. Aku berfikir untuk memberikan foto ini suatu saat nanti.

__ADS_1


Aku berencana akan memberikan Ara beberapa foto besok pagi di sekolah.


Aku gak sabar menunggu hari esok tiba.


ARA


Pagi yang cerah. Seperti biasa, aku masuk sekolah. Aku berjalan menuju kelasku. Kulihat sudah ramai di kelas, teman-temanku hampir semua sudah masuk. Aku agak terlambat. Aku langsung ke tempat dudukku.


"Tumben kamu terlambat, ada apa Ar?" tanya Wiwin.


"Iya tadi aku terlambat bangun Win, semalam aku tidurnya terlalu larut,"jawabku sambil tersenyum.


Ketika jam istirahat tiba, aku tetap duduk di bangkuku. Aku mengeluarkan secarik kertas dan pensil. Aku mulai menggambar bunga, bagian-bagian tertentu ku arsir agar tampak sisi gelap dan terangnya.


Tiba-tiba Pram datang dan menyodorkan amplop foto. " Ara, ini foto-foto kita kemarin. Foto-fotomu bagus lho Ar."


Aku berhenti menggambar, mataku tertuju pada amplop foto yang diberikan Pram. Aku memperhatikan foto-foto itu sambil tersenyum.


Kutatap Pram yang duduk di depanku. " Pram, fotoku lucu-lucu yaa...maaf aku gak bisa berpose Pram," kataku sambil tertunduk malu.

__ADS_1


" Itu bagus Ar, natural... serius Ar. Aku suka melihatnya. Aku suka melihat ekspresimu, lepas dan tampak bahagia. Di foto itu kamu tampak ceria banget, " Pram membujukku.


Aku masih memperhatikan foto-fotoku. Tapi memang benar, di foto itu aku tampak ceria dan bahagia. Sebenarnya aku bahagia kemarin. Aku senang karena Pram mengajakku bersepeda. Kami bercanda dan bersuka ria.


"Ara... kamu kenapa, kok senyum-senyum sendiri?" tanya Pram.


Aku hanya tersenyum. " Makasi yaa Pram, dah mau ngajak aku bersepeda, dan makasi juga untuk foto-foto ini"


Pram tersenyum.


Tak berapa lama muncul Budi dan langsung mengambil foto-foto yang ada padaku. " Wah, keren Ar, kamu cocok ne jadi model."


Aku langsung cemberut dan manyun. "Hmm... Budi, kamu ngeledekin aku yaa.."


Pram dan Budi langsung tertawa. "Aku serius Ar, aku suka foto-foto ini. Aku gak pernah melihatmu tertawa lepas seperti di foto ini. Biasanya kamu cuma senyum dan mengangguk," kata Budi.


Aku tersenyum,. Memang benar apa yang dikatakan Budi,aku biasanya cuma tersenyum, mengangguk, andai aku tertawa pun itu hanya tertawa kecil.


"Simpan foto itu baik-baik ya Ar, " kata Pram sambil bersiap pergi karena bel waktu istirahat sudah habis.

__ADS_1


Aku mengangguk dan tersenyum. "Akan kusimpan baik-baik Pram," bathinku.


__ADS_2