Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Tetap semangat Pram


__ADS_3

ARA


Aku menjawab pertanyaan-pertanyaan dari reseller via online. Aku bersyukur sejak pagi, banyak yang closing.


Aku memberikan semangat dan beberapa trik/strategi pemasaran yang bisa diterapkan. Dan aku bersyukur jumlah resellerku yang masuk group bertambah. Harus tetap semangat.


Sekitar jam 2 siang, aku mendapat pesan dari Budi, teman SMA ku.


"Siang, apa kabar?" Budi menyapa lewat pesannya.


"Kabar baik Bud... Budi sendiri gimana kabarnya, sehat-sehatkah?" Aku tanya balik.


"Yaa... Aku sehat dan syukurlah kamu sehat Ar. Lagi ngapain Ar? Lagi ramai Yaa tokonya?" Tanya Budi karena aku tak langsung membuka pesannya. Karena aku sambi makan siang.


Lalu kujawab.


" Gak Bud, ini lagi longgar. Aku lagi makan siang Bud."


"Lho jam berapa ni kok kamu makan siang jam segini sih?" Kata Budi.


"He he he.... Iyaa... Tadi lagi ramai di toko Bud, ini baru sempat Yaa sekarang deh aku makan siangnya."


"Hmmm.... Awas keselek. "Kata Budi.

__ADS_1


Kemudian kami asyik dengan obrolan masa lalu. Mengenang teman-teman sekelas kami.


Diantara teman-teman SMA ku, salah satu yang sering berkabar selain Pram adalah Budi. Namun aku menganggapnya say hello teman lama biasa aja.


Setelah selesai chat dengan Budi, aku duduk beristirahat. Tak berapa lama masuk telpon dari Pram dan akupun langsung menerimanya.


"Yaa Pram... Apa kabar ?"


" Baik Ar... Aku kangen ma kamu Ar..."


Aku menghela nafas, aku bisa merasakan kalau Pram tidak dalam keadaan baik-baik saja. Aku langsung mengalihkan ke panggilan video namun Pram menolaknya.


"Kenapa Pram? Kok ditolak sih? Aku ada salah?" Kataku.


",Gak Ar... Aku malu kamu melihatku dalam keadaan seperti ini." Kata Pram.


"Iya Ar.... Aku orang yang lemah Ar. Aku gak bisa diandalkan ." Kata Pram lemah.


"Pram... Aku sayang ma kamu Pram... Aku gak bisa liat kamu seperti ini. Walaupun kita gak berdekatan tapi aku bisa merasakan kalau kamu lagi tidak baik-baik saja." Aku menangis.


Kemudian Pram mengalihkan ke panggilan video dan aku pun menerimanya. Aku masih menunduk dna menangis.


"Ara ... Aku lagi ada masalah dengan Pak Amin. Dan ini buat aku merasa terhina dan yidak ada apa-apanya. Aku orang gagal Ar." Kata Pram dan menatapku lemah.

__ADS_1


Kutatap mata teduh itu. Penuh kesedihan di sana.


"Ada masalah apa Pram? Ceritakan padaku. Siapa tahu bisa lebih longgar rasanya dan nanti kita cari pemecahannya ," Kataku.


Kuhapus air mataku.


Kemudian Pram menceritakan masalah yang terjadi.


Aku mendengarkan dan menyimaknya dengan baik.


"Begitu Ar permasalahannya. Sekarang aku bingung, aku ingin bekerja di sana tapi bagaimana aku bisa nyaman bekerja kalau sikap bosku dingin seperti itu. Aku merasa seolah,-olah bosku ingin menendangku. Aku bingung Ar. Aku sudah merasa tidak nyaman bekerja di sana. Tapi aku tak tahu apa yang harus aku kerjakan." Pram menjelaskan.


"Aku paham Pram... Sekarang apa keinginanmu. Kamu ingin terus bekerja di sana atau ingin keluar dari sana?" tanyaku.


"Aku merasa gak nyaman kerja di sana lagi Ar."


",Trus kalau kau keluar dari sana apa yang akan kamu lakukan? "


"Itu yang aku tak tahu Ar. " Pram menunduk.


" "Udah jangan sedih seperti itu, aku yakin ada jalan keluar Pram. Jadi tolong tetap semangat Pram. Kita cari usaha apa yang kira-kira bisa kamu lakukan. Aku akan mendukung dan mensupport mu." Kataku dan tersenyum.


Pram menatapku.

__ADS_1


" Makasi Ar... Aku agak longgar sekarang. Makasi dah jadi penyemangatmu. I love you..."


Aku bahagia melihat Pram bersemangat lagi.


__ADS_2