Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Teh hangat untuk istriku


__ADS_3

Aku duduk nonton acara TV "Tetangga Masa Gitu"...


Yusuf menemaniku, sementara dua anak gadisku masih ngisi les bimbingan belajar.


Sejak pulang dari supermarket, sikap Pipin istriku masih dingin aja. Hmm...


Netraku menonton acara TV tapi pikiranku ambyar gak jelas arahnya. Aku menyiapkan mentalku untuk menhadapi istriku apabila tiba-tiba ia akan marah dan ngamuk.


"Bu... Mas Adi tu lucu banget Bu... Coba ibu ikutan nonton. Daripada ibu duduk di teras bengong sendiri..." Kata Yusuf tiba-tiba.


Aku langsung menegurnya... "Hush Yusuf!!"


2 jariku ikut memberi isyarat di bibirku.


"Oh maaf Pa..." Kata Yusuf.


Aku kemudian tersenyum dan mengelus rambut anakku. Dan kucium.


" Hmmm rambutmu harum banget Nak... Tadi habis shampo yaa..." Kataku dan masih mencium kepala anakku.


Yusuf mengangguk sambil tetap asyik menonton.


Aku melihat istriku masih duduk di teras dengan menekuk wajahnya.


"Yusuf, Papa ke depan dulu yaa... Papa mau temenin Ibumu dulu bentar Nak." Kataku dan beranjak menuju teras.


Aku duduk di dekat istriku.. Aku memeluknya dari samping. Dan kucium rambutnya.


"Bu...Papa pingin ngopi nih, ibu mau minum apa? biar Papa buatin." Kataku.

__ADS_1


Istriku tak menolak aku peluk, namun sikapnya tetap dingin.


"Gak, ibu gak pingin minum apa-apa! Ibu cuma pingin menjambak seseorang!" Kata istriku ketus.


"Hmmm .. Bu.... " Aku menurunkan tanganku yang sedang memeluk istriku. Dua tanganku kulipat, dan diam.


"Kenapa diam! " Kata istriku.


Aku hanya menarik nafas dalam. Dan kupandang wajah istriku. Aku ingin minta maaf namun aku takut kata-kataku akan memperkeruh keadaan. Karena aku ngomong apapun akan slalu salah.


"Kenapa liat ibu? Ibu dah keliatan tua yaa? Sudah gak cantik dan gak menarik? Lebih cantik Aramu itu yaa!!!!"


"Hmmm Bu... please gak usah dibesar-besarkan. Aku gak ada hubungan apa-apa dengan Ara."


Istriku menatapku tajam. " Papa bilang gak ada apa-apa, trus kenapa Papa simpan foto Ara hah!!! Itu apa artinya Pa??"


"Bu... Sssttt...gak enak di dengar Yusuf. Maafin Papa.." Hanya itu yang mampu kukatakan karena aku akui aku salah .


"Papa buatin teh hangat yaa..." Kataku.


Istriku menoleh dan menatapku tajam.


"Papa buatin yaa..." Kataku lagi.


Istriku akhirnya mengangguk. Dan aku segera ke belakang membuat secangkir kopi dan 2 gelas teh hangat, satu untuk istriku dan satu untuk Yusuf anakku.


Kurang lima menit, aku sudah selesai menyiapakn minuman.


" Nak... ini tehnya... " Kataku pada Yusuf dna Yusuf langsung mengambil dari tanganku.

__ADS_1


"Makasi Pah..." Aku tersenyum.


"Papa mau ngopi di luar yaa sama ibumu..." Kataku.


"Iya Pah..."


Aku mencari istriku di teras, namun ternyata istriku gak ada.


"Suf... Ibu mu ke mana? Papa cari di teras kok gak ada?"


"Oooh ibu tadi masuk ke kamar Pah... Maaf Yusuf lupa bilang Papa tadi."


"*Ooh iyaa yaa... Gak apa-apa Nak..." Kataku tersenyum dan menuju kamar sambil membawa secangkir kopi dan segelas teh hangat..


Sampai di kamar, aku melihat istriku lagi duduk bersandar di kepala ranjang.


"Bu... Ini tehnya ... " Kataku dan menyodorkan tehnya.


Istriku mengambilnya dan menaruhnya di meja dekat tempat tidur.


"Makasi." Jawabnya singkat dan aku hanya tersenyum.


Aku tiduran di kasur. Mungkin karena aku agak lelah jadi aku tertidur.


Aku terbangun karena merasakan sentuhan istriku si rambutku. Aku membuka mataku dan menggenggam tangan istriku.


"Maafin Papa yaa..." Kataku dengan suara lemah karena aku baru bangun dari tidurku.


Istriku mengangguk. Kucium jari tangannya...

__ADS_1


"Kopinya diminum dulu Pa...Ntar dingin ." Kata istriku.


Aku mengangguk. Dan aku langsung menyeruput kopiku...


__ADS_2