
Malam ini selesai menemani Yusuf belajar, aku langsung bersiap-siap akan ke kantor.
Aku minta ijin dulu ke istriku.
" Bu, Papa ke kantor dulu yaa. Aku mengecup kening istriku. Namun aku lihat istriku cemberut.
"Hmmm... Papa ke kantor yaa.. Hati-hati Pa, sekarang banyak perempuan pakai guna-guna untuk pikat suami orang." Kata istri ku.
Aku kaget mendengar kata-katanya.
" Maksud ibu apa? Hmmm..." Kataku dan berlalu dari hadapan istriku. Aku kesal mendengar kata-katanya.
Tapi sudahlah, aku lebih memilih diam daripada nanti ribut lagi.
" Pa, denger gak apa yang ibu bilang tadi. Kok diem aja. Hmm..." Istriku memanyunkan bibirnya.
Aku diam saja.
"Papa jalan dulu Bu." Kataku tegas.
Pipin hanya senyum saja.
Aku kesal melihat sikap istriku, tapi aku sadar mungkin Pipin masih kesal dan marah padaku.
Akhirnya aku tersenyum.
Sampai di kantor aku langsung membuka laptopku dan mulai bekerja.
__ADS_1
Sekitar jam 8 malam ada notifikasi pesan masuk. Aku lihat pesan dari salah satu Anggota group reseller Azka Style yang menanyakan tentang barang tertentu. Aku menunggu Ara menjawab, tapi ternyata sampai aetengah jam Ara tidak juga menjawabnya.
Aku mulai gelisah. Karena ternyata Ara terakhir online jam 9 pagi. Aku khawatir keadaan Ara.
Jam 11 malam kulihat Ara belum juga online. Aku bertambah khawatir.
"Ara, kamu kenapa sayang. Aku khawatir." Batinku berteriak. Aku benar-benar kepikiran Ara.
Sekitar 2 menit kemudian,, aku lihat Ara online. Aku sangat bersyukur. Namun Ara hanya sebentar online bahkan Ara tidak menjawab pertanyaan anggota group reseller.
Aku tidak bisa konsentrasi untuk bekerja lagi. Aku akhirnya mencoba mengirim pesan ke Ara.
"Ara... Bagaimana keadaanmu, kamu sehat."
"Tolong balas pesanku."
Aku menunggu balasan dari Ara, tapi Ara tidak juga online. Aku khawatir. Aku hanya bisa berdoa supaya Araku selalu sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan.
Setelah aku membuka pesan,, ternyata benar itu memang pesan dari Ara.
"Aku baik-baik saja."
Ara hanya membalas singkat pesanku. "Kamu marah padaku Ara?" batinku.
"Ar, maafin aku. Aku gak pernah hubungi kamu. Besok aku telpon yaa. I love you..." Aku mengirim pesan lagi pada Ara.
Aku tunggu balasan Ara, namun Ara tidak kunjung aktif online. Aku kemudian memutuskan untuk tidur istirahat di kamar.
__ADS_1
Pagi-pagi buta aku sudah bangun dan aku langsung mencari pesan Ara.
"Ya Pram. Aku tunggu."
Sebelum balik pulang, tak lupa aku menghapus pesan yang aku kirim ke Ara.
Sampai rumah, aku disambut wajah masam istriku. Aku abaikan saja. Aku menunggu Yusuf selesai bersiap untuk ke sekolah.
Setelah siap, aku akan jalan mengantar ke sekolah namun istriku memangilku.
"Pa, nanti pulang antar Yusuf sekolah Papa balik ke rumah yaa. Ibu mau pergi ke dinas, nanti tolong Papa yang antar yaa." Kata istriku.
"Iya Bu... Tunggu Papa ya... Nanti Papa antar."
Setelah itu aku mengantar Yusuf ke sekolah, dan langsung pulang untuk mengantar istriku pergi ke dinas.
Sampai rumah, aku lihat istriku sudah siap. Jadi kami langsung berangkat.
Di perjalanan kami hanya diam saja. Aku takut salah bicara, jadi kupikir memang sebaiknya aku diam saja.
Di tengah perjalanan, istriku memecah kesunyian antara kami.
"Pa, maafin ibu yaa. Ibu sering buat Papa marah. Maafin ibu yaa." Kata istriku.
Aku diam saja.
"Pa, kok diam gak jawabin ibu." Kata istriku.
__ADS_1
" Papa yang minta maaf Bu. Papa sudah buat masalah. Jadi Papa ikhlas kok bagaimanapun sikap ibu. Cuma Papa kasian ma anak-anak Bu, kalau kita sering ribut di Depa mereka. Tolong maafin Papa yaa..." Akhirnya aku berani bicara.
Kemudian istriku memelukku dari belakang. Dan akupun mengusap tangannya.