
Sejak kemarin aku menunggu pesan dari Pram, tapi tak ada pesan masuk dari Pram.
Aku minum obat yang dikasi dokter kemarin malam.
"Maa... Minum obatnya dulu, baru berangkat ke toko."
Aku mengangguk.
"Papa anter yaa, soalnya Papa gak mau liat mama mengendarai motor dalam keadaan kurang aehat."
"Iya Pa...Makasi Pa..."Kataku lesu.
Kemudian kami berangkat ke toko. Sesampainya di toko, aku melihat Siti sudah mulai merapikan toko.
" Maa... Papa gak masuk yaa, Papa langsung pulang soalnya ada masuk kerjaan urgen." Kata suamiku dan aku mengangguk.
"Makasih Pa, hati-hati di jalan Pa." Kataku.
Aku masuk toko lewat pintu belakang.
"Pagi Bu .." Kata Siti sambil menundukkn sedikit kepalanya.
"Pagi Siti... Makasih yaa Siti, kamu dah rapikan toko." Kataku dengan tersenyum lemah.
Siti tersenyum. "Sama-sama Bu... Sepertinya ibu masih kurang sehat."
"Iya Siti... Ibu masih belum fit benar. Ibu baring-baring di kamar belakang dulu yaa... Nanti kalau ada apa-apa Siti cari ibu ke kamar yaa..." Kataku.
"Baik Bu."
__ADS_1
Aku kemudian ke kamar dan berbaring. Aku minum teh hangat yang disediakan Siti kemudian minum obat dan tidur.
Aku terbangun karena Siti membangunkan aku, bahwa ada telpon masuk.
" Bu... Maaf Bu... ini dari tadi telpon ibu berdering terus jadi maaf Siti terima. Katanya dari teman ibu SMA, penting." Kata Siti membangunkan aku dan memberikan handphone nya kepadaku.
"Ooh iyaa Siti, makasih. Kamu bisa balik lagi ke toko yaa..." Kataku.
"Baik Bu.... Kata Siti dan keluar dari kamar.
Aku melihat nama yang tertera di handphone ku. Ternyata dari Pram. Aku lega, akhirnya dia menelpon.
"Pram... Gimana? Aku khawatir dari kemarin sehaian kamu gak ada kabarnya."
Pram tertawa lemah...
"Hmmm gimana sih, aku nanyain kamu kok malah balik nanya sih? " Kataku.
"Aku kepikiran kamu terus dari kemarin Ar... Aku gak mau kamu khawatir dan sakit. Itu sebabnya aku telpon kamu masih pagi." Kata Pram.
"Pram... Aku pingin liat kamu...Miss you..."
"Iyaa sayang... Aku juga kangen..." Kata Pram kemudian mengalihkan ke panggilan video.
Aku melihat Pram duduk di sebuah kursi dekat mini market. Ada sebotol air minum mineral di meja depan Pram.
"Ara... Kamu sakit apa? Aku kepikiran kamu terus dari kemarin. Aku pingin keluar telepon tapi aku ditemenin Rahma terus jadi gak bisa telpon. Maafin aku yaa..."
"Gak apa-apa Pram...Yang penting kamu sehat, aku sudah seneng Pram Aku takut terjadi apa-apa ma kamu. Aku sangat khawatir Pram... Aku takut Pram."
__ADS_1
"Sayang... I love you... Perasaan kita sama." Kata Pram sambil menatapku penuh rasa sayang.
"Iya Pram.... Gimana keadaanmu sekarang Pram? "
"Sudah lebih baik Ar... Makasi yaa .. Kamu bener, dokter kasi aku obat yang lebih tinggi dosisnya.. Jadi sekarang aku sudah membaik, gak sesak nafas seperti kemarin..." Kata Pram tersenyum
"Bener Pram? Udah gak sesak nafas lagi?" Tanyaku
"Iyaa sayang... Aku sudah lebih baik dari sebelumnya. Kemarin mungkin karena pengaruh obat, aku ngantuk banget... Sore aku bangun, eeh aku inget belum kasi kabar ke kamu Ar... Mau telpon tapi aku gak enak ma anakku Rahma. Malamnya aku tidur pules. Na ini aku paksain diri keluar biar bisa telpon kamu. Maafin aku yaa..." Pram menjelaskan.
"Gak apa-apa Pram... Aku bahagia liat kamu sehat dan liat kamu dah gak sesak nafas lagi. " Kataku dan tersenyum sambil menatap Pram.
"I love you....Ar...hmmm.."
"Ada apa Pram?" Tanyaku.
" Maaf yaa, aku gak bisa lama. Aku harus balik ke kantor. "
"Iyaa Pramku....Sekarang kamu harus cepet pulang. Jangan kerja dulu, istirahat dulu yaa... Janji yaa..." Kataku.
Tiba-tiba Pram batuk dan batuk lagi.
"Pram... Kamu nanti minum obatnya yaa dan harus bener-bener istirahat. Dan banyak-banyak minum air hangat yaa..."
Pram menatapku dan mengangguk.
"Ara... Aku mau lihat kamu sehat terus. Kamu juga minum obat, istirahat dan jangan banyak mikir yaa... Aku baik-baik saja... Aku dah sehat sayangku... Jaga dirimu untukku yaa sayangku..."
Aku mengangguk. Kemudian Pram mencium keningku lewat handphone nya, dan telponpun kuakhiri.
__ADS_1