Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Menangis bersama


__ADS_3

Keesokan harinya... Aku berangkat seperti biasa ke toko, kali ini suamiku tidak bisa mengantarku. Ada acara kumpul-kumpul dengan teman-teman alumninya.


Siti sudah datang lebih dulu, dan Siti dah menyiapkan segala sesuatunya di toko.


Aku memberikan catatan orderan yang harus dikirim, jadi aku serahkna Siti yang mengurus dan menyiapkan orderan yang masuk. Aku melayani pelanggan di depan.


Saat jam istirahat, Siti kusuruh untuk pergi ke expedisi untuk kirim barang. Sedang aku beristirahat rebahan di kamar pojok belakang toko.


Aku lihat Pram aktif, namun aku enggan menghubungin Pram. Namun tak lama kemudian Pram mengirimiku pesan.


"Ar..."


Aku langsung membukanya. Dan akupun menelpon Pram.


Pram menerima panggilan telponku.


"Ara...Ada apa?"


"Pram... Aku mau tanya, dan tolong jangan marah2."


"Iya Ar... mau tanya apa?" Kata Pram.


"Betul kamu telpon suamiku?" tanyaku.


"Iyaa betul Ar... Apakah itu jadi masalah?" Kata Pram kesal.


"Kemarin suamiku memberitahuku kalau kamu menelponnya. Dan setelah itu suamiku menanyakan perasaanku padamu." Aku diam

__ADS_1


"Trus kamu jawab apa?"


"Aku katakan apa adanya ke suamiku, kalau aku sayang ma kamu. Dia marah besar Pram. Tanganku dicengkramnya."


"Apa dia memukulmu?" Tanya Pram.


"Gak Pram, dia gak mukul cuma aku takut melihatnya marah seperti itu. Trus malamnya dia minta aku benar-benar berhenti behubungan ma kamu, baik chating ataupun telponan."


""Ooh gitu."


"Pram... Aku mau tanya, kenapa kamu menelponnya? Apa maksudmua Pram?" Tanyaku lagi.


"Aku menelponnya cuma bilang supaya dia harus sayang dan cintai kamu seutuhnya. Itu aja! Aku pernah bilang ke suamimu untuk jaga kamu, sayangi kamu baik-baik. Dan dia berjanji untuk itu. Tapi setelah aku tahu dia mau menikah lagi, aku marah Ar. Aku gak mau dia nyakiti kamu. Aku ingin dia tahu kalau dia macam-macam dia akan berhadapan denganku!"


"Tapi Pram..."


"Pokoknya aku gak terima kalau dia mau nikah lagi!!!"


"Iyaa rencananya itu audah dia batalkan, dan dia berjanji gak akan menikah lagi. Semua sudah selesai. Tapi sadar gak Pram, karena kamu nelpon kemarin keadaanku semakin sulit."


"Syukurlah kalau dia gak jadi menikah !!!"


"Pram... Sejak kamu memberitahunya tentang hubungan kita dulu, suamiku tak mengijinkan aku berhubungan denganmu lagi. Tapi dengan kamu menelponnya kemarin itu, suamiku sekarang benar-benar melarangku berhubungan denganmu. Aku gak boleh chatting maupun telponan ma kamu Pram." Tangiskupun pecah.


"Ar .. Ara... denger aku ne..." Kata Pram kemudian mengalihkan ke panggilan video.


Namun aku menolaknya.

__ADS_1


"Aku bingung Pram..."Tangisku semakin menjadi, aku sesegukan.


"Ara... trima telpon videoku. Please trima Ar..."


" Pram... Aku bingung Pram. Aku gak tahu harus bagaimana. Aku sayang ma kamu sementara aku punya keluarga dan sekarang suamiku melarangku berhubungan denganmu." Tangisku tak mau berhenti.


"Ara... trima telpon videoku. Ayo... Aku mohon." Kata Pram memelas membujukku.


Akupun menerima panggilan video dari Pram.


Pram memandangku. "Sayang .... Dengerin aku... sayang... Tolong hapus air matamu...Please... I love you..." Kata Pram kemudian mengecup keningku dari handphone nya.


"Sayang... Hapus air matamu... yaaa... Aku minta maaf Ar... Aku membuatmu jadi serba salah. Aku tak berfikir jauh kalau tindakanku menelpon suamimu itu bisa membuat keadaanmu semakin terjepit. Maafkan aku Ar.... Aku hanya tak ingin suamimu menikah lagi dan menyakitimu. Hanya itu Ar... Maafkan aku Ara, sayangku." Pram tampak bersalah.


Aku menghapus air mataku. Aku tak tega melihat Pram merasa bersalah. Aku merasa kasihan pada Pram.


"Sudahlah Pram... Kamu jangan seperti itu. Aku sudah tenang sekarang Pram. Aku ikhlas Pram. "


Tiba-tiba Pram menangis.


"Maafin aku Ara.... Aku salah Ar...Maafin aku."


Akupun menangis lagi. Akhirnya kami berdua menangis bersama.


"Pram... Maafin aku yaaa..."


" Aku yang minta maaf Ar ... Maafin aku yaa..."

__ADS_1


Aku mengangguk... "I love you Pram..."


__ADS_2