Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Wajah Pram masih pucat


__ADS_3

ARA


Perasaaan khawatir kembali mengusikku. Pram tak menghubungiku seharian. Tapi aku menenangkan pikiranku dengan berdoa untuknya, smoga dia selalu sehat dan baik-baik saja.


"Siti... Ibu mau istirahat sebentar di kamar yaa.." Kataku pada Siti.


"Iya Bu. " Jawab Siti.


Aku kemudian masuk kamar, dan mencoba untuk istirahat. Ketika aku akan memejamkan mataku, tiba-tiba handphone ku berbunya, notifikasi pesan masuk.


Kulihat, ternyata dari Pram.


"Ara... Aku telpon sore yaa... Aku masih menemani Pipin di rumah, Pipin belum sembuh benar. I love you..."


Aku merasa tenang membaca pesan dari Pram..."Smoga mbk Pipin cepat sembuh," Doaku.


Kemudian aku tertidur, dan aku bangun karena Siti membangunkanku.


"Bu... Telpon ibu berbunyi terus daru tadi. Maaf jadi Siti bangunin ibu." Kata Siti.


Aku tersenyum dan mengangguk.


"Iyaa Siti, makasi. " Kataku dan mengambil handphone ku.


Ternyata Pram yang menelpon, dan akupun mengangkatnya.


"Pram... "


"Iyaa Ar... Maafin aku baru sempat telepon." Kata Pram.


" Iya gak pa-pa.... Gimana keadaan mbk Pipin? "


"Masih lemah Ar..Pipin duduk aja masih sering pusing dan sakit kepala. Jadi kalau sempat aku yang masak buat anak-anak."

__ADS_1


"Oh iya... Kamu bisa masak yaa Pram?"


"Iyaaa, aku kan pintar masak Ar. Besok suatu hari, aku pingin masakin kamu."


Aku tertawa.


"Bener yaa... Besok masakin aku. Oh ya Pram, gimana kesehatanmu sendiri? Dah bener-bener pulihkah?"


"Iyaa sayang... Aku dah sehat. Kamu gak usah khawatir lagi yaa..."


"Iya sayang, syukurlah."


"Kamu sendiri gimana? Sehat sayang?" Tanya Pram.


"Aku sehat. Cuma ini aku tiduran, istirahat bentar. Pram... Aku pingin liat kamu." Kataku.


Pram kemudian mengalihkan ke panggilan video dan akupun menerimanya.


"Kangen yaaa... " Pram memandangku sambil tertawa.


"Wuih gengsi yaa bilang kangen. Ya udah. Kalau aku sih kangen Ar. Kangen banget." Kata Pram.


Aku tersenyum.


"Habis pake nanya segala, kalau pingin liat itu artinya kangen. Hmmm...." Kataku sambil memanyunkan mulutku.


"Sayang... "


"Iya Pram..."


Aku melihat Pram, tampak agak lelah dan pucat.


"Pram, kamu masih belum sehat benar. Wajahmu masih pucat dan tampak letih banget. "

__ADS_1


"Aku sehat Ar, cuma yaa bener katamu aku agak letih aja. Barusan aku habis jemput Yusuf pulang sekolah trus jalanan macet, panas lagi. Trus aku belanja lauk ma sayur ke warung buat makan siang . Jadi yaaah aku agak capek aja Ar. "


"Pram, kamu tu baru sehat, jadi jangan terlalu capek juga yaa..."


"Iya Ar...Kamu juga harus istirahat cukup, jangan terlalu capek."


"Iyaa Pram."


"Ar... Aku gak bisa lama yaaa. Ini kerjaan numpuk di kantor, kasian Rahma sendirian."


"Iyaa Pram... Tapi janji jangan terlalu capek yaa... istirahat!!! " Kataku tegas.


"Iyaa sayang..." Kata Pram kemudian mencium keningku lewat handphone nya.


"Udah dulu yaa... I love you..." Kata Pram dan mengakhiri telepon setelah aku mengangguk.


Aku senang Pram menghubungi ku, namun ada kegelisahan dan kekhawatiran ku akan kesehatan Pram.


Aku melihatnya belum sembuh benar. Kulihat nafasnya masih agak sesak, dan wajahnya masih pucat.


Aku menghela nafasku...


Ada pesan masuk dari Budi, dan kubuka.


"Ara...Apa kabar?"


Kubalas," Aku sehat Bud .. Kamu gimana, sehat kah?"


"Syukurlah... Aku sehat Ar... Ngomong-ngomong kok kamu jarang komen di group sekarang? Ada apa? Aku pikir kamu sakit." Kata Budi.


" Iyaa Bud, kapan tu aku sakit. Tapi sekarang dah baikan, cuma masih sering tiba-tiba pusing."


"Karena kecapekn tu Ar... Jangan cari duit terus, istirahat yang cukup juga perlu. Yaa...Uangnya jangan disimpan terus, pake jalan-jalan." Budi mengirim emot tertawa.

__ADS_1


" Iyaa bos, siap!!! "Kataku.


Kemudian kami terus saling berbalas pesan menanyakan kabar teman-teman.


__ADS_2